Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menegur Orang yang Menyerobot Antrean tanpa Memicu Keributan

4 min read
5 Cara Menegur Orang yang Menyerobot Antrean tanpa Memicu Keributan
ilustrasi antrean tiket film (pexels.com/fearvi)
  • Tegur penyerobot antrean dengan kalimat sederhana, sopan, dan nada ramah agar keberatan tersampaikan tanpa mempermalukan atau memicu emosi.
  • Sampaikan teguran segera setelah kejadian, jelaskan bahwa orang lain telah menunggu, serta fokus pada tindakan yang perlu diperbaiki, bukan menyerang karakter.
  • Jika pelaku tetap menolak, bersikaplah tegas tanpa menghina; bila situasi memanas atau agresif, minta bantuan petugas dan utamakan keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengantre membutuhkan kesabaran, apalagi jika kamu sudah menunggu cukup lama. Namun, rasa kesal bisa muncul ketika seseorang tiba-tiba menyelak antrean seolah-olah orang lain gak sedang menunggu. Meski ingin menegur, pilih kata-kata yang tepat agar masalah ini gak berujung adu mulut.

Menyerobot antrean menunjukkan sikap gak menghargai waktu orang lain, tetapi membalasnya dengan kemarahan belum tentu menyelesaikan masalah. Kamu bisa menyampaikan keberatan secara tegas tanpa mempermalukan atau memancing emosi orang tersebut. Yuk, simak cara menegur orang yang menyerobot antrean tanpa memicu keributan!

  1. 1. Tegur dengan sopan dan gunakan kalimat sederhana

    ilustrasi mengantre untuk naik kereta
    ilustrasi mengantre untuk naik kereta (pexels.com/pham-huan)

    Pasti menyebalkan ketika kamu sudah mengantre cukup lama, tetapi seseorang tiba-tiba menyela di depanmu. Meski kesal, cobalah menegurnya dengan sopan. Misalnya, “Permisi, antreannya dari belakang sana, ya.” Kalimat sederhana ini cukup untuk mengingatkan tanpa membuat orang tersebut merasa dipermalukan.

    Dikutip dari TIME, Nick Leighton, pakar etiket sekaligus pembawa acara podcast Were You Raised by Wolves?, menyarankan agar teguran disampaikan dengan nada ramah, seolah-olah kamu hanya ingin membantu. Bahkan jika orang tersebut sengaja menyerobot, kamu tetap perlu menjaga nada bicara agar situasi gak semakin panas.

    "Sekalipun mereka sengaja melakukannya, kamu tetap harus menggunakan nada bicara seperti itu," ujar Nick Leighton.

  2. 2. Sampaikan teguran sesegera mungkin

    ilustrasi antrean panjang
    ilustrasi antrean panjang (pexels.com/freestocks)

    Jika kamu yakin seseorang telah menyerobot antrean, sebaiknya sampaikan keberatan ketika kejadian itu baru berlangsung. Jangan menunggu terlalu lama sambil menunjukkan ekspresi kesal. Emosi yang menumpuk bisa membuat teguran terdengar lebih tajam. Semakin cepat kamu menyampaikan dengan tenang, semakin mudah pula menghindari perdebatan.

    Nick Leighton juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk menegur orang yang menyerobot antrean relatif singkat. Jika kamu membiarkan situasi berlangsung lama, percakapan justru bisa lebih canggung karena kedua pihak telanjur kesal. Karena itu, sampaikan teguran, tetapi tetap jaga nada bicara agar gak terdengar mengintimidasi.

    "Kesempatanmu sangat singkat. Begitu hal itu terjadi, saat itulah kamu perlu mengatakan sesuatu," ujar Nick Leighton.

  3. 3. Jelaskan bahwa orang lain sudah menunggu lama

    ilustrasi antrean panjang
    ilustrasi antrean panjang (pexels.com/fearvi)

    Jika antrean cukup panjang, jelaskan situasinya agar orang tersebut memahami dampak tindakannya. Kamu bisa mengatakan, “Maaf, antrean di sini cukup panjang dan kami sudah menunggu sejak tadi.” Kalimat ini mengingatkan bahwa ada orang lain yang juga perlu dihargai tanpa harus menuduh atau menyindir.

    Dikutip dari TIME, Ryan Martin, profesor psikologi sekaligus Dekan College of Arts, Humanities and Social Sciences di University of Wisconsin–Green Bay, menyarankan agar masalah disampaikan secara langsung. Kamu bisa menjelaskan bahwa orang-orang sudah menunggu lama agar dia menyadari kesalahannya. Fokuslah pada tindakan yang perlu diperbaiki, bukan menyerang karakter orang tersebut.

  4. 4. Tetap tegas jika orang tersebut menolak mengalah

    ilustrasi antrean panjang
    ilustrasi antrean panjang (pexels.com/infou)

    Ada kalanya seseorang tetap bersikeras menyerobot antrean meski sudah ditegur dengan sopan. Jika situasinya masih aman, sampaikan permintaan yang lebih tegas. Misalnya, “Maaf, sebaiknya kamu kembali ke belakang antrean karena kami sudah menunggu sesuai urutan.” Hindari hinaan atau sindiran yang bisa membuat situasi semakin memanas.

    Ryan Martin menyarankan agar keberatan disampaikan secara langsung tanpa menghina orang yang menolak mengalah. Namun, kamu juga perlu menyadari bahwa gak semua orang mau menerima teguran atau mengakui kesalahannya. Jika dia tetap menolak, gak perlu memaksakan perdebatan karena kamu gak bisa mengendalikan respons orang lain.

  5. 5. Minta bantuan petugas jika situasi mulai memanas

    ilustrasi antrean panjang
    ilustrasi antrean panjang (pexels.com/alankrantas)

    Jika orang yang menyerobot mulai membentak atau bersikap agresif, jangan memaksakan diri menghadapinya sendirian. Mintalah bantuan petugas keamanan, karyawan, atau pengelola tempat untuk menangani masalah tersebut. Langkah ini lebih aman, terutama di tempat umum dengan sistem antrean yang jelas.

    Nick Leighton menegaskan bahwa keselamatan harus diutamakan daripada etiket. Jika situasi berpotensi memicu pertengkaran, gak ada salahnya mundur daripada mengambil risiko yang lebih besar. Menjaga ketertiban memang penting, tetapi keselamatanmu tetap harus menjadi prioritas.

    Menegur orang yang menyerobot antrean memang gak selalu mudah, tetapi kamu bisa menyampaikan keberatan dengan sopan tanpa harus memancing keributan. Tetaplah tegas, hargai orang lain, dan jangan ragu mengutamakan keselamatan jika situasi mulai memanas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More