Ilustrasi pasangan (unsplash.com/Photo by Wesley Tingey)
Di sisi lain, memilih hubungan juga tidak seharusnya berarti meninggalkan ambisi pribadi. Ada hubungan yang justru membuat seseorang berkembang karena pasangan memahami kebutuhan karier, memberikan dukungan ketika pekerjaan sedang berat, dan tidak merasa terancam ketika pasangannya mendapatkan kesempatan baru.
Penelitian tentang pasangan muda yang sedang memasuki dunia kerja menunjukkan bahwa transisi menuju pekerjaan penuh waktu tidak berlangsung terpisah dari kehidupan romantis. Perencanaan karier, perkembangan pekerjaan, kepuasan kerja, hingga keputusan tentang keluarga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan dan kesempatan yang dimiliki pasangan.
"Sebagian besar pasangan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya mewujudkan proyek-proyek mereka seiring berjalannya waktu. Tindakan dan tujuan terkait proyek tersebut juga didorong oleh keinginan mendasar untuk saling mendukung selama masa transisi menuju dunia kerja, namun di sisi lain dibatasi oleh kondisi keuangan mereka," laporan studi Journal of Vocational Behavior berjudul Young adult couples transitioning to work: The intersection of career and relationship dari laman ScienceDirect.
Maka, pasangan yang sehat bukanlah orang yang selalu berkata, “Pilih aku atau pekerjaanmu.” Hubungan yang lebih sehat justru memberi ruang untuk berdiskusi: kapan harus memprioritaskan pekerjaan, kapan hubungan membutuhkan perhatian lebih, dan bagaimana keduanya bisa menyesuaikan diri ketika situasi berubah.