Lyodra Kenang Masa Sulit usai Juara Indonesian Idol, Sempat Mau Nyerah

- Lyodra mengenang masa sulit setelah menjuarai Indonesian Idol 2020, ketika pandemi membuat kariernya terhenti dan sempat ingin menyerah serta pulang ke Medan.
- Di tengah keterbatasan tampil akibat pandemi, Lyodra tetap bertahan dengan merilis single yang menjadi penyemangat untuk terus berkarya meski situasi belum pasti.
- Kini Lyodra bersyukur telah memilih bertahan di Jakarta karena berbagai kesempatan baru datang seiring membaiknya keadaan, menjadikannya lebih kuat menghadapi tantangan industri musik.
Jakarta, IDN Times - Mata Lyodra mendadak berkaca-kaca mengenang perjalanan kariernya di industri musik Tanah Air. Siapa sangka, di balik euforia kemenangannya sebagai juara Indonesian Idol Season 10 pada 2020 lalu, ia sendiri sempat menghadapi masa-masa sulit yang sampai membuatnya ingin menyerah saja dan pulang ke Medan, lho.
Hal tersebut diceritakan langsung oleh Lyodra saat media visit di kantor IDN, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Lantas, apa yang membuat penyanyi berusia 23 tahun itu begitu putus asa? Dan hal apa yang pada akhirnya membuatnya memilih untuk bertahan hingga bisa berada di titik kariernya saat ini?
1. Ekspektasi dan realita gak sejalan karena masa pandemik, Lyodra ternyata sempat pengin nyerah dan kembali ke Medan usai menang Indonesian Idol

Di balik keberhasilannya menjadi juara Indonesian Idol Season 10, Lyodra ternyata pernah melewati masa yang cukup berat. Pelantun lagu “Pesan Terakhir” itu mengungkapkan, sempat ingin menyerah saja dan pulang ke kampung halamannya di Medan karena perjalanan kariernya tidak sesuai ekspektasi.
Setelah keluar sebagai juara Indonesian Idol Season 10, Lyodra membayangkan akan langsung disibukkan dengan berbagai jadwal manggung dan aktivitas di dunia hiburan. Namun, pandemik COVID-19 yang melanda Indonesia hanya sekitar sepekan setelah malam kemenangannya mengubah semua rencana tersebut. Industri hiburan nyaris berhenti total sehingga kesempatannya untuk tampil di atas panggung menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebutlah yang membuat Lyodra sempat berpikir untuk menyerah dan pulang ke Medan.
Keinginan Lyodra untuk pulang ke Medan pun semakin kuat, karena saat itu ia merasa kebingungan menjalani hari-harinya di Jakarta. Apalagi, semua keluarga dan teman-teman dekatnya berada di kampung halaman.
“Soalnya semua teman aku di Medan, keluarga aku, semuanya di Medan. Jadi aku bingung banget di sini gak ada siapa-siapa,” katanya.
2. Bertahan karena sempat rilis single

Di tengah minimnya kesempatan manggung akibat pandemik, Lyodra masih bersyukur karena sempat merilis single. Hal tersebut yang kemudian menjadi penyemangat sekaligus alasan baginya untuk tetap bertahan serta tidak menyerah di tengah ketidakpastian. Selama menjalani proses tersebut, Lyodra juga terus berharap agar keadaan segera membaik.
“Untung waktu itu sempat keluarin single. Jadi walaupun emang secara manggung gak jalan, tapi masih ada rekaman live, masih recording keluarin single, dengan harapan, ‘Biasalah, aku bertahan dulu,’” lanjutnya.
3. Bersyukur karena memilih bertahan di Jakarta

Kini, Lyodra merasa semakin bersyukur karena saat itu ia memilih untuk tidak menyerah dan tetap bertahan hingga akhirnya Tuhan membukakan jalan. Seiring berjalannya waktu dengan kondisi yang mulai membaik, berbagai kesempatan datang menghampiri dan membuat Lyodra mampu menjalani kehidupan di Jakarta yang penuh tantangan bersama keluarganya.
“Tapi akhirnya Tuhan buka jalan buat aku, keluarga, jadi kita masih bisa survive tinggal di Jakarta yang keras ini.”
Masa sulit tersebut pun menjadi salah satu fase yang tak terlupakan dalam perjalanan Lyodra. Dari pengalaman itu, ia belajar untuk tetap percaya pada proses dan menjalani setiap tantangan yang datang sebelum akhirnya bisa menikmati hasil dari perjuangannya.



















