5 Lagu tentang Memerangi Standar Kecantikan, Pede Jadi Diri Sendiri!

- Artikel menyoroti lima lagu dari berbagai era yang mengkritik standar kecantikan dan mendorong pendengarnya untuk mencintai diri sendiri tanpa tekanan sosial.
- Lagu-lagu seperti karya Beyoncé, Olivia Rodrigo, Alessia Cara, TLC, dan Meghan Trainor menggambarkan perjuangan perempuan menghadapi ekspektasi fisik yang tidak realistis.
- Pesan utama artikel ini adalah bahwa kecantikan sejati datang dari penerimaan diri, bukan dari memenuhi standar yang dibentuk masyarakat.
Hidup sebagai perempuan bukan hal yang mudah. Standar kecantikan selalu berubah, perempuan dituntut untuk selalu terlihat "sempurna" di mata masyarakat. Mulai dari tubuh ideal, kulit cerah cemerlang, hingga wajah indah tanpa cela.
Beruntungnya, banyak penyanyi, terlebih perempuan, yang akhirnya menyuarakan keresahan soal standar kecantikan lewat lagu-lagunya. Bukan sekadar hiburan, lagu yang mereka keluarkan bak perlawanan terhadap ekspektasi yang tidak realistis terhadap tubuh perempuan.
Deretan lagu tentang memerangi standar kecantikan ini akan membuka matamu kalau menjadi diri sendiri adalah yang paling baik. Gak cuma untuk perempuan, lagu ini juga patut didengarkan laki-laki.
1. "Pretty Hurts" - Beyoncé
Pada 2013, Beyoncé mengkritik brutal industri kecantikan, terlebih pegeant, lewat lagu "Pretty Hurts". Lagu dalam album Beyoncé itu membongkar seluruh konsep "kesempurnaan" yang menekan perempuan.
Lagu ini mencerminkan masyarakat yang menyuruh perempuan memperbaiki tubuh mereka. Padahal, banyak kerugian yang ditimbulkan oleh tekanan tersebut, seperti kerusakan kesehatan mental. "Pretty Hurts" adalah kritik bagaimana penderitaan demi kecantikan dinormalisasi.
2. "Pretty Isn't Pretty" - Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo menggambarkan kecemasan para Gen Z soal standar kecantikan dalam lagu "Pretty Isn't Pretty". Olivia mengatakan bahwa ketika seseorang sudah memenuhi standar itu, tetap saja gak akan merasa cukup. Ini seperti lingkaran setan yang melelahkan.
Lagu yang masuk dalam album GUTS (2023) ini menjadi salah satu pandangan soal standar kecantikan khas Gen Z. Meski sudah "memperbaiki" diri, rasa aman dan merasa jauh dari "garis finish" masih saja blur.
3. "Scars to Your Beautiful" - Alessia Cara
Dengan beat yang lembut, tapi menghentak, Alessia Cara mengingatka perempuan bahwa mereka gak perlu mengubah diri mereka demi diterima orang lain. "Scars to Your Beautiful" mengajak pendengar menerima diri sendiri di atas ekspektasi masyarakat.
Lewat lagu dalam album Know-It-All (2015), Alessia berpendapat kalau sistem soal kecantikan sudah rusak. Yang menjadi masalah bukanlah wajah atau tubuh seseorang, melainkan lensa yang digunakan orang untuk menilainya.
4. "Unpretty" - TLC

Mundur ke era 90-an, ada TLC dengan lagu "Unpretty"-nya yang membahas rasa gak aman, tekanan melakukan operasi plastik, dan menggambarkan bagaimana validasi mengganggu harga diri. Lagu ini tergabung dalam album FanMail (1999).
Lagu "Unpretty" termasuk berani, karena rilis di masa di mana memerangi standar kecantikan belum terlalu masif. Namun, seakan tak gentar, lagu ini menekankan kalau kecantikan bukanlah sesuatu yang kamu punya, tetapi orang lain hanya gagal melihatnya pada dirimu. Kamu sudah cantik!
5. "All About That Bass" - Meghan Trainor
Meghan Trainor menggebrak dunia musik 2010-an lewat lagu hitsnya, "All About That Bass". Lagu ini menjadi sebuah interpretasi yang menyenangkan tentang penerimaan tubuh, merayakan semua bagian tubuh meski bagi orang lain itu gak sempurna.
Meghan secara gamblang mengkritik standar tubuh yang gak realistis. Penyanyi berambut pirang itu bahkan mengatakan kalau perempuan sadar kalau standar kecantikan yang ada itu palsu, tapi karena merasa tertekan, mereka pun mengikutinya.
Standar kecantikan tidak pernah tertulis secara resmi di mana pun. Ia hadir karena masyarakat yang membentuk. Buat kamu yang sedang galau karena merasa "tidak sempurna", lagu-lagu di atas akan membantumu melihat dirimu yang sebenarnya sudah sempurna.


















