Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hindia-Dipha Barus Salam 3 Jari di AMI Awards: Untuk yang Sulit Bernapas

4 min read
Hindia-Dipha Barus Salam 3 Jari di AMI Awards: Untuk yang Sulit Bernapas
Hindia dan Dipha Barus di AMI Awards 2026 (youtube.com/KEMENBUD)
  • Hindia dan Dipha Barus memenangkan AMI Awards 2026 kategori Dance Terbaik lewat lagu "Nafas", lalu menutup pidato dengan salam tiga jari.

  • Hindia mendedikasikan penghargaan bagi orang yang sulit bernapas akibat alam dibakar, kebijakan tak berpihak, dan pihak-pihak yang masih diadu domba.

  • Hindia menilai seni bersifat politis, mengapresiasi penggunaan lagunya untuk menyuarakan keresahan, serta mengaku promotor sejauh ini memberi ruang bagi musisi untuk bersuara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hindia dan Dipha Barus tak lelah bersuara. Malam puncak AMI Awards yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) jadi panggung berikutnya untuk sang musisi menyuarakan keresehan mereka. Naik untuk menerima piala penghargaan Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik, Hindia dan Dipha menutup pidato penerimaan mereka dengan salam tiga jari sebagai simbol solidaritas dan perlawanan.

Kedua musisi ini berhasil mendapatkan piala berkat lagu "Nafas" yang dirilis pada April lalu. Sambil tersenyum, Dipha mengawali pidato dengan berterima kasih kepada semua penggemar dan tim produksi yang terlibat dalam lagu tersebut. Sesekali ia mengangkat pialanya dengan bangga. Di depan semua hadirin dan penonton live streaming, Hindia pun menyambung pidato tersebut dengan pernyataan yang padat, tapi menohok.

  1. 1. Hindia dan Dipha Barus gunakan three-finger salute saat berpidato

    Hindia dan Dipha Barus di AMI Awards 2026
    Hindia dan Dipha Barus di AMI Awards 2026 (youtube.com/KEMENBUD)

    Raut wajah pemilik nama asli Baskara Putra itu terlihat begitu serius saat memulai pidatonya. Lagu "Nafas" yang membuat mereka mengangkat piala malam ini punya makna yang begitu dalam, secara harfiah maupun metaforis.

    "Lagu ini judulnya 'Nafas', tentang menyambung napas, harapan, dan doa keluarga. Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas, karena alamnya dibakar," ujar Hindia sambil mengangkat satu jarinya.

    Ia lalu mengangkat jari kedua sambil melanjutkan pidatonya, "Untuk yang sulit bernapas, karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua!"

    Ada jeda di antara perkataannya, seolah membiarkan penonton bersorak sejenak. Hindia pun kembali 'menonjok' dengan mengangkat ketiga jarinya sambil berseru, "Dan untuk yang masih diadu domba!"

    Three-finger salute itu jadi sorotan utama lensa kamera. Tepuk tangan dari penonton riuh terdengar, beberapa di antaranya bahkan ikut mengangkat tiga jari mereka.

  2. 2. Bagi Hindia, seni dan politik tidak terpisahkan

    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026)
    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Bagi Hindia, musik atau seni pada dasarnya adalah politik. Tidak pernah terpisahkan.

    “Kalau buat saya pribadi seni itu selalu inherently political dan sebaliknya gitu. Kayaknya akan sangat sulit untuk memisahkan kesenian dengan sosial politik karena dia secara sifat akan selalu politis gitu," katanya saat dicegat awak media di area karpet merah sebelum acara.

    Di tengah kondisi Indonesia yang sedang banyak masalah, Hindia dan Dipha Barus tak pernah memilih diam. Santai, tegas, dan tenang, Hindia bahkan menyebut, keputusan mereka untuk vokal sebenarnya adalah sesuatu yang biasa saja.

    "Bahkan di saat musisi memilih untuk tidak bersuara saja itu merupakan sebuah sikap politik menurut saya. Jadi kalau buat saya pribadi apa yang saya suarakan beberapa waktu ke belakang gitu semua cuma sebenarnya sesimpel ekspresi normal dari warga negara yang menurut saya wajar gitu dalam keadaan kayak gini semua,” katanya.

  3. 3. Hindia senang lagu-lagunya digunakan untuk menyuarakan keresahan

    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026)
    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Kalau kamu pendengar lagu-lagu Hindia, pasti tahu banyak karyanya yang berisi tentang berbagai keresahan. Saking relate-nya, lagu-lagu Baskara baik sebagai Hindia, .Feast, maupun Lomba Sihir sering digunakan sebagai backsound postingan tentang aksi. Hindia memandang, itu berarti ia punya kesamaan keresahan dengan pendengar lagu-lagunya.

    “Saya rasa saya menemukan common ground dengan pendengar atau pengguna lagu-lagu tersebut. Yang aneh itu sebenernya kalau dipakai untuk kebutuhan yang sebaliknya,” ujarnya sambil tersenyum kecil, menyinggung pihak-pihak yang pernah menggunakan lagu-lagunya untuk konteks sebaliknya. “Dan sebenernya sering. Cuman itu cerita untuk lain waktu,” lanjut Hindia sambil tertawa.

    Masih tentang alasan lantang bersuara, ia menegaskan musisi juga rakyat.

    “Sebelum menjadi seniman atau musisi, kami orang Indonesia dulu,” tegasnya.

  4. 4. Hindia bersyukur tak ada pembatasan dari partner kerja terkait sikap politisnya

    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026)
    Dipha Barus dan Hindia pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Dalam kesempatan ini, IDN Times kemudian bertanya, apakah Hindia pernah mengalami pembatasan kegiatan dari promotor, karena sikapnya yang vokal menyuarakan keresahan. Ia mengatakan sejauh ini tidak mengalami hal tersebut. Menurutnya, para promotor yang bekerja sama dengannya masih memberikan ruang bagi musisi untuk menyampaikan pendapat maupun melakukan sesuatu di atas panggung.

    “Sejauh ini sih kebetulan saya puji Tuhan bekerja sama dengan banyak promotor yang mungkin kurang lebih keresahannya sama ya, jadi selalu mengakomodir kebutuhan atau keinginan di saat kayak kawan-kawan yang menjadi performer itu mau bersuara atau melakukan sesuatu gitu,” jelasnya.

    Sambil menatap kamera, ia menegaskan, keresahan tersebut juga dirasakan oleh banyak orang.

    “Kayaknya sekarang di titik ini udah hampir, udah semua orang resah gitu. Kayaknya itu wajar dan normal gitu dan senang bekerja dengan promotor seperti itu,” ujarnya.

    Hindia dan Dipha Barus mendapatkan penghargaan AMI Awards 2026 usai mengalahkan DNA, QoryGore yang dinominasikan lewat lagu “Cowok Red Flag," RICZA, Maretta, TECHNO KING dengan “On The Ground”, Steve Chris, Venes lewat “Smile”, dan Whisnu Santika dengan “Yalla Habibi”.

Related Articles

See More