Ilustrasi bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)
Chatbot bisa memberikan lima ide dalam beberapa detik. Namun, ketika menghadapi masalah yang sebenarnya terjadi di dunia kerja, persoalannya sering tidak sesederhana membuat prompt. Kamu perlu memahami masalah, menemukan penyebabnya, memilah informasi yang relevan, kemudian menentukan solusi yang paling masuk akal.
Di sinilah analytical thinking menjadi penting. Menurut Future of Jobs Report 2025, 69 persen perusahaan yang disurvei menganggap analytical thinking sebagai keterampilan inti tenaga kerja. Bahkan, keterampilan ini berada di posisi pertama dalam daftar core skills yang dibutuhkan perusahaan.
"Sebagaimana dalam dua edisi laporan sebelumnya, berpikir analitis tetap menjadi keterampilan inti utama bagi pemberi kerja, dengan tujuh dari sepuluh perusahaan menganggapnya sebagai hal yang esensial," demikian laporannya dalam World Economic Forum.
Misalnya, ketika penjualan sebuah produk turun, jangan langsung meminta AI membuat strategi pemasaran. Kamu perlu mencari tahu terlebih dahulu apakah masalahnya berasal dari harga, produk, kompetitor, distribusi, promosi, atau perubahan perilaku konsumen. AI bisa membantu menganalisis data, tetapi kemampuan menentukan pertanyaan yang tepat tetap membutuhkan manusia.