ilustrasi pekerja kantor (pexels.com/Arina Krasnikova)
Terakhir, rasa bersalah bisa muncul karena kita memikirkan hari pertama setelah cuti. Bayangan kotak masuk yang penuh, tugas baru, sampai proyek yang terus berjalan membuat liburan terasa kurang tenang.
"Mereka membayangkan 'hukuman' berupa tumpukan pekerjaan yang menanti di hari Senin pertama mereka kembali. Antisipasi terhadap stres pasca-liburan inilah yang membunuh rasa tenang dan memicu rasa bersalah saat mengajukan cuti," terang Dr. David Ballard, Psikolog Organisasi, dalam laporan American Psychological Association (APA).
Kekhawatiran tersebut sebenarnya bisa dikurangi dengan persiapan sebelum cuti. Buat daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan, informasikan tugas yang sedang berjalan, dan tentukan siapa yang bisa dihubungi jika memang muncul kebutuhan mendesak.
Demikian penjelasan mengapa kita sering merasa bersalah saat mengambil cuti. Rasa bersalah saat mengambil cuti bisa muncul karena banyak hal, mulai dari budaya kerja hingga tuntutan terhadap diri sendiri. Namun, selama tanggung jawab sudah dipersiapkan dengan baik, gak ada salahnya menggunakan waktu cuti untuk benar-benar beristirahat, kok!