“Ada rentang yang luas mengenai apa yang dianggap ‘normal’,” jelas Christin Close, DPT, seorang fisioterapis anak bersertifikat, dikutip dari Cleveland Clinic. “Perkembangan tidak mengikuti jadwal yang kaku. Seorang bayi mungkin mulai merangkak pada usia 7 bulan, sedangkan bayi lainnya mungkin baru mulai mendekati usia 11 bulan. Keduanya tidak masalah,” tambahnya.
Kapan Bayi Mulai Merangkak? Kenali Tanda dan Cara Membantunya

Melihat bayi mulai aktif bergerak tentu menjadi momen yang dinantikan orangtua. Setelah lebih sering digendong, si Kecil perlahan belajar berpindah tempat sendiri, salah satunya dengan merangkak. Namun, setiap bayi punya tahapan tumbuh kembang berbeda, jadi gak perlu membandingkannya dengan bayi lain.
Merangkak bukan sekadar kemampuan untuk berpindah tempat, tetapi juga bagian penting dari perkembangan fisik dan kemampuan bayi mengenali lingkungan. Lantas, kapan bayi biasanya mulai merangkak dan bagaimana cara membantu si Kecil menguasai kemampuan ini? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Pada usia berapa bayi mulai merangkak?

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/hasanalbari) Bayi biasanya mulai merangkak pada usia 6–10 bulan. Meski begitu, setiap bayi berkembang dengan kecepatan berbeda, bahkan ada yang melewati fase merangkak dan langsung belajar menarik tubuhnya untuk berdiri, berjalan sambil berpegangan pada perabot, hingga berjalan sendiri.
Selain membuat bayi lebih leluasa bergerak, merangkak juga menjadi salah satu tahap menuju gerakan yang lebih kompleks, seperti berdiri, berjalan, hingga berlari. Karena perkembangan setiap anak tidak selalu sama, orangtua sebaiknya memperhatikan kemajuan si Kecil secara keseluruhan, bukan hanya terpaku pada kapan ia mulai merangkak.
“Merangkak merupakan tonggak perkembangan yang sangat penting bagi bayi karena menjadi langkah pertama menuju kemampuan bergerak secara mandiri,” kata Rallie McAllister, M.D., seorang dokter keluarga dan salah satu penulis buku The Mommy MD Guide to Your Baby’s First Year, dikutip dari Parents.
2. Tanda-tanda bayi siap merangkak

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/pixabay) Sebelum mulai merangkak, bayi biasanya menunjukkan beberapa tanda kesiapan. Salah satunya adalah mulai mengangkat tubuh dan menopang badan dengan kedua tangan saat melakukan tummy time, yaitu aktivitas tengkurap dengan pengawasan orangtua.
Seiring perkembangannya, bayi mungkin mulai duduk tanpa bantuan, berguling ketika berbaring, serta mengayunkan tubuh ke depan dan belakang dengan bertumpu pada kedua tangan dan lutut. Ia juga bisa terlihat berusaha bergerak maju menggunakan tangan atau mencoba menjangkau mainan yang menarik perhatiannya.
Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa bayi sedang melatih kemampuan geraknya untuk berpindah tempat secara mandiri. Namun, tidak semua bayi menunjukkan tanda dengan urutan yang sama, sehingga orangtua gak perlu khawatir jika perkembangan si Kecil sedikit berbeda dari bayi lainnya.
3. Bagaimana merangkak memengaruhi perkembangan fisik bayi?

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/ivansamkov) Merangkak membutuhkan koordinasi antara pikiran dan tubuh bayi. Menurut Rallie McAllister, kemampuan ini melibatkan keterampilan motorik kasar, kesadaran visual-spasial, kemampuan kognitif, pemecahan masalah, dan keseimbangan.
“Merangkak memberikan latihan bagi seluruh tubuh yang memperkuat tangan, lengan, kaki, otot inti, pinggul, dan bahu untuk mendukung keterampilan selanjutnya, seperti berjalan dan berlari,” jelas Dr. Close.
Agar bisa merangkak, otot punggung, leher, bahu, lengan, serta bagian inti tubuh bayi perlu cukup kuat untuk menopang berat badan dan menjaga keseimbangan. Penglihatan juga berperan penting karena bayi belajar memusatkan perhatian pada objek dan memperkirakan jaraknya melalui koordinasi kedua mata.
“Bayi yang merangkak mengembangkan keterampilan navigasi dan menghafal berbagai hal,” kata McAllister.
Misalnya, bayi akan belajar bahwa untuk mencapai keranjang mainan, ia perlu melewati meja ruang tamu dan bergerak di sekitar kursi. Dengan begitu, merangkak turut membantu bayi mengenali lingkungan dan mencari cara untuk mencapai benda yang diinginkan.
4. Cara membantu bayi belajar merangkak

ilustrasi seorang ibu melatih bayi sikat gigi (pexels.com/martproduction) Salah satu cara membantu bayi mempersiapkan diri untuk merangkak adalah memberikan waktu tummy time yang cukup dengan pengawasan. Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan batang tubuh saat bayi mengangkat kepala untuk melihat sekeliling, sedangkan gerakan menendang saat tengkurap turut melatih otot pinggul dan kaki.
Jika bayi kurang menyukai tummy time, orangtua bisa meletakkan mainan favorit sedikit di luar jangkauannya atau berbaring di hadapannya untuk menarik perhatian. Kamu juga bisa mengajaknya bermain saat ia tengkurap di atas dada, selama tetap diawasi dan dilakukan dengan memperhatikan keselamatannya.
Selain melatih kemampuan fisik, pastikan lingkungan rumah aman untuk bayi yang mulai aktif bergerak. Gunakan alas antiselip jika diperlukan, singkirkan benda berbahaya dari jangkauannya, periksa lantai dari paku atau serpihan kayu, dan pasang pagar pengaman di area tangga. Berikan pula dorongan positif dan kesabaran karena bayi membutuhkan waktu untuk berlatih serta mengenali lingkungan sekitarnya.
Setiap bayi memiliki waktu tumbuh kembang yang berbeda, jadi dampingi si Kecil berlatih merangkak tanpa perlu terburu-buru. Pastikan ia berlatih dengan aman dan konsultasikan kepada dokter jika kamu khawatir dengan perkembangan atau kemampuan geraknya.























