Syuting Yang Datang dan Yang Pergi, Dian Sastro: Gak Boleh Eksklusif

- Dian Sastrowardoyo membangun chemistry di film Yang Datang dan Yang Pergi dengan membaur bersama pemain dan kru yang tinggal serta beraktivitas di penginapan selama syuting.
- Dian sempat khawatir Roy Sungkono sungkan karena perbedaan pengalaman karier, lalu mengajaknya berlatih dan bermain kapal-kapalan kertas untuk mencairkan interaksi.
- Roy mengaku gugup bekerja pertama kali dengan Dian dan para sutradara, tetapi suasana produksi yang guyub membuatnya lebih nyaman. Film ini tayang 3 Desember 2026.
Jakarta, IDN Times - Dian Sastrowardoyo akan kembali menyapa penonton lewat film terbaru berjudul Yang Datang dan Yang Pergi. Disutradarai oleh Nurman Hakim dan Nan Achnas, film ini mempertemukan Dian dengan sejumlah aktor, di antaranya ada Roy Sungkono, Dimas Aditya, dan David Ari Wibowo.
Dalam sesi press conference yang berlangsung di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026), Dian Sastro pun banyak berbagi cerita tentang pengalamannya selama menjalani proses syuting, termasuk tentang bagaimana ia membangun chemistry dengan para aktor yang menjadi lawan mainnya. Menurutnya, kedekatan antarpemain tidak bisa muncul begitu saja di depan kamera. Oleh karena itu, ada cara sederhana yang ia lakukan agar mereka semakin akrab dan suasana selama syuting terasa lebih cair.
1. Dian Sastro ungkap suasana di balik syuting film Yang Datang dan Yang Pergi, guyub dan gak boleh eksklusif

press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida) Di hadapan awak media, Dian mengungkapkan, selama proses syuting Yang Datang dan Yang Pergi, seluruh pemain dan kru tinggal sekaligus menjalani proses produksi di tempat yang sama, yakni sebuah penginapan yang menyerupai losmen. Dengan begitu, mereka menghabiskan banyak waktu bersama, mulai dari bekerja hingga melakukan aktivitas sehari-hari.
“Jadi, kita tuh pas proses syuting ini, di sebuah tempat kayak orang losmen gitu. Jadi syutingnya di situ, kitanya juga tinggalnya di situ selama syuting. Jadi, semuanya kumpul. Semua kru, semua aktor, semua di situ. Sehingga sarapan, makan siang, makan malam tuh juga di situ, di ruang makan,” tutur Dian.
Karena hal tersebut, menurut Dian, salah satu kunci untuk membangun chemistry dengan para lawan mainnya adalah dengan tidak bersikap eksklusif selama proses tersebut. Ia pun memilih untuk tidak menghabiskan waktu sendirian di kamar dan berusaha selalu membaur dengan pemain maupun kru lainnya, terutama saat waktu makan bersama. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti ikut berkumpul dan mengobrol bisa membuat hubungan antarpemain perlahan lebih akrab dan suasana menjadi cair.
“Cara membangun chemistry-nya, gimana? Gak boleh sering-sering mengurung diri di kamar, harus gabung, makan siang, makan malam, sarapan gabung. Karena di situ semua, ngobrol semua. Jadi kita emang gak boleh eksklusif. Ya nimbrung aja, nimbrung makan. Nanti jadi cair,” lanjutnya.
2. Sempat khawatir Roy Sungkono akan sungkan selama proses syuting

press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida) Dalam kesempatan ini, Dian juga menceritakan pengalamannya yang pertama kali dipasangkan dengan Roy Sungkono. Mengingat Roy memiliki usia dan perjalanan karier yang lebih muda darinya, Dian mengakui bahwa ia sempat khawatir akan muncul rasa sungkan.
“Ini pertama kali kita ketemu. Aku sebenarnya punya kekhawatiran. Kadang-kadang aku kalau, aktor apalagi junior, karena aku mulai duluan kariernya. Terus pertama kali ketemu aku suka kayak sungkan. Gak enak gitu. Jadi, kekhawatiran aku, takutnya kesungkanan itu akan terlihat di kamera pada saat kita beradu akting,” ungkap Dian Sastro.
Uniknya, untuk mengatasi hal tersebut, Dian berinisiatif mengajak Roy melakukan latihan bersama sebelum syuting. Keduanya mencoba membangun kedekatan melalui permainan sederhana yang berkaitan dengan masa kecil karakter mereka. Salah satunya dengan membuat kapal-kapalan dari kertas. Momen tersebut bahkan menjadi pengalaman lucu bagi Dian karena Roy ternyata tidak mengetahui cara membuat mainan tersebut.
“Jadi kita mengandaikan kalau kita tuh teman kecil, mainannya tuh mainan apa? At least dari sisi itu udah cair. Sehingga pas pengadeganan juga lumayan terasa lebih enak,” lanjutnya.
3. Roy Sungkono justru sempat merasa terbebani

press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida) Sementara di sisi lain, Roy Sungkono ternyata sempat merasa terbebani karena ini menjadi pengalaman pertamanya bekerja sama dengan Dian sekaligus sutradara film tersebut. Roy menyebut proyek ini sebagai kesempatan besar baginya. Oleh karena itu, ia ingin memberikan penampilan terbaik selama proses produksi berlangsung.
“Ini kesempatan besar buat aku. Masuk di film yang Mas Hakim dan Mbak Nan dan bisa main sama Mbak Dian. Selalu pengin mencoba yang terbaik. Dan karena ini pertama kali di semuanya, di kerja sama dengan sutradara dan dengan pemainnya. Jadi itu yang mungkin justru sebelum syutingnya yang bikin deg-degan,” kata Roy.
Meski begitu, berkat suasana syuting yang penuh kebersamaan, rasa gugup Roy perlahan menghilang. Ia pun merasa interaksi yang terjalin antara pemain dan kru membuat proses syuting berjalan lebih nyaman dan cair.
“Yang seperti Mbak Dian tadi bilang, karena suasana syutingnya begitu guyub, semuanya bareng-bareng, akhirnya justru menjadi cair semua,” lanjutnya.
Mengikuti kisah Sinta (Dian Sastro) yang terlihat romansa dengan Banawan (Roy Sungkono) dalam sebuah guest house yang telah menjadi warisan keluarganya, film Yang Datang dan Yang Pergi tayang di bioskop mulai 3 Desember 2026.





















