Ilustrasi wanita sibuk bekerja (Pexels.com/odette green)
Memberi penjelasan kepada atasan bukan berarti urusan selesai. Setelah sampai di kantor, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membahas keterlambatan. Segera cek pekerjaan yang tertunda, meeting yang mungkin sudah dimulai, atau pesan dari tim yang perlu ditindaklanjuti.
Sikap setelah datang justru bisa menunjukkan seberapa serius kamu bertanggung jawab. Dalam artikel SHRM tentang keterlambatan, DeLonzor menekankan pentingnya membuat jadwal, menggunakan estimasi waktu yang realistis, dan mengembangkan kebiasaan untuk melakukan sesuatu lebih awal.
Ia juga menyarankan penggunaan “action statement” untuk membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih sadar terhadap waktu, misalnya dengan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah aku bersikap realistis atau terlalu optimis mengenai waktuku?”
Oleh karena itu, kalau keterlambatan akibat KRL terjadi sesekali, jangan langsung menganggap kariermu akan bermasalah. Namun, kalau kejadian serupa berulang, evaluasi kembali rutinitas perjalananmu. Coba berangkat dengan kereta yang lebih awal, siapkan alternatif rute, cek informasi perjalanan sebelum berangkat, atau beri buffer waktu lebih panjang.
Profesionalitas bukan berarti tidak pernah terlambat. Melainkan mampu berkomunikasi dengan baik ketika sesuatu yang tidak terduga terjadi dan belajar mengurangi kemungkinan masalah yang sama terulang.
Keterlambatan karena KRL memang bisa membuat pagi terasa kacau, tetapi bukan berarti kamu harus ikut panik ketika menjelaskannya kepada atasan. Beri kabar secepat mungkin, sampaikan fakta secara singkat, minta maaf dengan wajar, berikan estimasi waktu yang realistis, lalu tunjukkan tanggung jawab setelah tiba.