Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film tentang Pekerja Gig Perempuan, Kerentanan Mereka Berlapis
On Falling (dok. Sixteen Films/On Falling)
  • Film-film ini menyoroti kerentanan berlapis yang dialami pekerja gig perempuan, terutama tanpa jaminan kerja dan perlindungan sosial.

  • Isu migrasi, utang, eksploitasi, hingga kekerasan memperparah posisi tawar mereka di dunia kerja.

  • Meski memberi fleksibilitas, kerja gig bagi perempuan sering menjadi pilihan terpaksa di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menawarkan fleksibilitas, pekerjaan berbasis gig—untuk waktu tertentu atau berbasis proyek—jadi semacam penggerak roda ekonomi yang sering terlupakan. Padahal, kuantitasnya naik, terutama sejak era disrupsi digital. Meski begitu, pekerjaan macam ini punya sisi rentannya sendiri. Kurangnya benefit, seperti tunjangan, bonus, jatah cuti, dan jaminan kesehatan, jadi beberapa di antaranya. Belum lagi, mereka pula yang paling rentan kehilangan pekerjaan bila terjadi guncangan finansial.

Namun, buat sebagian orang, jadi pekerja gig merupakan salah satu jalan ninja di tengah merosotnya level penyerapan tenaga kerja formal. Lebih jauh, jenis pekerjaan seperti ini tak lagi memandang gender. Di tengah ekonomi yang makin tak tertebak, perempuan pun sering ikut berkiprah di bursa kerja dan mengisi pos-pos ini. Kontan, kerentanan mereka berbeda dan cenderung lebih besar dibanding pekerja laki-laki. Bagaimana bisa? Lima film tentang pekerja gig perempuan berikut bisa jadi gambaran.

1. On Falling (2024)

On Falling (dok. Sixteen Films/On Falling)

On Falling menyoal Aurora, perempuan asal Portugal yang bekerja di sebuah gudang logistik di Skotlandia. Pekerjaannya monoton, tetapi tekanannya cukup tinggi. Upah pas-pasan di perantauan yang tidak dibarengi dengan jaminan dan tunjangan membuat satu musibah kecil bisa jadi masalah besar untuknya. Gak hanya itu, Aurora juga terisolasi karena natur pekerjaan dan statusnya sebagai pekerja migran.

  • Genre: drama, realisme sosial

  • Pemain: Joana Santos, Piotr Sikora, Karyna Khymchuk

  • Sutradara: Laura Carreira

2. Ayka (2018)

Ayka (dok. The Match Factory/Ayka)

Ayka juga seorang pekerja migran asal Kirgiztan di Rusia yang bernasib miris. Ia datang ke Moskow dengan uang pinjaman demi tujuan menghindari perjodohan paksa, tetapi nasibnya ternyata tak membaik. Ia melahirkan bayi yang tak diinginkannya, dikejar penagih utang, dan masih pula ditipu oleh pemberi kerja yang membuat hasil kerjanya selama berminggu-minggu sia-sia. Ayka merupakan potret pahitnya jadi minoritas ganda di negeri orang. Pekerja migran perempuan sering ditarget sejumlah pihak tertentu untuk kepentingan mereka sendiri.

  • Genre: drama, realisme sosial

  • Pemain:  Samal Yeslyamova, Andrey Kolyadov

  • Sutradara: Sergey Dvortsevoy

3. Zola (2020)

Zola (dok. A24/Zola)

Horornya jadi pekerja gig perempuan juga diekspos film indie berjudul Zola. Film ini berkutat pada Zola, pramusaji yang menyetujui ajakan temannya untuk jadi penari striptis pada akhir pekan. Kali ini, mereka dapat gig di luar kota. Namun, ternyata sang rekan membawa serta beberapa pria yang bertugas jadi pengawal sekaligus muncikari untuk mereka. Zola melihat gelagat tak menyenangkan dari pria-pria tadi dan berusaha mencari cara untuk dapat kompensasi yang adil. Namun, masalah mereka ternyata tak sesederhana itu.

  • Genre: drama, dark comedy

  • Pemain: Taylor Paige, Riley Keough

  • Sutradara: Janicza Bravo

4. Zwigato (2022)

Zwigato (dok. AR Film Studio/Zwigato)

Zwigato memakai POV suami istri bernama Manas dan Pratima. Rumah tangga mereka mengalami goncangan finansial setelah Manas diberhentikan dari pekerjaan tetapnya. Ia terpaksa jadi kurir daring untuk menafkahi anak istrinya. Namun, melihat penghasilan Manas yang tak seberapa itu, Pratima memutuskan untuk ikut membantu keuangan keluarganya. Seperti Manas, ia pun menyelami pekerjaan gig, mulai dari membuka jasa pijat sampai bersih-bersih.

  • Genre: drama, realisme sosial

  • Pemain: Kapil Sharma, Shahana Goswami

  • Sutradara: Nandita Das

5. Working Girls (1986)

Working Girls (dok. Criterion/Working Girls)

Working Girls mengitari interaksi yang terjadi di sebuah apartemen yang juga “tempat kerja” untuk beberapa perempuan pekerja seks. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mayoritas dari kalangan marginal, baik imigran maupun komunitas LGBTQ+. Memanfaatkan kerentanan itu, sang manajer sering kali bertindak semena-mena, mulai menerapkan potongan yang gak adil sampai melimpahkan tanggung jawabnya kepada para pekerja lewat intimidasi. Belum lagi, mereka harus menghadapi pelanggan yang kadang juga memperlakukan mereka seenak jidat.

  • Genre: drama, realisme sosial

  • Pemain: Amanda Goodwin, Louise Smith

  • Sutradara: Lizzie Borden

Jadi pekerja gig bak dua mata pisau. Itu mungkin bisa jadi penyelamat, tetapi ada konsekuensi yang harus ditanggung. Apalagi, kondisi ekonomi makin tak stabil dan ketimpangannya parah seperti sekarang. Untuk perempuan, konsekuensinya bisa bertambah karena diskriminasi dan risiko lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎