Budaya senioritas masih cukup kuat di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, kampus, organisasi, hingga tempat kerja. Orang yang lebih dulu bergabung biasanya dianggap memiliki pengalaman dan kedudukan lebih tinggi. Sebenarnya, menghormati orang yang lebih berpengalaman bukanlah sesuatu yang salah. Masalah muncul ketika status senior digunakan sebagai alasan untuk memperlakukan orang lain secara semena-mena.
Tidak sedikit tindakan perundungan (bullying) yang justru dianggap sebagai bagian dari tradisi atau proses pembentukan mental. Junior yang mendapat perlakuan buruk diminta untuk bersabar, sementara senior merasa tindakannya wajar karena pernah mengalami hal serupa. Lantas, kenapa budaya senioritas bisa membuat bullying terus terjadi, bahkan dianggap sebagai sesuatu yang normal?
