Banyak orang mengira work-life balance berarti harus selalu membagi waktu secara sama rata antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Padahal, keseimbangan tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan mengelola energi, prioritas, dan tanggung jawab tanpa membuat salah satu sisi kehidupan terus terabaikan. Kesalahpahaman soal konsep ini justru dapat membuat seseorang terlalu nyaman, kehilangan dorongan untuk berkembang, atau kurang peka terhadap peluang karier.
Di tengah budaya kerja yang serba cepat, menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi memang menjadi hal yang penting. Namun, keseimbangan bukan berarti menghindari tantangan, menolak tanggung jawab tambahan, atau selalu memilih pilihan yang paling nyaman. Supaya karier tetap bertumbuh tanpa mengorbankan kehidupan pribadi, yuk pahami beberapa kesalahan dalam memaknai work-life balance berikut ini.
