Pengalaman magang bisa menjadi modal penting ketika kamu mulai melamar pekerjaan, terutama kalau belum punya banyak pengalaman profesional. Dari kegiatan magang, kamu mungkin sudah pernah mengerjakan proyek, menggunakan tools tertentu, berkoordinasi dengan tim, atau membantu menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan posisi yang ingin dilamar. Sayangnya, semua pengalaman itu belum tentu terlihat menarik kalau cara menuliskannya di CV kurang tepat.
Di sisi lain, pengalaman magang yang sebenarnya cukup berharga bisa terlihat seperti sekadar kegiatan rutin kalau deskripsinya terlalu umum atau kurang menunjukkan kontribusi. Perekrut perlu memahami apa yang pernah kamu kerjakan, kemampuan apa yang digunakan, dan apa yang bisa kamu bawa ke posisi yang sedang dilamar. Supaya pengalaman magangmu gak tenggelam di antara informasi lain, perhatikan lima kesalahan berikut saat menyusun CV.
