Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Berhadapan dengan Teman Kantor yang Suka Pamer Ilmu, Arogan!
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Hadapi rekan kerja yang suka pamer ilmu tanpa terpancing emosi; respons tenang membantu menjaga energi dan mencegah ego mereka semakin besar.
  • Alihkan obrolan ke topik di luar pekerjaan untuk memberi sinyal secara sopan, sekaligus membuka peluang mengenal sisi personal rekan kerja.
  • Jika perilaku berlanjut, bangun batasan sehat dan bersikap asertif; fokuslah meningkatkan kinerja, mengenali kemampuan, serta menjaga respons diri sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki dunia kerja, kamu pasti akan bertemu dan berhadapan dengan berbagai macam tipe orang. Tak terkecuali, tipe orang arogan. Orang seperti ini biasanya hobi pamer ilmu tanpa ditanya, hanya demi menerima validasi bahwa dirinya pintar. Yang dipentingkan hanya ego semata

Berhadapan dengan tipe orang seperti ini pasti melelahkan dan menguras energi. Tiap ngobrol, pasti ia ingin selalu terlihat dominan dan menguasai semua topik. Seolah sulit untuk benar-benar membangun hubungan yang tulus. Gak usah risau kalau berhadapan dengan tipe orang seperti ini. Kamu bisa coba lima tips cerdas di bawah.

1. Gak usah terpancing emosi

ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/Edmond Dantès)

Tentu rasanya gak enak menanggapi orang yang hobi bicara selangit. Lagi curhat soal kerjaan, eh dia malah beri saran A-Z tanpa ditanya. Padahal, niatmu hanya ingin bercerita saja. Tapi, doi malah pamer soal ilmu dan pengetahuannya.

Gak perlu kesal atau terpancing emosi, ya. Rugi sendiri, yang ada tenagamu malah habis terkuras untuk meladeni orang yang tidak seharusnya kamu ladeni.

2. Balas dengan tenang

ilustrasi pasangan ngobrol di kantor (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Orang tipe ini pasti mengharap reaksi berlebihan dari orang sekitarnya. Saat kamu marah atau terkesan, justru semakin membengkak egonya. Menghadapi tipe orang seperti ini harus dengan sikap tenang dan sabar.

Belajarlah jadi pribadi yang gak mudah untuk terpengaruh ucapan orang. Jangan gampang tersinggung kalau rekan kerjamu hobi memaparkan fakta ini-itu tanpa ditanya, anggaplah sebagai ajang bertukar ilmu.

3. Alihkan topik pembicaraan tentang hal-hal di luar pekerjaan

ilustrasi ngobrol dengan sahabat (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Saat berhadapan dengan orang yang hobi dump info seperti ini, coba ajak dia untuk ngobrol hal lain di luar pekerjaan. Kamu bisa cerita tentang hobi, makanan kesukaan, atau tempat rekreasi favorit. Mungkin kelihatannya receh, tapi mengalihkan topik bisa jadi cara sopan dalam memberitahu lawan bicara bahwa kamu tidak tertarik.

Dengan membahas hal di luar pekerjaan, kamu juga jadi bisa lebih mengenal rekan kerjamu. Bukan hanya tentang skill atau kemampuan kerjanya, melainkan juga hal-hal personal yang membuat kalian lebih dekat.

4. Bangun batasan yang sehat

ilustrasi wanita berdebat (pexels.com/George Milton)

Kalau kamu sudah coba cara di atas tapi doi masih belum peka dan terus unjuk kemampuan, berarti waktunya untukmu membangun batas. Batas yang sehat penting agar lawan bicaramu tahu bagaimana harus memperlakukanmu.

Coba bangun jarak dengan ketemu hanya untuk membahas hal penting, gak lagi basa-basi, terapkan sikap asertif dengan lawan bicara. Sikap asertif gak berarti jahat, justru itu bukti kamu respek terhadap dirimu.

5. Fokus tingkatkat kinerjamu

ilustrasi bekerja di cafe (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Untuk apa fokus ke perjalanan orang lain? Jangan biarkan ucapan orang menjadi batu sandungan untukmu meraih tujuan. Cukup fokus pada kinerjamu sendiri. Kenali apa yang menjadi kelebihan dan kekuranganmu, lalu bangun kualitas kerja dengan konsisten.

Orang dengan kemampuan tinggi sekalipun akan kalah dengan orang yang disiplin dan konsisten dengan diri sendiri. Jadi, jangan minder, ya. Kamu pun harus berani menunjukkan kemampuanmu pada orang lain.

Semenyebalkan apa pun, kita gak bisa kontrol karakter orang lain. Jadi, lebih baik fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan: yakni karakter dan responmu dalam menghadapi rekan kerja arogan. Yang paling penting, jangan bawa hati, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article