Indosat Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Karyawan

- Indosat Ooredoo Hutchison memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan karyawan.
- Pekerjaan yang dulunya memakan waktu berhari-hari sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan menit berkat kehadiran AI.
- Perusahaan juga menggunakan machine learning untuk menganalisis data karyawan, termasuk memprediksi kemungkinan mereka keluar dari perusahaan.
Jakarta, IDN Times – Indosat Ooredoo Hutchison memanfaatkan teknologi Akal Imitasi (AI) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan karyawan. Hal ini disampaikan oleh SVP–Head of People & Culture Indosat Ooredoo Hutchison, Lisa Qonita, saat menjadi salah satu pembicara dalam sesi bertajuk “Human Capital Development: Unlocking Indonesia’s Economic Potential” Indonesia Summit 2025, di The Tribrata, Jakarta pada Kamis (28/8/2025).
“Tentu kalau untuk development banyaklah. Kita AI based learning pasti ada. Tapi kita juga membuat karyawan kita lebih produktif,” katanya saat mengisi sesi.
Menurut Lisa, beberapa pekerjaan yang cenderung dilakukan berulang sebagian besar kini digantikan AI, mulai dari penggajian, pengelolaan benefit karyawan, hingga sistem tanya-jawab terkait hak karyawan.
“Pekerjaan yang tadinya 10 hari sekarang bisa cuma 10 menit. Pekerjaan yang tadinya dua hari sekarang bisa cuma lima menit,” kata Lisa.
Lisa menegaskan, kehadiran AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan membantu karyawan agar bisa fokus pada hal-hal strategis.
“Kalau kita gak harus mengerjakan pekerjaan yang sama berulang-ulang terus, kita bisa menjadi lebih strategik, kita punya waktu untuk men-develop diri kita sendiri, mikirin hal-hal yang lebih strategis daripada hal-hal yang emang setiap hari itu-itu mulu, kapan kita bisa maju kalau ngerjain hal-hal yang itu-itu terus?” kata Lisa.
Selain itu, Indosat juga menggunakan machine learning untuk menganalisis data karyawan, termasuk memprediksi kemungkinan mereka keluar dari perusahaan (flight risk). Hasil analisis tersebut diberikan kepada para pemimpin tim agar bisa mengambil langkah yang tepat.
“Kemudian juga AI di kita, di Indosat itu ada suatu machine learning yang berdasarkan banyak data yang bisa memprediksi, ini orang kira-kira flight risknya akan seperti apa. Ini orang bakal cepat pengen keluar apa nggak. Nah, itu nanti datanya dikasih tahu ke leadernya,” kata Lisa
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.