Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
“Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti (Instagram.com/isyanasarasvati)
  • Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, dan Jason Ranti merilis “Dogs Are Always True” pada 3 November 2026 sebagai bagian EP Garis Tegak, dengan warna electro-pop.
  • Lagu ini mendokumentasikan perubahan hidup di era AI, berawal dari cerita tetangga Jason Ranti yang terkena PHK setelah pekerjaannya digantikan mesin.
  • Judul lagu menyoroti ketulusan anjing sebagai kontras bagi interaksi dengan AI; lirik digarap spontan, lalu dikembangkan Lafa, Isyana, dan Jason dalam dua workshop.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, dan Jason Ranti resmi merilis lagu kolaborasi bertajuk “Dogs Are Always True” pada 3 November 2026. Mengusung judul yang cukup unik dengan menjadikan anjing sebagai simbol lagu, siapa sangka “Dogs Are Always True” justru memotret kehidupan manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Dirilis sebagai bagian dari EP Garis Tegak milik Lafa Pratomo, lagu ini hadir dengan warna musik electro-pop yang memadukan karakter musikal ketiganya. Kepada IDN Times, Rabu (28/10/2026), Lafa mengungkapkan bahwa ide lagu tersebut berawal dari obrolan sederhana dengan Jason Ranti tentang tetangganya yang terkena PHK karena pekerjaannya tergantikan oleh AI. Nah, selengkapnya, berikut lirik beserta makna lagu “Dogs Are Always True”.

1. Lirik lagu “Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti

“Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti (Instagram.com/isyanasarasvati)

Berikut lirik lagu “Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti.

[Spoken word: Jason Ranti & Isyana Sarasvati]
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, good morning Isyana Sarasvati
Good morning Jason Ranti, good mourning society
Sebelum AI mengambil alih segala sesuatu, biarkan kami untuk party sekali lagi
Are you happy? GPT, please tell me
Oomleo, do re mi, hey baby, are you happy?

AI is my best friend forever and screen is a crime scene but somehow better
Google is a library, IG is my diary, and Twitter is Dylan's Tombstone Blues


Email is a dove, DM is an owl, dislike feels sour, likes are flowers
Comment is a fool, followers are tools, I put bitcoin in all my joints
Shaping a new point of view but there is no point, dogs are always true and life is blue

Serasa ada di masa di mana rasa cuma sementara
Serasa ada di masa di mana mimpi ternyata asli
Ternyata asli

Laptop dancing on my lap, well Donald really need a slap
I think I really need a nap 'cause Daisy really looks so sad
He said the game is over, he refused to be the loser then he took one more maneuver
I didn't see it coming, I didn't see it moving, and now I need a doctor
He said, "Darling, it was fame!", playing with his mind frame
"Tell me what is real and tell me what's the deal", he keeps asking me till there's nothing left to feel

Na na na, na na, na na na
Na na na na na
Serasa ada di masa di mana rasa cuma sementara
Serasa ada di masa di mana mimpi ternyata asli
Ternyata aslI

Serasa ada di masa di mana rasa cuma sementara
Serasa ada di masa di mana mimpi ternyata asli
Ternyata asli

[Spoken word: Jason Ranti]
Perasaan cek, demikian para pendengar terkasih
Begitulah sekilas nuansa kehidupan belakangan ini
Mengapa kamu ke sana? Apa yang salah di sini?
Apa benar memang kamu butuh seribu tahun lagi? Siapa pula yang peduli?
By the way, bolehkah mesin punya emosi?
Di mana lagi cari intimacy? Semua orang sepi
Jangan diganggu, ada ibu sedang memandikan hati anak-anaknya di mesin cuci
Selamat anti bakteri, kami Ranti dan Sarasvati mengucapkan
Sekian dan terima kasih

2. Makna lagu “Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti

“Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti (Instagram.com/isyanasarasvati)

Secara keseluruhan, lirik “Dogs Are Always True” menggambarkan tentang perubahan kehidupan manusia di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau AI. Menurut Lafa Pratomo, lagu ini menjadi semacam dokumentasi pemikiran tentang berbagai kejadian pada 2026, ketika AI mulai mengambil peran dalam banyak aspek kehidupan. Hal tersebut juga tergambar melalui bagian pembuka lagu yang menyebutkan kalimat “Good morning, society”.

Kepada IDN Times, Lafa pun mengungkapkan bahwa gagasan lagu ini sebenarnya bermula dari cerita Jason Ranti tentang tetangganya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pekerjaannya tergantikan oleh AI. Obrolan yang awalnya berlangsung santai itu pun berkembang menjadi diskusi mengenai dampak teknologi terhadap kehidupan manusia.

“Sebelum masuk studio, kami sebenarnya cuma mengobrol biasa. Gak ada intensi khusus untuk menulis sesuatu. Kami sempat membicarakan AI. Jason bercerita bahwa tetangganya baru saja terkena layoff sekitar dua minggu sebelumnya karena pekerjaannya sudah digantikan mesin,” kata Lafa Pratomo, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, pemilihan judul “Dogs Are Always True” memiliki kaitan dengan pandangan Lafa tentang ketulusan. Ia memandang anjing sebagai makhluk yang bisa memberikan kasih sayang tanpa mengharapkan balasan atau keuntungan tertentu. Pandangan tersebut menjadi menarik ketika dikaitkan dengan kebiasaan manusia yang semakin nyaman berinteraksi dengan AI.

Teknologi ini memungkinkan seseorang mendapatkan respons kapan saja, bahkan jawaban yang terasa suportif dan menyenangkan. Namun, respons dari mesin tetap berbeda dengan ketulusan yang hadir dalam hubungan antarmakhluk hidup. AI memang bisa membantu manusia dalam berbagai hal, termasuk menjadi teman bercerita. Akan tetapi, interaksi tersebut tidak serta-merta menggantikan kedekatan emosional dan kasih sayang yang nyata.

“Ketika manusia sudah malas bercerita kepada manusia lain dan akhirnya memilih bercerita kepada mesin, kita perlu ingat bahwa mesin tetaplah mesin,” lanjutnya.

3. Fakta lagu “Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti

“Dogs Are Always True” - Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, Jason Ranti (Instagram.com/isyanasarasvati)

Di balik proses pembuatannya, lagu “Dogs Are Always True” juga menyimpan cerita menarik tentang kolaborasi Lafa Pratomo, Isyana Sarasvati, dan Jason Ranti. Salah satunya adalah perbedaan karakter musikal Isyana dan Jason. Sebelum bergabung dengan proyek ini, Jason Ranti sendiri bahkan sempat mengibaratkan kolaborasinya dengan Isyana terasa seperti mempertemukan Mariah Carey dengan pengamen jalanan karena karakter mereka yang berbeda.

Namun, Lafa sendiri melihat keduanya memiliki kesamaan dari sisi pemikiran dan karakter yang playful sehingga yakin bisa menghasilkan perpaduan musik yang unik.

Proses penciptaan lagu ini berlangsung cukup spontan. Dalam workshop pertama, setelah mengobrol sekitar 10–15 menit, Jason tiba-tiba meminta kertas dan pulpen untuk menuliskan pemikirannya. Tulisan tersebut kemudian menjadi bahan utama lirik “Dogs Are Always True”. Lafa selanjutnya mengolah gagasan Jason ke dalam komposisi musik, sementara Isyana turut memberikan kontribusi melalui melodi dan permainan piano. Meski melibatkan tiga musisi dengan karakter berbeda, proses pengerjaannya ternyata hanya membutuhkan dua kali workshop saja hingga lagu tersebut dirilis.

Lagu ini menjadi kolaborasi kelima dalam EP Garis Tegak garapan Lafa Pratomo. Sebelumnya, proyek tersebut telah mempertemukan Feby Putri dan Matter Mos lewat “Seperti Angka 8”, Nadhif Basalamah dan Hursa dalam “Bukan Kendalimu”, The Jansen dan Bilal Indrajaya melalui “terabas”, serta Ari Lesmana dan White Chorus lewat “Juara Dua”.

Curated For You

Editorial Team

Related Article