Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Proses di Balik Pembuatan Instalasi Korban Hantu Dendam di Ghost in the Cell

Proses di Balik Pembuatan Instalasi Korban Hantu Dendam di Ghost in the Cell
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)
Intinya Sih
  • Proses pembuatan instalasi korban hantu pendendam di film Ghost in the Cell (2026) dimulai dari me-molding karakter dan pembuatan ilustrasi oleh enam ilustrator pilihan Joko Anwar.
  • Dennis Sutanto menerjemahkan hasil ilustrasi menjadi sketsa baru agar mudah dipahami kru, sekaligus menyesuaikan properti tambahan supaya instalasi tampil sebagai pusat perhatian di layar.
  • Tahap akhir melibatkan rigging, detail prostetik, make up, hingga wardrobe; tim produksi hanya diberi waktu dua sampai tiga jam saat syuting sehingga perlu melakukan rehearsal sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Reaksi pertama saya ketika menyaksikan Ghost in the Cell (2026) adalah menegangkan dan bikin mengernyit. Terlebih lagi saat instalasi atau macabre dari korban hantu pendendam ditampilkan secara eksplisit di layar bioskop.

Di balik kengerian itu, saya justru bertanya-tanya, bagaimana proses pembuatannya? Pertanyaan tersebut terjawab setelah saya berbincang dengan Dennis Sutanto, Production Designer dari film Ghost in the Cell (2026).

Dennis menjelaskan bahwa proses paling awal adalah membuat ilustrasi, sekaligus me-molding para karakter. Dilanjutkan dengan proses rigging alias membentuk dan menggantung instalasi seni korban hantu pendendam tersebut.

Fakta menariknya, karena cuma diberi waktu dua sampai tiga jam, tim yang bertanggung jawab harus melakukan rehearsal terlebih dahulu, lho. Berikut wawancara eksklusif IDN Times bersama Dennis Sutanto, Production Designer film Ghost in the Cell (2026) di program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Enam ilustrator dipilih Joko Anwar untuk membuat ilustrasi, di saat bersamaan kru me-molding para karakter

Beberapa kru film sedang bekerja di lokasi syuting luar ruangan dengan peralatan kamera profesional dan suasana pagi berkabut.
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)

Pagi itu, saya duduk di ruangan bernama Pontianak di kantor IDN Surabaya. Ketika saya bertanya bagaimana proses menciptakan instalasi korban hantu pendendam, Dennis Sutanto menjabarkan secara runut dan jelas. Dimulai dengan me-molding atau mencetak prostetik para karakter.

"Me-molding ya, mock-up, membuat prostetik dari badan-badan masing-masing orang yang mau dibuat instalasi," ungkap Dennis yang hari itu tampil dengan t-shirt, kacamata, hingga topi berwarna hitam.

Di saat yang bersamaan, enam ilustrator membuat desain untuk instalasi seni tersebut. Proses ini dilakukan lebih private bersama Joko Anwar. Maka dari itu, kalau kamu penasaran sama makna dari masing-masing instalasi, kayaknya harus nanya langsung ke sutradara Ghost in the Cell (2026) ini.

"Abang bekerja sama dengan enam ilustrator yang track record-nya sudah oke lah. Dia jadi mengkurasi dari banyak ilustrator yang ada di Indonesia. Ada beberapa ilustrator yang memang sudah pernah bekerja untuk DC, untuk Marvel. Terus ngobrolnya kayak person to person," lanjut Dennis.

2. Setelah ilustrasi selesai, Dennis Sutanto harus menerjemahkan dengan bahasanya sendiri agar mudah dipahami kru lain

Seorang pria berkacamata mengenakan topi hitam dan pakaian serba hitam berpose di karpet merah dengan latar belakang bergaya seni dinding.
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)

Setelah ilustrasinya selesai, Dennis berkoordinasi dengan departemen terkait untuk merealisasikan desain tersebut menjadi instalasi korban hantu dendam yang kita lihat di film. Dennis juga berusaha menafsirkan ilustrasi tersebut menjadi visual yang mudah dipahami kru lain.

"Aku bikin sketsa lagi versi aku untuk bercerita ke anak-anak menggunakan bahasaku," jelas Production Designer yang menangani juga film Pengepungan di Bukit Duri (2025) ini.

Selain itu, Dennis juga melakukan riset agar bisa memvisualisasikan instalasi tersebut sebagai center of interest atau center point. Mencari celah supaya saat kamera menyorot adegan tersebut, penonton langsung fokus ke instalasinya.

"Gimana caranya supaya di kamera itu mata (penonton) ngelihatnya langsung ke dia (korban), karena kan ruangan itu cukup besar. Jadi untuk masing-masing instalasi aku membuat cara penyajian, maksudnya cara present-nya kayak apa," sambungnya.

Maka dari itu, ada beberapa properti tambahan di luar apa yang penonton lihat sebelum para korban meninggal. Properti tersebut hadir untuk menyempurnakan instalasi korban hantu pendendam.

"Memang pada akhirnya ada beberapa properti yang tadinya gak ada di set, harus aku masukkan ke set supaya bisa aku pakai di instalasi ini," ujar Dennis.

3. Proses rigging alias membentuk hingga menggantung instalasi seni

Tim produksi film sedang menyiapkan adegan di lokasi syuting dengan pencahayaan hangat di ruangan berubin hijau dan peralatan kamera profesional.
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)

Setelah berkoordinasi dengan departemen terkait, sampailah pada tahap rigging, yaitu membentuk dan menggantung prostetik atau instalasi itu. Dalam proses ini, tim Art turut membantu untuk mendetailkan instalasi korban hantu dendam tersebut.

"Kemudian harus dibentuk dan kita bilang di-rigging, dibentuk, digantung, dan diposisikan sedemikian rupa oleh teman-teman rigging. Kemudian teman-teman Art juga membantu untuk nge-dress dan mendetailkan part-part mana yang menurut kita perlu didetailin gitu," cerita Dennis.

Ia melanjutkan, "Kemudian harus di-make up-in juga. Kemudian harus dikasih wardrobe juga."

4. Gak cuma tim Art, tapi pembuatan instalasi seni ini bersinggungan erat dengan tim prostetik juga

Seorang kru film mengenakan kacamata hitam sedang bekerja di lokasi syuting, memegang peralatan di dekat tangga dan kamera profesional.
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)

Prostetik menjadi salah satu tim yang memegang tanggung jawab besar dalam pembuatan instalasi ini. Khususnya saat menciptakan visual irisan daging, patahan tulang, hingga darah mengucur.

"Mereka memang orang-orang yang berpengalaman, mereka paham kayak harus naruh darah di mana? Darahnya jatuhnya ke arah mana? Material apa yang diperlukan? Itu dari teman-teman Make Up dan Prostetik," cerita Production Designer serial Joko Anwar's Nightmares and Daydreams (2024) ini.

Kamu ingat gak, kalau ada salah satu instalasi yang mengeluarkan air dari mulut korban? Untuk merealisasikan visual tersebut, Dennis juga bekerja sama dengan departemen yang bertanggung jawab atas urusan air.

"Kayak untuk beberapa instalasi, misalnya mau keluar air dari mulutnya. Nah, itu ada departemen lain yang ngurusin airnya," sambung Dennis.

5. Tim produksi melakukan rehearsal, karena pas syuting cuma dikasih waktu merangkai instalasi seni kurang dari tiga jam

Beberapa kru film mengangkat seorang aktor dengan tali di dapur industri besar yang dipenuhi peralatan memasak dan cahaya alami.
Dennis Sutanto, Production Designer (dok. Pribadi/Dennis Sutanto)

Kamu tahu gak, ternyata kru Ghost in the Cell (2026) hanya mendapat waktu sekitar dua sampai tiga jam untuk merangkai instalasi tersebut di lokasi syuting, lho. Maka dari itu, mereka harus melakukan rehearsal terlebih dahulu.

"Kita cuma punya waktu tiga jam, dua jam gitu. Akhirnya kita harus bikin rehearsal dulu," ungkap Dennis.

Emang bisa merangkai instalasi super rumit dalam waktu tiga jam? Jawabannya bisa, karena tim produksi sebelumnya sudah membentuk instalasi tersebut. Dalam waktu dua sampai tiga jam itu, mereka hanya fokus men-dressing atau mendandani.

"Sebenarnya konsepnya kayak nge-dress, masukin barang, terus kemudian mendandani lah ya, make up segala macam, darah," tuturnya.

Proses pembuatan instalasi tersebut sudah dilakukan jauh sebelum syuting Ghost in the Cell (2026) dimulai. Jadi penasaran deh, se-hectic apa Art Department waktu memasang instalasi seni ini, ya?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Related Articles

See More