Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita MARBLES Ubah Koreografi Tak Ingin Pulang Usai Dikritik Netizen

3 min read
Cerita MARBLES Ubah Koreografi Tak Ingin Pulang Usai Dikritik Netizen
potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026)(dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • MARBLES mengubah koreografi “Tak Ingin Pulang” dari nuansa lembut menjadi lebih hip-hop setelah mempertimbangkan kritik netizen, terutama untuk menonjolkan kemampuan menari mereka.
  • “Tak Ingin Pulang” melanjutkan cerita “HOMPIMPA” dan “Catch Me”, menggambarkan perjalanan cinta dari memilih, mengejar, hingga memutuskan menetap bersama seseorang.
  • Bagian rap Daniella ditulis teman dekatnya, Liam Amadeo. Lagu ini menjadi title track EP perdana MARBLES yang dirilis 12 Oktober 2026 dan berisi lima lagu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah debut, MARBLES mulai merasakan berbagai respons dari publik. Sebagai girl group yang kini menjadi sorotan, kehidupan mereka tentu tidak luput dari beragam komentar netizen, baik yang berisi dukungan maupun kritik.

Meski tidak semua komentar mudah diterima, para member berusaha mengambil sisi positif dari masukan yang membangun agar bisa terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka sebagai performer. Hal ini diceritakan langsung oleh MARBLES saat media visit ke kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Tiffany mewakili grupnya mengungkap bahwa mereka sampai memutuskan untuk mengubah koreografi “Tak Ingin Pulang” setelah mempertimbangkan kritik dari netizen.

  1. 1. MARBLES sempat beberapa kali ubah koreografi “Tak Ingin Pulang” setelah mempertimbangkan kritik netizen

    Potret MARBLES saat berada di kantor IDN di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026, didokumentasikan oleh IDN Times.
    potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026)(dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Setelah “HOMIMPA” dan “Catch Me”, pada Senin (12/10/2026), MARBLES kembali meluncurkan lagu baru berjudul “Tak Ingin Pulang”. Kepada IDN Times, Tiffany menceritakan bahwa koreografi lagu tersebut sempat mengalami beberapa kali perubahan sebelum akhirnya diperkenalkan kepada publik.

    Menurut Tiffany, pada awalnya, koreografi lagu tersebut memiliki gerakan yang lebih lembut dengan nuansa feminin. Namun, setelah mempertimbangkan kritik netizen, mereka memutuskan untuk mengeksplorasi koreografi dengan sentuhan hip-hop yang lebih kuat.

    “Tak Ingin Pulang ini pas awal banget, koreografinya sangat cantik, kemayu-kemayu, lemah-lembut, soft. Tapi, kita berubah ke yang lebih hip-hop karena kritikan dari netizen,” kata Tiffany.

    Bagi MARBLES, kritik soal kemampuan bernyanyi maupun menari justru menjadi motivasi untuk mengembangkan kualitas penampilan mereka.

    “Evaluasinya membuat kita termotivasi untuk membuat karya yang lebih nunjukin dance skill. Jadi, setelah dievaluasi, kita juga merasa lebih bebas,” lanjut Tiffany.

    Kendati demikian, Kyka menjelaskan bahwa MARBLES tetap berusaha memilah komentar yang diterima. Menurutnya, masukan mengenai kemampuan bernyanyi dan menari bisa dijadikan bahan evaluasi untuk terus berkembang. Namun, komentar yang menyangkut hal-hal yang tidak bisa diubah, seperti fisik, sebaiknya dikesampingkan karena setiap orang memiliki kecantikan masing-masing.

  2. 2. Makna lagu “Tak Ingin Pulang”

    MARBLES berpose untuk potret di kantor IDN di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.
    potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026)(dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Menurut Tiffany, “Tak Ingin Pulang” bukan lagu yang berdiri sendiri. Lagu tersebut memiliki keterkaitan cerita dengan dua lagu mereka yang sebelumnya, yakni “HOMPIMPA” dan “Catch Me”, yang mana ketiganya menggambarkan sebuah perjalanan perasaan yang saling berkesinambungan.

    Jika lagi “HOMPIMPA” merepresentasikan fase I choose atau memilih dan “Catch Me” menggambarkan fase I chase atau mengejar, maka “Tak Ingin Pulang” menjadi kelanjutan dari perjalanan tersebut melalui fase I stay atau memilih untuk menetap.

    “Lagu itu merupakan lanjutan dari dua single kita yang lain. Yang HOMPIMPA itu ‘I choose.’ Yang Catch Me itu ‘I chase.’ Terus akhirnya Tak Ingin Pulang itu ternyata ‘I stay’ yaitu I stay, found the love.”

    Melalui rangkaian ketiga lagu tersebut, MARBLES ingin menggambarkan perjalanan seseorang dalam menemukan cinta. Dimulai dari memilih, berusaha mendapatkan, hingga akhirnya menemukan seseorang yang membuatnya ingin menetap dan tidak ingin pergi.

  3. 3. Cerita personal di balik bagian rap “Tak Ingin Pulang” yang dibawakan oleh Daniella

    Potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam dokumentasi IDN Times oleh Rani Asnurida.
    potret MARBLES di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026)(dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Selain perubahan koreografi, lagu “Tak Ingin Pulang” juga menyimpan cerita personal bagi salah satu member MARBLES, yakni Daniella. Ia mengungkapkan bahwa bagian rap yang dibawanya dalam lagu tersebut ditulis oleh teman dekatnya sendiri, Liam Amadeo, putra sutradara Riri Riza.

    Bagi Daniella, keterlibatan orang terdekat dalam proses kreatif tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membanggakan. Ia bahkan merasa terhormat karena mendapatkan kesempatan untuk membawakan bagian rap yang ditulis oleh temannya.

    “Kalau aku personally, teman dekat aku yang nulis rap aku. Itu seru banget. Aku merasa sangat terhormat. Namanya Liam Amadeo, anaknya Mas Riri Riza,” cerita Daniella.

    Adapun lagu “Tak Ingin Pulang” dirilis sebagai title track dari EP perdana MARBLES bertajuk MARBLES pada 12 Oktober 2026. EP tersebut memuat lima lagu, yakni “HOMPIMPA”, “Catch Me”, “Tak Ingin Pulang”, “Hit Reply”, dan “Say It”.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More