3 POV Kang Dan Sim pada Cha Se Gye di My Royal Nemesis

- Kang Dan Sim mendapat kesempatan hidup kedua di dunia modern dan bertekad bertahan dengan memanfaatkan kemampuan politiknya untuk mendekati CEO Cha Se Gye.
- Upaya Dan Sim membangun aliansi gagal karena Cha Se Gye yang penuh kecurigaan menuduhnya sebagai mata-mata dari pesaing bisnis.
- Dari interaksi mereka, Dan Sim menyadari bahwa di balik kekuasaan dan kesuksesan, Cha Se Gye menyimpan kesepian serta sulit mempercayai orang lain.
Bagi Kang Dan Sim (Lim Ji Yeon), second chance setelah tewas mengenaskan di era Joseon adalah segalanya. Gak peduli ia terdampar di dunia modern, prinsipnya cuma satu: "Selama masih hidup, berarti masih ada harapan!"
Demi bertahan hidup, Dan Sim mencoba menggunakan skill politiknya di masa lalu untuk mendekati sang "penguasa" masa kini, Cha Se Gye (Heo Nam Jun). Tapi ternyata, CEO Biojei ini lebih sulit ditaklukkan daripada Raja Joseon. Ini dia POV Kang Dan Sim pada Cha Se Gye di drakor My Royal Nemesis.
1. Cha Se Gye adalah "pejabat tinggi" versi modern

Di mata Dan Sim, hierarki itu gak pernah berubah. Mau di Joseon atau zaman sekarang, orang yang punya kuasa dan dipatuhi banyak orang adalah kunci keselamatan. Melihat Se Gye yang punya pengaruh besar, Dan Sim langsung membidik sang CEO Biojei ini sebagai target aliansi utamanya. High risk, high return, kan?
2. Cha Se Gye punya trust issue

Sialnya, niatnya untuk membentuk aliansi malah mendapat rentetan penolakan. Ia malah dituduh sebagai "orang suruhan" dari salah satu musuh Se Gye. Pebisnis yang punya trust issue ini melihat Dan Sim sebagai mata-mata korporat yang ingin menjatuhkan Biojei. Tuduhan ini membuat Dan Sim menyadari bahwa dunia modern ternyata sama rumitnya dengan era Joseon.
3. Cha Se Gye hidup dengan kesepian

Dari rentetan penolakan itu, Dan Sim menarik sebuah kesimpulan. Ia melihat bahwa sikap defensif Se Gye yang berlebihan adalah cermin dari ketidaktenangan jiwanya. Se Gye memiliki segalanya, mulai dari kekayaan, jabatan, dan pengaruh, tapi ia tidak memiliki orang kepercayaan yang bisa dijadikan sandaran. Itulah yang membuatnya kesepian.
Kang Dan Sim belajar kalau di zaman apa pun, mendekati orang yang berkuasa itu memang nggak mudah. Bedanya, kalau dulu taruhannya adalah nyawa, kalau sekarang taruhannya adalah kesabaran ekstra untuk menghadapi CEO yang trust issue-nya tingkat dewa. Semangat ya, Dan Sim!


















