Review Film Number One, Bikin Haru tapi Apa Ceritanya Bagus?

Film Number One mempertemukan kembali Choi Woo Shik dan Jang Hye Jin sebagai anak-ibu, dengan kisah emosional tentang Ha Min yang berjuang menyelamatkan ibunya dari takdir misterius.
Meskipun premisnya menarik dan mengharukan, film ini dinilai dangkal secara cerita karena konflik serta subplot kurang dieksplorasi mendalam.
Chemistry natural antara Woo Shik dan Hye Jin menjadi daya tarik utama, sementara aspek visual sederhana sudah mampu mendukung cerita film ini.
Setelah cukup dinantikan, film Number One akhirnya tayang di Indonesia. Film ini menjadi reuni menarik karena mempertemukan kembali Choi Woo Shik dan Jang Hye Jin yang sebelumnya sempat main bareng dalam film Parasite (2019). Gak hanya itu saja, Woo Shik juga reuni dengan sutradara Kim Tae Yong setelah mereka kerja bareng dalam project film Set Me Free (2014).
Memang gak dimungkiri lagi kalau nama besar Choi Woo Shik menjadi daya tarik tersendiri untuk film ini. Itulah yang membuat gak sedikit pencinta film Korea sampai para penggemar Woo Shik memasang ekspektasi tinggi untuk perannya dalam film Number One. Selengkapnya, simak dulu review film Number One dari IDN Times berikut ini!
Sinopsis Number One (2026)
Bagaimana jadinya seorang anak dapat melihat waktu hidup ibunya semakin berkurang setiap kali menyantap makanan buatan sang ibu? Sedih pasti, khawatir apalagi. Premis itulah yang coba diangkat sutradara Kim Tae Yong dalam film Number One.
Setelah sang kakak meninggal secara tragis dalam kecelakaan, Ha Min (Choi Woo Shik) yang saat itu masih berusia 18 tahun mulai melihat angka misterius yang menghitung mundur setiap ia memakan masakan buatan ibunya sendiri, Eun Sil (Jang Hye Jin). Semakin angkanya terus berkurang, Ha Min kian meyakini kalau itu merupakan pertanda hari-hari yang tersisa sebelum kematian ibunya.
Sebagai manusia, Ha Min jelas kaget banget dengan angka itu. Gak hanya khawatir saja, ia pun gelisah dan mulai memikirkan cara supaya angka itu gak terus berkurang. Akhirnya demi menyelamatkan sang ibu, Ha Min terpaksa mengambil keputusan besar dengan menjauh dari ibunya dan tidak lagi memakan masakan rumah. Namun, situasi makin rumit setelah Ha Min beranjak dewasa dan didiagnosis menderita penyakit serius. Lantas, apakah ketakutan Ha Min akan kehilangan ibunya benar-benar terjadi?
| Producer | - |
| Writer | Kim Tae Yong, Sora Uwano |
| Age Rating | R13 |
| Genre | Fantasi, Drama |
| Duration | 105 Minutes |
| Release Date | 11-03-2026 |
| Theme | Hubungan ibu-anak, adaptasi novel |
| Production House | Semicolon Studio, studiodoublem, BY4M Studio, IPD Company |
| Where to Watch | Cinema XXI, CGV, Cinepolis |
| Cast | Choi Woo Shik, Jang Hye Jin, Gong Seung Yeon, Yoo Jae Myung |
Trailer Number One (2026)
Cuplikan Film Number One (2026)
Review Film Number One (2026)
1. Film Number One bikin terharu, tapi sayangnya dangkal secara cerita
Diadaptasi dari novel karya Sora Uwano, You Have 328 More Times Left to Eat Your Mother's Home Cooking, premis yang diangkat sutradara Kim Tae Yong dalam film Number One memang terbilang menarik. Berangkat dari itulah saya akui ada beberapa adegan yang sukses membuat terharu setelah selesai menontonnya secara lengkap. Bagi saya, penonton dapat mengikuti cerita yang disuguhkan dengan mudah tanpa harus repot-repot berpikir keras.
Akan tetapi, saya merasa sisi naratifnya agak kurang dieksplorasi lebih dalam sehingga film Number One terasa dangkal secara cerita. Sepanjang film diputar, kisahnya lebih menitikberatkan pada pergulatan Ha Min dalam menghindari angka misterius dan usaha membuat ibundanya tetap hidup. Sementara subplot lain yang ditampilkan kurang diperdalam dan terkesan hanya menjadi pelengkap saja, sehingga kelihatan tak begitu menarik kalau dibandingkan dengan plot utama.
Saya menilai, cerita film Number One sebenarnya juga masih bisa diperkuat melalui konflik yang dihadirkan. Sayangnya, kesempatan mengeksekusi konflik tampak kurang dimaksimalkan secara baik. Selain itu, film ini juga masih berpotensi menyisakan tanda tanya tersendiri untuk beberapa penonton karena cerita asal-usul soal kemunculan angka tersebut tidak begitu dijelaskan secara detail.
Di sisi lain, tak ada hal yang spesial kalau berbicara soal set dan sinematografi. Aspek visual sederhana dalam film ini dirasa sudah mampu mendukung cerita yang disuguhkan. Apalagi, film Number One juga bisa membuat penonton lapar sekaligus ngiler karena ada banyak makanan yang ditampilkan. Ini pun menjadi poin plus untuk memperkenalkan makanan-makanan yang ada di Korea kepada penonton yang mungkin belum pernah mencicipinya sama sekali.
2. Chemistry ibu-anak antara Hye Jin dan Woo Shik yang terasa natural
Bagian yang menarik dari film ini adalah kehadiran Choi Woo Shik. Sebagai pemeran utama, ia mampu menampilkan karakternya sebagai Ha Min dengan cukup baik. Terlebih lagi, emosi yang diperlihatkan Woo Shik turut memberi kehidupan pada ceritanya.
Sementara itu, Jang Hye Jin yang berperan sebagai ibu Ha Min bernama Eun Sil tampak seperti ibu-ibu dalam film atau drama Korea umumnya. Memang tak ada yang istimewa dari perannya, tapi chemistry Hye Jin dan Woo Shik bisa dibilang turut mencuri perhatian saya sebagai penonton. Chemistry yang mereka tampilkan sebagai ibu dan anak terasa natural, dan bahkan terlihat seperti sungguhan. Tanpa disadari, interaksi tersebut mempunyai peran besar untuk menghidupkan dan mendukung kisah pada film.
Selain itu, film Number One juga dibintangi Gong Seung Yeon sebagai Ryeo Eun, pacar Ha Min. Namun, karakter yang ia perankan tampak kurang mendapatkan pengembangan lebih jauh dalam cerita. Padahal, karakternya memiliki potensi besar untuk dikembangkan agar cerita menjadi lebih menarik. Walau begitu, Seung Yeon tetap mendapatkan apresiasi karena kemampuannya dalam membawakan karakter Ryeo Eun ke hadapan penonton.
3. Apakah film Number One layak ditonton di bioskop?
Mengingat masih memiliki kekurangan tersendiri, Number One jelas bukanlah film yang sempurna. Di samping kekurangan tersebut, saya sebagai orang yang sudah nonton duluan tetap mengakui kalau film Number One memiliki pesan moral tentang hubungan keluarga, utamanya ibu dan anak, yang bisa dipetik penonton.
Film ini memang bukan tontonan untuk semua orang. Kalau kamu penasaran dengan ceritanya dan ingin melihat aksi Choi Woo Shik-Jang Hye Jin atau bahkan rindu dengan ibu, maka Number One cocok kamu tonton langsung di bioskop.
Sebelum menonton, jangan lupa siapkan tisu terlebih dahulu karena ada adegan yang bisa bikin kamu terharu. Film Number One tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Maret 2026. Tertarik untuk nonton film terbaru Choi Woo Shik satu ini?