Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

15 Lirik Lagu Terpopuler Lomba Sihir, Fans Wajib Hafal!

15 Lirik Lagu Terpopuler Lomba Sihir, Fans Wajib Hafal!
Lomba Sihir (instagram.com/lombasihiryes)

  • Lagu-lagu Lomba Sihir populer di Spotify telah didengarkan lebih dari 1 juta kali

  • Lirik lagu-lagu Lomba Sihir mencakup tema-tema seperti perubahan, sakit hati, dan kehidupan sehari-hari

  • Musik Lomba Sihir menunjukkan bahwa lirik sederhana dengan kata-kata yang jujur dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengar

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Warna musik Indonesia terus berkembang mengikuti selera masyarakat yang tak pernah stagnan. Bukan hanya lagu-lagu baru yang cepat viral dan banyak diperdengarkan, tetapi juga musisinya yang berani bereksperimen dengan kreativitasnya.

Salah satu musisi Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi primadona adalah Lomba Sihir. Grup musik beranggotakan Baskara Putra (Hindia), Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, dan Tristan Juliano ini berhasil menyihir banyak telinga pencinta musik Indonesia dengan lagu-lagunya yang easy listening.

Sejak merilis album debut bertajuk Selamat Datang di Ujung Dunia pada 2021, Lomba Sihir telah menelurkan banyak sekali karya populer. Berikut ini daftar lirik lagu terpopuler Lomba Sihir 2025 yang diperdengarkan lebih dari 1 juta kali di Spotify. Para Peserta Lomba Sihir wajib hafal semuanya agar bisa menyanyikannya dengan bebas saat menonton konser mereka!

  1. 1. "Mungkin Takut Perubahan"

    [Intro: Natasha Udu]

    Nananana nanana

    Nananana nana

    Nananana nanana


    [Verse 1: Hindia & Udu]

    Banyak alasan ku tetap di sini

    Kamu tak pernah suka dengan orang di dalamnya

    Tumbuh berkembang terlahir di sini

    Kau banyak alasan


    [Pre-Chorus: Hindia & Udu]

    Semoga semuanya teraih

    Semoga tak patah hati


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Mungkin sudah yang terbaik, mungkin karena kakak-adik

    Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

    Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

    Belantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


    [Verse 2: Rayhan Noor, Hindia & Udu]

    Siapa yang kau lindungi selain dirimu?

    Siapa yang kan peduli jika kau pergi?

    Betul, namun tetap takkan mudah

    Kau bukanlah seorang penyerah

    Semua pun lelah dan jengah

    Kali ini berserah


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Mungkin sudah yang terbaik, mungkin karena kakak-adik

    Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

    Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

    Belantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


    [Bridge: Hindia & Udu]

    Sedikit senyum palsu

    Abaikan angin lalu (abaikan angin lalu)

    Walau panas dan berdebu

    Hanya ada kamu sepanjang hidupku


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Mungkin sudah yang tеrbaik, mungkin karena kakak-adik

    Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

    Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

    Bеlantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


    [Outro: Hindia & Udu]

    Nananana nanana

    Nananana nanana

    Nananana nanana

  2. 2. "Semua Orang Pernah Sakit Hati"

    [Verse 1: Hindia & Natasha Udu]

    Cari-cari baju rapi lagi

    Akhir pekan, pesta pernikahan lagi

    Setelan yang itu-itu lagi

    Kaca bosan bentukanku sama lagi

    Ambil kambing guling, salaman, foto lalu pulang

    Jangan lupa foto sebelum pulang


    [Verse 2: Hindia & Udu]

    Inginnya memang tidak peduli

    Apa daya, ujungnya alkohol lagi

    Cari-cari trauma, saat hilang pasti ngetweet lagi


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

    Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

    Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

    Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

    Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

    Yang perlu kurangi minum kamu

    Yang perlu nasihat masih kamu

    Bahwa semua orang pernah sakit hati


    [Post-Chorus: Hindia]

    Semua orang pernah patah hati

    Semua orang pernah ingin mati

    Semuanya pernah ditinggal pergi


    [Verse 3: Hindia & Udu]

    Kutip-kutip kata bijak lagi

    Akhir tahun, bikin resolusi lagi

    Ambil hati omongan orang, lantas gagal tenang

    Semua disalahkan, selalu kurang

    Cari pelarian, tak pernah kenyang


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

    Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

    Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

    Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

    Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

    Yang perlu kurangi minum kamu

    Yang perlu nasihat masih kamu

    Bahwa semua orang pernah sakit hati


    [Instrumental]


    [Outro: Hindia & Udu]

    Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

    Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

    Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

    Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

    Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

    Yang perlu kurangi minum kamu

    Yang perlu nasihat masih kamu

    Bahwa semua orang pernah sakit hati

  3. 3. "Nirrrlaba"

    [Verse 1: Hindia]

    Luruskan macam-macam pikiran

    Pakaian, watak dan perbuatan

    Yang kurang menyenangkan

    Yang kurang ketimuran


    [Pre-Chorus: Hindia & Natasha Udu]

    Bakar dan lempar dan putarbalikkan

    Sejarahku, asal tunjuk asu, hilang

    Hilangkan andilku, adil katanya kar’na

    Kami nirguna nirlaba si


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Internet, ekonomi

    Salah kami lagi

    Istana, bencana

    Salah kami lagi

    Orang hilang peluang

    Salah kami lagi

    Tak peduli, tak peduli

    Aku tak peduli


    [Bridge: Udu]

    Belajar ‘tuk tiada

    Belajar jadi muda

    Kar’na


    [Pre-Chorus: Hindia & Udu]

    Kau bakar dan lempar dan putarbalikkan

    Sejarahku, asal tunjuk asu, hilang

    Hilangkan andilku, adil katanya kar’na

    Kami nirguna nirlaba si


    [Chorus: Hindia & Udu]

    Internet, ekonomi

    Salah kami lagi

    Istana, bencana

    Salah kami lagi

    Orang hilang peluang

    Salah kami lagi

    Tak peduli, tak peduli

    Aku tak peduli

    Internet diblokir

    Salah kami lagi

    Bom nuklir, invoice cair

    Salah kami lagi

    Invasi, inflasi

    Salah kami lagi

    PKI, radikalisasi

    Salah kami lagi


    [Outro: Hindia, Udu & Rayhan Noor]

    Tak peduli, aku tak peduli

    Tak peduli, aku tak peduli

    Tak peduli, tak peduli, tak peduli, aku tak peduli

    Tak peduli, tak peduli

  4. 4. "Hati dan Paru-Paru"

    [Verse 1: Hindia]

    Melesat di jantung Nusantara

    Berdansa bermandikan cahaya

    Layar-layar dahsyat menyangga angkasa

    Pendar warna-warni menghias udara

    Siasat pemasaran termahal bangsa

    Latar cerita patah mimpi manusia


    [Chorus]

    Kota memburu anak yang lugu

    Jadilah licik s’perti hantu

    Sedikit senyum palsu, bawa luaran baru

    Tertawalah walau tak lucu, kenakan sepatu terbaikmu


    [Post-Chorus]

    Kau jaga hati dan paru-paru

    Dari taring tajam malam Minggu


    [Verse 2: Natasha Udu]

    Jutaan insan yang sibuk menari

    Menggulung Thamrin hingga Antasari

    Dengan cerita dan luka pribadi

    Mengulur waktu hingga Senin pagi


    [Chorus]

    Kota memburu anak yang lugu

    Jadilah licik s’perti hantu

    Irit pakai nurani, perbanyak basa-basi

    Dan perlahan pasti kau kan miliki

    Lantai yang tinggi


    [Instrumental]


    [Chorus]

    Kota memburu anak yang lugu

    Jadilah licik s’perti hantu

    Kota memburu anak yang lugu

    Tega sedikit jangan ragu

    Sedikit senyum palsu, bawa luaran baru

    Kenakan sepatu terbaikmu


    [Outro]

    Kau jaga hati dan paru-paru

    Dari taring tajam malam Minggu

    Kau jaga hati dan paru-paru

    Dari taring tajam malam Minggu

  5. 5. "Jalan Tikus"

    [Verse 1: Natasha Udu]

    Tawa masih berkelindan

    Abu rokok masih berjatuhan

    Janjiku pulang dari dua jam lalu

    Kucari jalan tikusnya

    Dering ponsel di tengah jalan

    Takut terdengar kendaraan

    Bilang ku sudah di p'ristirahatan

    Kucari jalan tikusnya


    [Chorus: Hindia, Udu & Rayhan Noor]

    Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

    Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

    Di lumbung terdalam kepala semua kucatat

    Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

    Hati menggugat, hati mengumpat

    Namun kadang kota menjungkir t’rlalu kuat

    Walaupun berat, ini cara terakhir

    Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


    [Post-Chorus: Hindia]

    Kucari jalan pintasnya

    Kucari jalan tikusnya


    [Verse 2: Rayhan Noor]

    Dia gadang reputasi palsu

    Diamku karena malas perkara

    Semua yang tahu memilih ‘tuk membisu

    Kucari jalan tikusnya

    Tak berfungsi dua minggu

    Ke terapi dan Ibu tak tahu

    Malas mendapat semua stigmanya

    Kucari jalan tikusnya


    [Chorus: Hindia, Udu & Rayhan]

    Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

    Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

    Di lumbung terdalam kеpala semua kucatat

    Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

    Hati mеnggugat, hati mengumpat

    Namun kadang kota menjungkir t'rlalu kuat

    Walaupun berat, ini cara terakhir

    Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


    [Post-Chorus: Hindia]

    Kucari jalan pintasnya

    Kucari jalan tikusnya

    (Kucari jalan tikusnya)


    [Instrumental]

    [Chorus: Hindia, Udu & Rayhan]

    Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

    Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

    Di lumbung terdalam kepala semua kucatat

    Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

    Hati menggugat, hati mengumpat

    Namun kadang kota menjungkir t'rlalu kuat

    Walaupun berat, ini cara terakhir

    Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


    [Outro: Hindia]

    Kucari jalan pintasnya

    Kucari jalan tikusnya

    Kucari jalan pintasnya

    Kucari jalan tikusnya

  6. 6. Tidak Ada Salju Di Sini Pt.6 (Selamat Jalan)

    [Verse 1: Hindia]

    Satu sendok teh pengharapan hal-hal baik

    Kau minum setiap pagi, berharap harimu cantik

    Jakarta kadang setuju, rejeki anak baik

    Seringkali menolak, siasati dengan cerdik


    [Verse 2: Hindia & Natasha Udu]

    Mimpi-mimpimu yang tumbang menopang bendera

    Persilakan yang datang ‘tuk pertaruhkan jiwa

    Semoga tak patah hati, waras aman sentosa

    Semoga tak disalahkan macam narapidana


    [Pre-Chorus]

    Daratan turun, juga niatmu bertahan

    Air laut naik, pun niatmu pamitan

    Ujung Dunia mengerti ia penuh cobaan

    Jika sekarang waktunya maka


    [Chorus]

    Selamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan, selamat jalan


    [Pre-Chorus: Udu]

    Daratan turun, juga niatmu bertahan

    Air laut naik, pun niatmu pamitan

    Ujung Dunia mengerti ia penuh cobaan

    Jika sekarang waktunya maka


    [Chorus]

    Selamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan, selamat jalan

    Sеlamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan, selamat jalan


    [Bridge: Petra Sihombing]

    Tidak ada salju di kota ini

    Tidak akan maju jika sеrba anti

    Selamat jalan, selamat bertahan

    Selamat jalan, seakan tak ada esok hari

    ‘Tuk menebus hari ini


    [Instrumental]


    [Chorus: Hindia, Udu, Petra & Rayhan Noor]

    Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

    Selamat jalan, selamat jalan

    Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

    Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan

    [Outro: Hindia, Udu, Petra & Rayhan Noor]

    Selamat jalan (oh selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

    Selamat jalan, selamat jalan (selamat jalan)

    Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan

    Selamat jalan

  7. 7. "Selamanya"

    [Verse 1: Rayhan Noor, Hindia & Natasha Udu]

    Gerbong kepalang berjalan, kau dan aku di sana

    Pertemuan tak terencana, kita belajar percaya

    Sesaat atau selamanya

    Kadang bahagia, kadang pilu, ku bertaruh padamu


    [Pre-Chorus: Rayhan Noor]

    Walau sering ku mengeluh

    Ruangan ini hampa tanpamu


    [Chorus]

    (Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

    (Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

    (Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

    (Kutahu) Kami kan merindumu


    [Verse 2]

    Hidup berjalan, perhentian kita berbeda

    Kerap saling bertanya kabar sekarang

    "Kau baik saja, kan?"


    [Pre-Chorus]

    Walau kini tak bertemu

    Semua yang baik untukmu


    [Chorus]

    (Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

    (Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

    (Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

    (Kutahu) Kami kan merindukanmu

    Selamanya


    [Bridge]

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na


    [Chorus]

    (Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

    (Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

    (Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

    (Kutahu) Kami kan merindukanmu

    Selamanya


    [Outro]

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Na-na-na, na-na-na-na

    Semua yang terlewati

    Semua yang tak terjadi

    Dewasakah kisah ini?

  8. 8. "Ribuan Memori"

    [Verse 1: Natasha Udu]

    Dalam kepalamu ribuan memori

    Mana yang membuatmu s'perti hari ini?

    Jatuh pertamamu dari sepeda?

    Penampakan hantu di rumah tua?


    [Pre-Chorus: Hindia]

    Serpihan berbahagia

    Atau justru membuatmu merana?


    [Chorus]

    Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

    Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

    Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

    Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


    [Verse 2: Rayhan Noor]

    Karyawisata, liburan pertama, kado dari Mama dan Papa

    Kar'na berhasil naik kelas, walau rata-rata pas-pasan

    Nekat pulang lewat jam malam, dilarang jalan-jalan sebulan

    Setahun bimbingan belajar, gawat! Ujian akhir sekolah


    [Pre-Chorus: Hindia]

    Serpihan berbahagia

    Atau justru membuatmu merana? Oh

    Pertahankan atau melupa?

    Pilihanmu kawan tidak mengapa

    Oh tak apa-apa


    [Chorus]

    Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

    Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

    Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

    Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


    [Bridge: Rayhan Noor & Natasha Udu]

    Dalam kepalamu (kepalamu) ribuan memori (memori)

    Mana yang membuatmu di hari ini?


    [Instrumental]


    [Chorus]

    Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

    Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

    Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

    Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu

    Jika ada yang kau pelajari dari masa lalumu

    Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

    Jika ada yang buatmu tak mau buka lembaran baru

    Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


    [Outro]

    Harus begitu

    (Percayalah dunia tak selamanya) harus begitu

    Harus begitu

  9. 9. "Andai Saja"

    [Verse 1: Hindia]

    Andai saja kita mengerti

    Saat bertemu pertama kali

    Berkali kita kan bergantian untuk menyakiti

    Untuk memaafkan


    [Pre-Chorus: Rayhan Noor]

    Oh, betapa mudahnya ini semua

    Kan berjalan


    [Chorus: Rayhan Noor]

    Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

    Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

    Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

    Namun tak pernah berani kusampaikan


    [Verse 2: Hindia & Rayhan Noor]

    Andai saja kita kembali

    Bertemu untuk pertama kali, oh

    Bisakah kita memulai lagi

    Berpapasan dengan seribu lebih kemungkinan, ho oh


    [Chorus: Rayhan Noor]

    Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

    Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

    Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

    Namun tak pernah berani kusampaikan


    [Bridge: Natasha Udu]

    Terjebak dalam kata mungkin

    Berharap ‘tuk bisa saling mengerti

    Terjebak dalam kata mungkin

    Berharap ‘tuk bisa saling mengerti


    [Chorus: Rayhan Noor]

    Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

    Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

    Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

    Namun tak pernah berani


    [Outro: Rayhan Noor]

    Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

    Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

    Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

    Namun tak pernah berani kusampaikan

    Kusampaikan

  10. 10. "Tak Ada Waktu Tepat Untuk Berita Buruk"

    [Hook]

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uu


    [Verse 1: Rayhan Noor]

    Setengah sembilan pagi

    Semua pesan sudah kubaca

    Tak ada kerjaan yang tertunda

    Tinggal cari kafein (Es kopi susu atas nama Kak Natasha)


    [Verse 2: Hindia]

    Sudah setengah hari

    Terbayang kegiatan malam nanti, aku

    Tak sabar untuk cepat pergi (Pergi)


    [Pre-Chorus]

    Tidak ada ancang, tak sempat pikir matang

    Rencana tak terancang, jantung berdebar


    [Chorus]

    Takkan ada

    Waktu yang tepat

    Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

    Takkan ada yang bisa kau lakukan


    [Hook]

    Uuu, uuu

    Uuu, uu


    [Verse 3: Natasha Udu]

    Setelah masalah terakhir

    Kukira ku akan siap hadapi cobaan

    Namun ku tetap terjungkir

    Mau tak mau harus kutelan


    [Pre-Chorus]

    Tidak ada ancang, tak sempat pikir matang

    Rencana tak terancang, jantung berdebar


    [Chorus]

    Takkan ada

    Waktu yang tepat

    Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

    Takkan ada yang bisa kau lakukan

    Takkan ada

    Waktu yang tepat

    Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

    Takkan ada yang bisa kau lakukan


    [Hook]

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uu

    [Bridge]

    Mau tak mau harus kutelan

    Mau tak mau harus kutelan


    [Instrumental]


    [Chorus]

    Takkan ada

    Waktu yang tеpat

    Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

    Takkan ada yang bisa kau lakukan

    Takkan ada (Takkan ada)

    Waktu yang tepat (Waktu yang tеpat)

    Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

    Takkan ada yang bisa kau lakukan


    [Outro]

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uuu

    Uuu, uu

  11. 11. "Sofa"

    [Verse 1: Natasha Udu]

    Apa kenang

    Yang terakhir kau ingat

    Kusam

    Ku di sini saksikan segalanya


    [Pre-Chorus: Natasha Udu]

    Obrolan jam tiga pagi, abu rokok, remah makanan

    Berantakan

    Andai ku bisa bicara, banyak yang ingin kusampaikan


    [Chorus]

    Semua cerita yang engkau lalui

    Drama dan tawa

    Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini

    Ku bersamamu, dirimu malam ini


    [Verse 2: Rayhan Noor]

    Di sini satu per satu beban terurai

    Tak seburuk yang kau bayangkan

    Pergulatan batinmu, keruhnya kepalamu

    Selesai dengan besar hatimu


    [Pre-Chorus: Natasha Udu & Rayhan Noor]

    Obrolan jam tiga pagi (Jam tiga pagi), abu rokok, remah makanan (Remah makanan)

    Berantakan (Berantakan)

    Andai ku bisa bicara banyak yang ingin kusampaikan (Kusampaikan)

    Biarku perlihatkanmu


    [Chorus]

    Semua cerita yang engkau lalui

    Drama dan tawa (Drama dan tawa)

    Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini (Ku selalu di sini)

    Ku bersamamu, dirimu malam ini


    [Bridge: Hindia & Natasha Udu]

    Helai rambutmu di sela lipatanku

    Ada yang memutih

    Busaku (Busaku, busaku) menipis, semoga masih nyaman

    ‘Tuk kau bersandar


    [Chorus]

    Semua cerita yang еngkau lalui

    Drama dan tawa

    Rebahlah (Rebahlah), kau tahu ku selalu di sini

    Ku bеrsamamu, dirimu malam ini


    [Outro]

    Semua (Semua) cerita yang engkau lalui (Yang engkau lalui)

    Drama dan tawa (Tawa)

    Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini

    Ku bersamamu

  12. 12. "Apa Ada Asmara"

    [Verse 1]

    Asmara jadi alasan

    Datang ke kota

    Gairah menanti rindunya

    Seorang lelaki, rayu aku lagi


    [Pre-Chorus]

    Perasaan

    Yang membawaku

    Pergi jauh

    Penuhi hasrat


    [Verse 2]

    Merana mencari harapan

    Apa ada cinta datang ke kota

    Gairah menanti rindunya

    Seorang lelaki, rayu aku lagi


    [Pre-Chorus]

    Bayangkanlah

    Romansa malam

    Bawah cahaya

    Mata bertemu dan


    [Chorus]

    Huu uu

    Huu uu uuh

    Huu uu

    Huu uu uuuh


    [Bridge]

    Suara bercinta

    Di pusat kota adakah

    Dirimu penuhiku

    Dengan asmara

    Hanyut

    Karena khayalan tentang

    Dirimu dan cinta

    Selamatkan aku, Jakarta

    Haa


    [Verse 3]

    Asmara

    Gairah

    Asmara


    [Outro]

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

    Aaaaaaaaa

  13. 13. "Cameo"

    [Verse 1: Tristan Juliano]

    Kafe ini dulu belum ada

    Gelas plastik menumpuk bagai dosa

    Seakan kita semua kekurangan kafein

    Makin banyak tempat tatap muka

    Kurang lebih sama

    Orang asing lalu-lalang hingga petang


    [Pre-Chorus: Tristan]

    Berapa banyak (yang)

    Yang kukenal? (hoo)

    Berapa banyak (yang)

    Temanku kenal? (hoo)

    (Indahnya gibah)


    [Chorus: Tristan]

    Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

    Bertukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

    Ku figuran dalam c’rita lain

    Ku bajingan dalam c’rita lain


    [Verse 2: Tristan]

    Berapa banyak aku bikin salah?

    Berapa banyak yang bahaya?

    Berapa sering aku disumpahkan celaka?


    [Pre-Chorus: Tristan]

    Berapa banyak (yang)

    Aku tuduh?

    (Karena kabar burung)

    Berapa banyak (yang)

    Tak pernah benar?

    (Salah dikejar)


    [Chorus: Tristan]

    Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

    Bertukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

    Ku figuran dalam c’rita lain

    Ku bajingan dalam c’rita lain


    [Bridge: Wisnu Ikhsantama]

    Tembok-tembok berbicara

    Waspada bertukar cerita

    Gelas-gelas bеrbicara

    Waspada kau bersulang dengan siapa


    [Outro: Tristan]

    Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

    Bеrtukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

    Ku figuran dalam c’rita lain

    Ku bajingan dalam c’rita lain

  14. 14. "Polusi Cahaya"

    [Intro: Hindia & Natasha Udu]

    Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

    Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

    Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

    Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia


    [Verse 1: Hindia]

    Jalan ini tak seindah

    Yang kuingat awal mula

    Tangga ini tak berujung menggunung

    Kian tinggi makin gaung

    Aku belum beranjak jauh

    Aku mungkin kalah bertaruh


    [Pre-Chorus: Hindia]

    Mabuk pemasaran di pusat kota

    Mati penasaran di ujung dunia


    [Chorus: Hindia & Natasha Udu]

    Terlalu banyak langkah yang tidak ke mana

    Hilang arah

    Terlalu sering ku mengiyakan dunia

    Mati rasa

    Terlalu susah untuk menerima fakta

    Bahwa aku belum jadi siapa-siapa

    Besar andil untuk polusi cahaya

    Sampah di penjara termewah dunia


    [Verse 2: Natasha Udu]

    Hati ini tak seikhlas

    Lagu dan tulisan Hindia

    Mual motivasi berujung kembung

    Dipaksa jadi petarung


    [Pre-Chorus: Natasha Udu]

    Mabuk pemasaran di pusat kota

    Mati penasaran di ujung dunia


    [Chorus: Hindia & Natasha Udu]

    Terlalu banyak langkah yang tidak ke mana

    Hilang arah

    Terlalu sering ku mengiyakan dunia

    Mati rasa

    Terlalu susah untuk menerima fakta

    Bahwa aku belum jadi siapa-siapa

    Besar andil untuk polusi cahaya

    Sampah di penjara termewah dunia


    [Instrumental]


    [Outro: Hindia & Natasha Udu]

    Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

    Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

    Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

    Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

    Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

    Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

  15. 15. "Menit Tambahan"

    [Verse 1]

    Atur napas lebih dalam

    Paruh kedua dimulai sudah

    Lapangan yang berubah

    Kembali ke titik nol lagi


    [Pre-Chorus]

    Cari celah, jangan kalah

    Tegak hadapi kehidupan


    [Chorus]

    Bersilang suara di kepala

    Tentang waktu yang tersisa

    Berapa menit tambahan yang kau miliki

    Sebelum peluit panjang jangan berhenti


    [Verse 2]

    Ini mungkin lebih berat

    Kemarin aku hampir tak kuat

    Krisis jati diri, patah hati dan pandemi

    Semua bisa terjadi lagi


    [Pre-Chorus]

    Beri paham pikirmu

    Selalu ada kesempatan kedua

    Beri paham dirimu

    Ada ruang 'tuk lembaran kedua


    [Chorus]

    Bersilang suara di kepala

    Tentang waktu yang tersisa

    Berapa menit tambahan yang kau miliki

    Sebelum peluit panjang jangan berhenti


    [Instrumental]


    [Bridge]

    Melangkah, melangkah merelakan

    Waktu yang berlalu

    Melangkah, melangkah merayakan

    Waktu yang 'kan datang


    [Chorus]

    Bersilang suara di kepala

    Tentang waktu yang tersisa

    Berapa menit tambahan yang kau miliki

    Sebelum peluit panjang jangan berhenti


    [Outro]

    Bersilang suara di kepala (Bersilang suara di kepala)

    Tentang waktu yang tersisa (Tentang waktu yang tersisa)

    Berapa menit tambahan yang kau miliki

    Sebelum peluit panjang jangan oh jangan

    Oh jangan berhenti

    Semua lirik lagu terpopuler Lomba Sihir ini menjadi bukti kalau sebuah lagu tidak harus memiliki lirik ekstra puitis yang penuh kiasan agar enak didengarkan. Kadang kala, lirik sederhana dengan kata-kata yang jujur justru menjadi daya tarik tersendiri yang sukses menggaet banyak pendengar tak terduga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More