“Estetika tahun 1920-an sedang mengalami kebangkitan kembali yang modis. Gaun berpotongan pinggang rendah, potongan rambut bob yang rapi, dan kalung mutiara berlapis-lapis mendominasi panggung peragaan busana dan street style," kata Kirsty Thatcher dari majalah mode Australia, Russh, mengutip laman AP News.
Mengenal Gaya Art Deco dalam Fashion, Era Vintage Glam Balik Lagi!

- Gaya Art Deco, yang berkembang pada 1920-an dan 1930-an, kembali menginspirasi fashion melalui perpaduan kemewahan vintage, modernisme, dan detail kontemporer.
- Ciri utamanya meliputi pola geometris, garis tegas, kain sutra, beludru, satin, serta aksen metalik emas dan perak yang hadir dari haute couture hingga streetwear.
- Pada 2026, manik-manik, rumbai, kain metalik, siluet glamor, warna pastel vintage, dan tekstur satin-sutra menonjol dalam koleksi desainer serta gaya sehari-hari.
Tren fashion kini menemukan kembali inspirasi dari masa lampau dengan menghadirkan sentuhan vintage dan estetika antik. Tren ini mengingatkan kita pada era art deco, sejalan dengan tren maksimalisme di tahun 2026 ini.
Para desainer mode, editor, kreator, hingga selebritas Hollywood di red carpet sama-sama tertarik dengan elemen art deco. Mulai dari hiasan manik-manik, rok berbulu, gaun vintage, dan sepatu hak tinggi klasik. Semuanya diimbangi dengan beberapa detail modern. Nah, kalau kamu tertarik dengan dunia mode, jangan lewatkan pembahasan mengenai gaya art deco dalam fashion, di sini, yuk!
1. Sejarah Art Deco

Ilustrasi fashion Art Deco (pexels.com/Felix Young) Gaya Art Deco dalam mode merupakan estetika glamor machine-age yang berkembang pada sekitar tahun 1920-an dan 1930-an. Muncul setelah Perang Dunia I, gaya ini menandai pergeseran dari pakaian era Victoria dan Edwardian yang kaku menuju kebebasan, modernisme, dan kemewahan.
Art Deco secara teknis lebih menggambarkan gaya arsitektur hingga kilauan gemerlap yang akhirnya meluas ke dunia mode. Istilah "Art Deco" sendiri digunakan untuk menggambarkan gaya geometris yang sangat berkilau, yang terinspirasi oleh aksesori masa lalu.
Berasal dari Prancis, daya tarik dalam desain modern terletak pada kemewahan dan keanggunannya. Industri mode saat ini, dengan kecenderungannya untuk menghidupkan kembali dan menafsirkan ulang, terus mengambil inspirasi dari kekayaan visual Art Deco, mengintegrasikan fitur-fitur khasnya ke dalam gaya kontemporer, hingga menjadikannya pengaruh timeless di dunia mode.
2. Elemen Art Deco

Ilustrasi fashion Art Deco (pexels.com/RAJESH KUMAR VERMA) Gaya Art Deco dalam fashion langsung dapat dikenali dari penggunaan pola geometris yang ramping dan garis-garis yang tegas dan bersih. Desainer modern menggabungkan elemen-elemen ini ke dalam konstruksi pakaian dan desain cetak, menghasilkan pakaian yang mencerminkan kecanggihan dan dinamisme era Art Deco.
Penggunaan kain mewah dan hiasan metalik merupakan ciri khas fesyen yang terinspirasi Art Deco. Sutra, beludru, dan satin, yang dihiasi dengan aksen emas dan perak, sering digunakan untuk menciptakan kembali kemewahan khas era tersebut dalam koleksi busana haute couture dan busana ready-to-wear kontemporer.
Pengaruh Art Deco juga meluas melampaui mode kelas atas hingga ke pakaian sehari-hari hingga street wear. Pakaian dan aksesori modern yang menampilkan motif, pola, dan siluet yang terinspirasi Art Deco memungkinkan kamu untuk menggabungkan keanggunan dan kecanggihan gerakan tersebut ke dalam lemari pakaian sehari-hari, memadukan gaya klasik dengan mode kontemporer.
3. Gaya Art Deco di tahun 2026

Gaya fashion Art Deco ala Olivia Dean (instagram.com/oliviadeano) Manik-manik, rumbai, kain metalik, dan siluet glamor menjadi ciri khas kebangkitan Art Deco. Contohnya, elemen itu menjadi pusat perhatian pada koleksi rok Prada yang dihiasi permata dengan sangat teliti di peragaan busana musim semi 2027.
Semakin banyak desainer yang bereksperimen dengan warna pastel vintage. Salah satunya adalah desainer Kim Shui dan Carolina Herrera yang mengeksplorasi dinamika merah muda dan hijau selama New York Fashion Week. Di tempat lain, ada aksen duri-duri yang berkilauan dan hiasan megah pada perhiasan, yang mana keduanya merupakan ciri khas gaya arsitektur Art Deco.
Tekstur juga menjadi fokus utama mode Art Deco tahun ini. Ada juga penggunaan bahan satin dan sutra yang semakin marak, ditambah detail fringe dan tassel yang mencerminkan sentuhan old Hollywood.
4. Ide mengaplikasikan Art Deco ke dalam outfit sehari-hari

Gaya fashion Art Deco ala Laufey (instagram.com/laufey) Potongan atasan bergaya vintage menambahkan sentuhan keanggunan klasik pada pakaian kasual, apalagi jika dipadukan bersama celana jeans. Gaya Art Deco modern dapat terlihat maksimal secara effortless. Kamu juga bisa memadukan detail ini dengan pakaian yang lebih formal untuk kerja atau kuliah, seperti celana panjang dan rok midi yang ramping.
Sementara itu, untuk special occasion seperti acara pesta, coba pilih satu item yang mencirikan fashion Art Deco untuk memperkuat estetikanya dan menjaga agar yang lainnya tetap modern dan minimalis. Dengan memanfaatkan item "old money" dari beberapa tahun terakhir, hal itu seharusnya tidak terlalu sulit.
Mengubah aturan gaya kuno adalah cara cerdas untuk mengikuti tren vintage ini. Padukan busana yang secara tradisional feminin, seperti tank top bahan velvet warna aprikot dengan celana bergaris-garis atau rok lilit berhiaskan manik-manik dengan rompi jas. Dasi juga menjadi pertimbangan untuk menciptakan kontras yang dipakai bersama blus berlipit (draped blouses).
Nah, itulah sedikit insight tentang gaya Art Deco dalam fashion, yang kembali populer dalam tren mode tahun ini. Gimana, kamu tertarik mengaplikasikan gaya ini di kehidupan sehari-hari?























