Ilustrasi hari pertama bekerja (pexels.com/Photo by Mikhail Nilov)
Kalau harus memilih, hard skill biasanya menjadi pintu masuk karena perusahaan perlu memastikan kandidat mampu melakukan pekerjaan yang dibutuhkan. Namun, soft skill dapat menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan dalam situasi nyata.
Seorang content writer, misalnya, perlu menguasai SEO dan kemampuan menulis sebagai hard skill. Tetapi ia juga harus mampu menerima revisi, berkomunikasi dengan editor, memahami kebutuhan pembaca, mengatur deadline, dan beradaptasi dengan perubahan algoritma.
Hal tersebut sejalan dengan laporan World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 yang menyebut keterampilan teknis dan keterampilan interpersonal sebagai bagian yang sama-sama penting. Mereka mencatat bahwa technological literacy, empathy and active listening, curiosity and lifelong learning, serta kemampuan interpersonal melengkapi skill inti yang dibutuhkan pekerja. Dengan kata lain, perusahaan semakin membutuhkan orang yang mampu menggunakan teknologi sekaligus tetap efektif bekerja dengan manusia.
"Berpikir analitis tetap menjadi keterampilan inti teratas bagi pemberi kerja, dengan tujuh dari 10 perusahaan menganggapnya penting. Ini diikuti oleh ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan, bersama dengan kepemimpinan dan pengaruh sosial, yang menggarisbawahi peran penting adaptabilitas dan kolaborasi di samping keterampilan kognitif. Berpikir kreatif dan motivasi serta kesadaran diri masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima," dikutip dalam laporan Future of Jobs Report 2025.
"Kesepuluh keterampilan inti teratas dilengkapi dengan literasi teknologi, empati dan mendengarkan aktif, rasa ingin tahu dan pembelajaran sepanjang hayat, manajemen bakat, dan orientasi layanan serta layanan pelanggan," lanjutnya.
Jadi, hard skill vs soft skill sebenarnya bukan ‘pertandingan’ untuk menentukan mana yang menjadi pemenang. Untuk Gen Z yang sedang memulai karier, strategi terbaik adalah membangun kombinasi keduanya: pilih hard skill yang relevan dengan pekerjaan yang diincar, lalu perkuat dengan komunikasi, critical thinking, teamwork, adaptability, dan kemampuan belajar.