Menawarkan fleksibilitas, pekerjaan berbasis gig—untuk waktu tertentu atau berbasis proyek—jadi semacam penggerak roda ekonomi yang sering terlupakan. Padahal, kuantitasnya naik, terutama sejak era disrupsi digital. Meski begitu, pekerjaan macam ini punya sisi rentannya sendiri. Kurangnya benefit, seperti tunjangan, bonus, jatah cuti, dan jaminan kesehatan, jadi beberapa di antaranya. Belum lagi, mereka pula yang paling rentan kehilangan pekerjaan bila terjadi guncangan finansial.
Namun, buat sebagian orang, jadi pekerja gig merupakan salah satu jalan ninja di tengah merosotnya level penyerapan tenaga kerja formal. Lebih jauh, jenis pekerjaan seperti ini tak lagi memandang gender. Di tengah ekonomi yang makin tak tertebak, perempuan pun sering ikut berkiprah di bursa kerja dan mengisi pos-pos ini. Kontan, kerentanan mereka berbeda dan cenderung lebih besar dibanding pekerja laki-laki. Bagaimana bisa? Lima film tentang pekerja gig perempuan berikut bisa jadi gambaran.
