Budaya lembur masih menjadi fenomena yang umum dijumpai di berbagai perusahaan. Meski banyak organisasi mulai menerapkan konsep work-life balance, kenyataannya tidak sedikit pekerja yang tetap harus menghabiskan waktu lebih lama di kantor demi menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, dalam beberapa lingkungan kerja, lembur dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.
Di balik kebiasaan tersebut, terdapat sejumlah fakta menarik yang menunjukkan bahwa budaya lembur bukan sekadar soal jam kerja yang panjang. Ada faktor kebiasaan, pola pikir, hingga sistem perusahaan yang membuat budaya ini terus bertahan. Berikut lima fakta budaya lembur yang masih dianggap wajar di dunia kerja.
