potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026)(dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Beberapa member MARBLES juga memiliki pengalaman menerima komentar yang terasa cukup personal, terutama terkait penampilan mereka. Salah satunya datang dari Bebe yang mengaku masih mengingat komentar netizen tentang sepatu boots hijau yang dikenakannya. Menurut Bebe, alih-alih membahas penampilannya secara keseluruhan, komentar tersebut justru menyoroti pilihan alas kaki yang dianggap mirip sepatu pekerja bangunan.
“Buat aku, yang paling membekas adalah sepatu boots aku yang warna hijau, itu katanya kayak sepatu bangunan,” kata Bebe yang sontak mengundang perhatian member lainnya hingga gercep menghiburnya dengan menepuk-nepuk punggungnya sebagai bentuk dukungan.
Bebe mengaku bahwa sesekali, ia juga membaca komentar netizen di media sosial. Ia pun menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan dan ekspektasi yang berbeda. Oleh karena itu, Bebe berusaha untuk tidak membiarkan komentar negatif menghambat langkahnya. Menurutnya, kritik yang berkaitan dengan penampilan maupun kemampuan dapat dijadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang selama disampaikan sebagai masukan yang dapat dievaluasi.
“Semua orang punya ekspektasi yang berbeda. Bahkan ada satu momen satu, aku sama Kyka pas awal-awal dikritik karena dance. Terus aku sama Kyka langsung kayak, ‘Wah, gak bisa ini’ terus pada akhirnya malah jadi motivasi untuk kita.”
Tiffany menambahkan, mereka juga menerima banyak dukungan positif. Oleh sebab itu, penting bagi para member untuk memilah komentar dan mengambil masukan yang bisa membantu mereka berkembang.
“Banyak yang kasih support juga. Kita gak bisa mengharapkan respons seseorang, tapi kita harus pintar-pintar memilah apa yang bisa bikin kita menjadi lebih baik ke depannya.”
Pada akhirnya, perjalanan MARBLES setelah debut bukan sebatas memperkenalkan karya mereka kepada publik, tetapi juga belajar menghadapi berbagai respons yang datang bersamaan dengan semakin luasnya perhatian terhadap mereka. Meski ekspektasi publik menjadi tantangan tersendiri, kelima member MARBLES tetap berusaha menjadikannya sebagai bagian dari proses bertumbuh.