Kamu punya side job apa saja? Tentu rasanya melelahkan saat dirimu mesti melakoni pekerjaan lebih dari satu. Banyak waktu habis cuma buat bekerja. Namun, jika ini tidak dilakukan, maka pemenuhan kebutuhan sehari-hari mungkin menjadi sangat berat.
Honor dari Side Job Lebih Besar daripada Gaji, saatnya Resign?

- Penghasilan side job yang melampaui gaji utama perlu dievaluasi lewat catatan pemasukan dan rata-rata pendapatan jangka panjang, agar keputusan resign tidak dipicu euforia beberapa bulan.
- Pekerjaan utama bisa memberi kepuasan, identitas sosial, serta manfaat asuransi kesehatan dan jiwa; setelah resign, premi perlindungan tersebut harus ditanggung sendiri.
- Resign menuntut totalitas untuk mengembangkan side job, bukan berarti bekerja lebih santai. Keputusan perlu dihitung matang karena kembali ke kantor lama belum tentu memungkinkan.
Buatmu, bisa kerja dobel termasuk anugerah daripada cuma punya satu pekerjaan dan kesejahteraanmu rendah. Seiring ketekunanmu menjalankan pekerjaan sampingan, bukan tidak mungkin lambat laun penghasilan dari situ juga terus bertambah. Dari semula hasilnya cuma bisa buat beli bahan bakar beberapa liter misalnya, sampai per bulan menyamai bahkan melampaui gaji dari pekerjaan utama.
Pasti kamu senang sekali dan mulai punya banyak imajinasi terkait pekerjaan sampingan tersebut serta masa depanmu. Keinginanmu untuk resign dari pekerjaan utama yang gajinya minim pun menguat. Apakah itu bakal menjadi keputusan tepat? Ketika honor dari side job lebih besar daripada gaji, baca dulu poin-poin di bawah ini supaya dirimu jauh dari penyesalan.
1. Jangan buru-buru, lihat stabilitasnya dulu

ilustrasi berpikir sepulang kerja (pexels.com/Ketut Subiyanto) Kamu harus mengecek catatan pemasukan dari pekerjaan sampingan. Pastikan kenaikan pendapatannya berapa? Apakah hal tersebut terus terjadi selama setahun terakhir atau sebenarnya masih naik turun?
Tanpa pengecekan yang cermat, dirimu boleh jadi cuma terjebak euforia ketika merasa 2 sampai 4 bulan terakhir hasil dari side job sangat bagus. Atau, dari penghasilan tersebut dirimu belum menghitung rata-ratanya. Bila angka rata-rata pemasukan dari pekerjaan sampingan telah ditemukan, baru kamu tahu pantas resign atau nanti-nanti saja dulu.
2. Bekerja bukan hanya untuk mencari uang

ilustrasi bekerja (pexels.com/Thirdman) Tujuan utama orang dewasa bekerja tentu untuk memperoleh uang. Uang tersebut dipakai untuk memenuhi segala kebutuhan. Akan tetapi, uang bukan satu-satunya tujuan atau alasan orang bekerja dan memilih jenis pekerjaannya.
Misalnya, pendapatanmu sebagai afiliator sudah lebih besar daripada gajimu sebagai pengajar. Namun, kegiatan mengajar memberimu perasaan bahagia yang sangat dalam. Kepuasanmu mencapai puncaknya setiap melihat siswa dari tidak tahu menjadi pandai.
Bahkan peserta didikmu mencetak berbagai prestasi sampai di luar sekolah. Apakah kamu akan mengorbankan kebahagiaanmu sebagai pendidik? Bahkan tidak salah jika dirimu tetap mempertahankan pekerjaan utama karena faktor gengsinya di mata masyarakat. Toh, side job tetap bisa berjalan.
3. Setelah resign, asuransi bayar sendiri

ilustrasi melihat hasil foto (pexels.com/Michael Burrows) Biasanya pekerjaan sampingan di sektor informal. Khususnya kalau pekerjaan utamamu sudah di sektor formal. Jam kerjanya panjang dan kaku. Side job di sektor informal paling memungkinkan untukmu mengatur waktu serta energi.
Kalau ini akan menggeser pekerjaan utamamu, ada hal-hal yang harus diperhitungkan dengan cermat. Sekarang asuransi kesehatan dan jiwamu sudah otomatis dibayarkan oleh tempat kerja. Setidaknya sebagian dari preminya.
Sementara itu, jika kamu resmi melepasnya, maka keduanya mesti dibayar sendiri. Kelihatannya mungkin tidak seberapa. Akan tetapi, pembayaran yang bersifat wajib tiap bulan, padahal pekerjaan informal lebih rentan, dapat membuatmu kepayahan ketika terjadi penurunan penghasilan.
4. Resign bukan biar lebih santai, justru totalitas di satu bidang

ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Vitaly Gariev) Memang kerja dobel bikin capek fisik dan mental. Wajar kamu sebenarnya ingin melakukan satu pekerjaan saja. Apalagi ketika pendapatan dari pekerjaan sampingan makin bagus. Rasanya itu sudah cukup buat hidup dan menyiapkan masa depan.
Namun, jangan sampai ada pemikiran bahwa setelah dirimu resign berarti dapat jauh lebih santai. Kamu tetap harus bekerja keras supaya keputusan memenangkan side job tidak berujung penyesalan. Pastikan dirimu benar-benar siap mencurahkan seluruh energi ke sana.
Dengan demikian, hasil kerja yang sudah bagus selama kamu masih bekerja ganda sekarang dapat lebih ditingkatkan. Contoh, semula pendapatanmu dari situ mencapai 3 juta rupiah. Ini telah melebihi gajimu dari pekerjaan utama yang hanya 2,4 juta rupiah. Setelah kamu resign, semestinya pemasukan dapat bertambah menjadi 4 atau 5 juta rupiah.
5. Ingat, kalau sudah resign gak bisa kembali ke kantor lama

ilustrasi bekerja (pexels.com/John Diez) Resign dengan alasan apa pun bukan hal yang menakutkan, asal kamu sudah siap dengan segala konsekuensinya. Saat ini dirimu sedang sangat antusias dengan pekerjaan sampingan yang berhasil memberimu lebih banyak penghasilan. Namun, apakah meninggalkan pekerjaan utama merupakan langkah paling tepat?
Pahami bahwa apa pun yang terjadi nanti dengan pekerjaan sampingan yang sudah bergeser menjadi pekerjaan utama dan satu-satunya, dirimu tak dapat melangkah mundur. Kamu tidak bisa kembali lagi ke kantor lama sekalipun dulu prestasi kerjamu luar biasa.
Artinya, dirimu tak boleh gagal dengan keputusan yang diambil. Jangan sampai saat kenyataan tak sesuai harapan semula, penyesalanmu amat dalam serta panjang. Kamu bukan sekadar akan cuti, melainkan melepas satu pekerjaan buat selamanya.
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk membuatmu tak pernah berani mengambil langkah maju terkait pekerjaan. Akan tetapi, kamu tetap harus berhati-hati. Dirimu pernah merasakan penghasilan dari satu pekerjaan saja gak memadai buat memenuhi kebutuhan hidup. Jika honor dari side job lebih besar daripada gaji, jangan tergesa-gesa untuk resign. Lakukan observasi dan perhitungan yang cermat.







![[MADING] STOP PERUNDUNGAN MULAI DARI KITA. Mengenal, Mencegah, dan Mengatasi Seluruh Bentuk Kekerasan dan Perundangan di Lingkungan Remaja](https://image.idntimes.com/post/20261107/img-20261106-wa0019_63b85599-68ca-4254-8195-2075dc7f6f36.jpg)






![[MADING] Suara Eksistensi Tangan Kiri, Antara Refleksi dan Aksi](https://image.idntimes.com/post/20261106/suara-eksistensi-tangan-kiri-antara-reaksi-dan-aksi_20261106_165026_0000_c782a942-f650-43e6-a11c-422c767497c5.png)
![[MADING] Uangmu, Masa Depanmu: Bekal Anak Muda untuk Masa Depan](https://image.idntimes.com/post/20261106/cover-mading_c56ca11c-8eed-46a2-a32c-9d1ebe2e5136.png)
![[MADING] D.O.M.P.E.T: Dana Optimal Pengelolaan Terpadu](https://image.idntimes.com/post/20261106/dompet_db0078cc-e86f-4aff-a71f-d03f6f093125.png)






