Menjadi caregiver sering membuat seseorang terbiasa menempatkan kebutuhan orang lain di depan kebutuhannya sendiri. Ketika sebagian besar waktu, tenaga, dan perhatian tercurahkan untuk merawat anggota keluarga, rasa bersalah pun bisa muncul dengan mudah. Bahkan, hal-hal yang sebenarnya wajar dilakukan untuk diri sendiri terkadang terasa seperti sebuah kesalahan.
Masalahnya, caregiver guilt tidak selalu muncul karena merasa gagal memberikan perawatan terbaik. Kadang, rasa bersalah justru muncul ketika seorang caregiver sedang berusaha menjalani hidupnya sendiri. Berikut beberapa bentuknya yang mungkin tidak selalu disadari.
