Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Punya Banyak Peran Ikonik, Ini Cara Deva Mahenra Pilih Proyek Akting

Punya Banyak Peran Ikonik, Ini Cara Deva Mahenra Pilih Proyek Akting
Deva Mahenra (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Intinya Sih
  • Deva Mahenra selalu meminta premis dan skenario sebelum menerima proyek, agar memahami arah cerita serta menilai apakah karakter tersebut cocok untuk dirinya.
  • Bagi Deva, skenario adalah pedoman utama yang mencerminkan visi sutradara dan menjadi dasar penting dalam menentukan kualitas sebuah proyek akting.
  • Meski dikenal lewat banyak karakter ikonik, Deva tidak memilih proyek berdasarkan peran semata, melainkan menilai keseluruhan cerita dari sisi skenario.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Deva Mahenra dikenal lewat berbagai karakter yang kuat di film maupun serial. Namun di balik penampilannya di layar, ada proses panjang sebelum ia akhirnya memutuskan menerima sebuah proyek akting.

Kepada IDN Times, ia membagikan caranya sendiri untuk menilai apakah sebuah proyek layak dijalani atau tidak. Berikut hal pertama yang biasanya dilihat Deva Mahenra saat ditawari proyek akting.

1. Deva Mahenra selalu minta premis dan skenario terlebih dahulu

Deva Mahenra
Deva Mahenra (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Saat menerima tawaran proyek baru, Deva menjelaskan hal pertama yang dilakukan adalah meminta premis cerita. Ia ingin memahami gambaran besar dari cerita yang akan digarap sebelum memutuskan untuk terlibat lebih jauh.

“Yang pasti baca, minta premisnya dulu. Baca premis, harus tahu premisnya. Kemudian yang kedua, skenario,” ujar Deva pada Rabu (11/3/2026) mengenai proses awalnya menilai sebuah proyek akting.

Menurutnya, premis membantu aktor memahami arah cerita secara singkat sebelum masuk ke detail yang lebih dalam. Setelah itu, ia baru bisa memutuskan apakah karakternya memang terlahir untuknya atau tidak.

“Dari skenario tuh akan ngebedah semua karakter yang ada. Nah dari situ baru akhirnya bisa menentukan atau memutuskan apakah karakter ini belongs to me or no,” jelasnya.

2. Deva Mahendra jadikan skenario sebagai patokan

Deva Mahenra
Deva Mahenra (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bagi Deva, skenario bukan sekadar naskah dialog. Ia menyebutnya sebagai pedoman utama yang menentukan bagaimana sebuah cerita akan diwujudkan di layar oleh sutradaranya. Karena itulah ia menilai kualitas skenario menjadi faktor penting dalam memilih proyek.

Deva mengatakan, “Karena kita tahu visi-visi dari director tuh kurang lebih dari skenario. Jadi kayak, apa ya, skenario tuh kayak kitab sucinya kita pas lagi syuting."

3. Deva Mahenra gak mengincar karakter ikonik

Deva Mahenra
Deva Mahenra (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Deva Mahenra sendiri sukses membawakan karakter seperti Aris di Ipar Adalah Maut hingga Bastian di Tetangga Masa Gitu. Meski sering memerankan karakter yang menonjol, aktor kelahiran 1990 tersebut tidak pernah menilai sebuah proyek hanya dari perannya saja.

“Karakter itu cukup berpengaruh, tapi maksudnya kita harus lihatnya secara keseluruhannya gitu. Secara skenario,” ungkap Deva. Ia menambahkan, “Percuma juga kita memilih karakter yang kayaknya bagus, tapi ternyata secara skenario utuh ceritanya tidak menarik. Itu sama kayak misalnya kita makan makanan, kita cuma suka satu bahan baku yang ada di makanan itu. Kan gak bisa."

Terbaru, Deva Mahenra tengah disibukkan dalam promosi serial terbarunya di Netflix yang bertajuk Luka, Makan, Cinta yang akan tayang pada 15 April 2026 mendatang. Di sserial tersebut, ia memerankan tokoh chef bernama Dennis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More