showcase Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Penampilan Bernadya dalam showcase album ini juga mencuri perhatian, lho. Lepas dari era gaun hitam yang selama ini menjadi ciri khasnya, kali ini penyanyi asal Surabaya tersebut tampil dengan dua look berbeda yang disesuaikan dengan masing-masing babak pertunjukan.
Pada babak pertama, Bernadya tampil dreamy mengenakan dress yang dipadukan dengan celana jeans. Tambahan sarung tangan yang senada dengan dress pun membuat keseluruhan penampilannya terlihat semakin manis, namun tetap selaras dengan konsep album Semoga Hanya di Mimpi.
Nah, yang paling tak terduga adalah kemunculan Bernadya di babak kedua dengan look ala Y2K. Sekilas, penampilannya mengingatkan saya pada vibe Naykilla yang memang identik dengan estetika era 2000-an. Namun, berbeda dengan Naykilla yang terkenal dengan gayanya yang centil dan ekspresif, Bernadya tetap mempertahankan pesonanya yang anggun.
Nuansa Y2K tersebut juga terasa semakin kuat sepanjang babak kedua showcase karena Bernadya membawakan beberapa lagu lamanya dengan sentuhan musik era 2000-an, lho.
Bukan cuma dari segi penampilan, Bernadya juga menunjukkan sisi lainnya di atas panggung dengan tampil memainkan gitar saat membawakan lagu, “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Jujur, ini jadi salah satu penampilan favorit saya di showcase “Semoga Hanya di Mimpi”. Saat itu, Bernadya terlihat sangat menikmati setiap bagiannya, sementara aransemen lagunya jadi terasa lebih hidup berkat iringan gitar yang salah satunya dimainkan Bernadya sendiri.
Sisi lain Bernadya tersebut juga terlihat ketika ia menyanyikan lagu “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Di tengah lagu, Tenxi tiba-tiba muncul sebagai guest star. Aransemen lagu pun berubah menjadi versi hipdut yang langsung mengubah suasana panggung. Bernadya yang biasanya tampil kalem pun mendadak hipdut hingga asyik berjoget tipis-tipis bersama Tenxi.