Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Supergroup Rock yang Berhasil Satukan Para Musisi Hebat
Asia (instagram.com/asiatheband)
  • Supergroup menyatukan musisi dari band atau karier berbeda, tetapi keberhasilannya bergantung pada kemampuan mengesampingkan ego dan membangun musik yang padu.

  • Asia, Temple of the Dog, dan Transatlantic memadukan musisi berpengalaman dengan pendekatan berbeda, menghasilkan karya yang mendapat perhatian lewat hit, penghormatan emosional, dan respons positif.

  • Boygenius meraih pujian serta Grammy melalui The Record, sementara USA for Africa mengumpulkan banyak bintang untuk 'We Are the World' demi bantuan kelaparan Ethiopia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam dunia musik rock, supergroup adalah salah satu bentuk kolaborasi yang paling menarik. Bayangkan beberapa musisi hebat dari band berbeda berkumpul dan menciptakan musik dalam satu proyek. Hasilnya bisa luar biasa karena masing-masing membawa pengalaman, karakter, dan kemampuan bermusik yang sudah teruji.

Namun, mengumpulkan banyak nama besar dalam satu band tidak otomatis menghasilkan karya yang bagus. Justru tantangannya adalah bagaimana setiap anggota bisa mengesampingkan ego dan membuat musik yang terasa sebagai satu kesatuan. Beberapa supergroup berhasil melakukan hal tersebut dan bahkan menghasilkan karya yang masih dikenang hingga sekarang. Berikut lima supergroup yang berhasil menyatukan para musisi hebat dari berbagai latar belakang.

1. Asia

Asia bisa dibilang sebagai salah satu supergroup yang sejak awal sudah terlihat seperti impian para penggemar progressive rock. Band ini beranggotakan Steve Howe dari Yes, John Wetton dari King Crimson, Carl Palmer dari Emerson, Lake & Palmer, serta Geoff Downes dari The Buggles. Dengan kombinasi tersebut, banyak orang mungkin mengira Asia akan membuat lagu-lagu prog rock panjang yang dipenuhi permainan instrumen rumit.

Namun, mereka justru mengambil arah yang lebih mudah diterima pendengar mainstream. Hasilnya langsung terlihat melalui album debut Asia pada 1982. Lagu 'Heat of the Moment' menjadi hit besar dan mencapai posisi keempat di Billboard Hot 100, sementara 'Only Time Will Tell' juga berhasil masuk jajaran tangga lagu.

Meski terdengar sangat pop dan mudah dinikmati, album tersebut tetap menyimpan permainan instrumen dan aransemen yang cukup kompleks. Asia akhirnya membuktikan bahwa kemampuan teknis para musisinya bisa dipadukan dengan melodi catchy tanpa harus membuat musik yang sulit dicerna.

2. Temple of the Dog

Temple of the Dog lahir dari situasi yang jauh lebih emosional dibandingkan kebanyakan supergroup. Proyek ini awalnya dibuat oleh Jeff Ament dan Stone Gossard sebagai penghormatan kepada Andrew Wood, vokalis Mother Love Bone yang meninggal dunia. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Chris Cornell dari Soundgarden, drummer Matt Cameron, serta Eddie Vedder dan Mike McCready yang kelak menjadi bagian penting dari Pearl Jam.

Album satu-satunya mereka, Temple of the Dog (1991), justru terasa intim dan penuh penghormatan. Salah satu momen paling menonjol terdapat dalam lagu 'Reach Down', terutama lewat solo gitar Mike McCready yang berlangsung sekitar lima setengah menit. Alih-alih terdengar seperti ajang unjuk kebolehan, permainan tersebut terasa perlahan dan penuh emosi.

3. Transatlantic

Bagi penggemar progressive rock, Transatlantic merupakan pertemuan sejumlah musisi dengan reputasi luar biasa. Grup ini mempertemukan Mike Portnoy dari Dream Theater, Roine Stolt dari The Flower Kings, Pete Trewavas dari Marillion, serta Neal Morse dari Spock's Beard. Masing-masing sudah punya pengalaman panjang di dunia prog sebelum bergabung dalam proyek ini.

Transatlantic terbentuk ketika progressive rock kembali mendapatkan kehidupan baru di skena musik underground pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Album debut SMPT:e dirilis pada 2000, disusul Bridge Across Forever pada 2001, dan keduanya mendapatkan respons positif dari penggemar maupun kritikus. Karena para anggotanya juga memiliki kesibukan dengan band masing-masing, Transatlantic memang tidak selalu aktif dan sering mengambil jeda panjang.

4. Boygenius

Boygenius menunjukkan bahwa konsep supergroup tidak harus selalu identik dengan band rock klasik yang berisi musisi senior. Trio ini terdiri dari Julien Baker, Phoebe Bridgers, dan Lucy Dacus, tiga penyanyi sekaligus penulis lagu yang sudah memiliki karier solo masing-masing. Ketiganya membawa karakter vokal dan gaya penulisan yang berbeda, tetapi mampu menciptakan harmoni yang terasa sangat natural.

Alih-alih terdengar seperti tiga artis yang sedang berkompetisi, Boygenius terasa seperti sekelompok teman yang memang menikmati proses membuat musik bersama.  Setelah merilis EP Boygenius pada 2018, mereka kembali dengan album penuh The Record pada 2023. Album tersebut mendapatkan pujian besar dari kritikus dan memperoleh tujuh nominasi Grammy, dengan kemenangan untuk Best Alternative Music Album serta Best Rock Performance melalui 'Not Strong Enough'.

5. USA for Africa

Kalau kebanyakan supergroup dibentuk untuk membuat album atau menjalankan tur, USA for Africa memiliki tujuan yang jauh lebih besar. Proyek ini mempertemukan begitu banyak nama terkenal untuk merekam lagu amal 'We Are the World' pada 1985. Michael Jackson dan Lionel Richie menulis lagu tersebut, sementara vokalnya diisi oleh sederet legenda seperti Stevie Wonder, Ray Charles, Bob Dylan, Tina Turner, dan Billy Joel.

Quincy Jones dan Michael Omartian kemudian bertugas sebagai produser dalam proyek yang mempertemukan begitu banyak bintang dalam satu sesi rekaman. Menyatukan musisi dengan ego, jadwal, dan karakter yang berbeda tentu bukan pekerjaan mudah. Proses rekamannya bahkan berlangsung sepanjang malam, tetapi hasilnya menjadi salah satu proyek amal musik paling terkenal dalam sejarah.

Lagu 'We Are the World' dibuat untuk menggalang dana dan meningkatkan perhatian terhadap kelaparan di Ethiopia, sekaligus menunjukkan kekuatan musik untuk mengumpulkan orang dari berbagai latar belakang. Walaupun supergroup memang tidak selalu berhasil hanya karena anggotanya memiliki nama besar. Dari kelima supergroup tersebut, mana yang menurutmu memiliki lineup paling luar biasa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article