Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Spons Cuci Piring Harus Diganti, Jangan Tunggu Hancur!

5 Tanda Spons Cuci Piring Harus Diganti, Jangan Tunggu Hancur!
Ilustrasi Cuci Piring (Pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Spons cuci piring perlu diganti bila tetap berbau tidak sedap setelah dibilas, karena bau dapat menandakan peningkatan bakteri seiring usia spons.
  • Kerusakan fisik seperti pinggiran terkikis, lapisan terlepas, bentuk berubah, warna kusam menetap, atau tekstur berlendir menjadi tanda spons tak layak dipakai.
  • Spons yang tampak normal pun tidak selalu aman digunakan lama; bakteri seperti Salmonella dan E. coli dapat berkembang tanpa membuatnya terlihat kotor atau berbau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kapan terakhir kali kamu mengganti spons cuci piring? Meski masih terlihat cukup bagus, bukan berarti spons tersebut masih layak digunakan. Kondisinya yang sering basah dan bersentuhan dengan sisa makanan membuat spons perlu diganti secara rutin.

Lalu apa tanda spons cuci piring sudah waktunya diganti? Daripada menunggu sampai benar-benar hancur, yuk, kenali tanda-tandanya sejak awal!

  1. 1. Spons mulai mengeluarkan bau gak sedap

    ilustrasi cuci piring
    ilustrasi cuci piring (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Coba cium spons setelah dibilas. Kalau masih mengeluarkan aroma gak sedap, sudah waktunya mempertimbangkan untuk membuangnya. Bau menjadi salah satu tanda paling mudah dikenali dari spons yang sudah terlalu lama digunakan.

    "Bau dapat menjadi salah satu indikator spons sudah perlu diganti," ungkap Mikrobiolog Charles Gerba, profesor di University of Arizona, dilansir dari Abcnews.

    Menurutnya, beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan munculnya bau pada spons dan jumlahnya dapat meningkat seiring bertambahnya usia spons. Jangan sampai alat yang seharusnya digunakan untuk membersihkan justru sudah berbau gak sedap.

  2. 2. Bentuknya mulai rusak dan terkikis

    Spons cuci piring
    ilustrasi spons cuci piring (pexels.com/Karola G)

    Selain bau, kondisi fisik spons bisa menjadi petunjuk yang cukup jelas. Coba perhatikan apakah bagian pinggirnya mulai terkikis, lapisan spons terlepas, atau bentuknya sudah gak seperti saat pertama digunakan.

    “Ketika bagian pinggirnya mulai terlihat aus, itu menjadi tanda yang baik untuk membuangnya,” papar Gerba lagi.

    Kamu gak perlu menunggu sampai spons terbelah atau hancur sepenuhnya. Kalau bentuk dan teksturnya sudah berubah cukup jauh, kamu bisa mulai menggantinya dengan yang baru

  3. 3. Warnanya sudah berubah dan terlihat kotor

    Cuci piring
    Cuci piring (pexels.com/ Kampus Production)

    Spons yang dipakai setiap hari tentu gak akan selalu terlihat seperti baru. Namun, perubahan warna yang cukup jelas dan gak hilang setelah dibersihkan bisa menjadi tanda spons sudah waktunya diganti. Jika terus digunakan, beberapa noda dapat menetap dan membuat spons terlihat semakin kusam.

    Melansir dari American Cleaning Institute dalam artikel berjudul "Ask ACI: Sanitizing Your Sponge", disebutkan bahwa spons disarankan segera diganti ketika sudah mengalami perubahan warna. Mereka juga merekomendasikan penggantian spons secara rutin, bukan sekadar berdasarkan tampilannya.  

  4. 4. Spons mulai terasa berlendir

    ilustrasi sikat cuci piring
    ilustrasi sikat cuci piring (pexels.com/Ron Lach)

    Spons memang akan basah ketika digunakan, tetapi seharusnya masih bisa dibilas dan diperas sampai cukup bersih. Tekstur yang terus terasa berlendir setelah dibilas bisa menjadi tanda spons sudah gak layak dipertahankan.

    Mikrobiolog Trina McMahon, Ph.D., profesor di University of Wisconsin menyebut bau dan tekstur berlendir sebagai dua indikator yang bisa digunakan untuk menentukan kapan spons perlu dibuang.  Kondisi spons yang sering lembap membuatnya menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan bakteri.

    "Spons merupakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri karena sering basah, gak selalu mengering dengan sempurna, dan bisa menyimpan sisa makanan," ungkapnya, dilansir dari Epicurious.

  5. 5. Sudah terlalu lama digunakan

    Ilustrasi sabun cuci piring
    Ilustrasi sabun cuci piring (instagram.com/Vivaan Rupani)

    Kadang spons gak berbau, warnanya masih terlihat normal, dan bentuknya pun belum rusak. Apakah berarti spons masih aman digunakan terus? Belum tentu. Studi BfR pada 2026 (dilansir dari bfr.bund.de) menemukan bakteri seperti Salmonella dan E. coli dapat berkembang biak dalam spons tanpa membuat spons tampak kotor, berminyak, atau berbau.

    Jadi, jangan hanya menggunakan kondisi fisik sebagai patokan. Kalau spons sudah dipakai cukup lama, menggantinya secara rutin bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk menjaga kebersihan dapur.

    Yuk, sekarang cek spons di rumahmu. Apakah sudah seharusnya diganti?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More