Gaya kepemimpinan di tempat kerja sering kali menjadi cermin dari dinamika psikologis internal seorang atasan. Dikutip dari ulasan riset kepemimpinan dari Ryan Gottfredson dan Psychology Today, perilaku kepemimpinan yang toksik dan tone-deaf umumnya berakar dari trauma masa lalu yang memicu penyempitan window of tolerance serta gangguan kecerdasan emosional.
Ketidakmampuan memproses luka lama menciptakan pola komunikasi yang terpisah dari realitas bawahan, sehingga tim rentan mengalami kelelahan mental. Berikut adalah lima ciri pemimpin tone-deaf akibat bayang-bayang trauma masa lalu di lingkungan kerja.
