Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Kamu Susah Fokus Saat Bekerja, Bukan Cuma karena Lelah

3 min read
5 Penyebab Kamu Susah Fokus Saat Bekerja, Bukan Cuma karena Lelah
ilustrasi laki-laki susah fokus bekerja (magnific.com/jcomp)
  • Susah fokus saat bekerja tidak selalu berarti malas atau kurang disiplin; konsentrasi dapat terganggu oleh faktor internal dan eksternal yang membuat tugas terasa lebih berat.
  • Digital fatigue, multitasking, dan kurang tidur dapat menguras energi mental, menghambat pemrosesan informasi, meningkatkan kesalahan, serta membuat pekerjaan berjalan lebih lambat.
  • Tekanan kerja dan lingkungan penuh distraksi juga melemahkan perhatian; langkah yang disarankan meliputi jeda layar, fokus satu tugas, tidur konsisten, mengatur prioritas, dan membatasi notifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekerjaan yang biasanya selesai dalam satu jam bisa terasa jauh lebih lama ketika pikiran sulit diajak bekerja sama. Kamu sudah duduk di depan laptop, membuka dokumen, tetapi perhatian justru berpindah ke notifikasi atau hal lain yang gak mendesak.

Kondisi susah fokus saat bekerja gak selalu menandakan kamu malas atau kurang disiplin. Ada faktor internal dan eksternal yang bisa mengganggu konsentrasi, mulai dari kelelahan mental hingga kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus. Sebelum buru-buru menyalahkan diri sendiri, yuk kenali lima penyebab yang mungkin membuat pekerjaan harian terasa lebih berat.

  1. 1. Digital fatigue akibat terlalu lama menatap layar

    ilustrasi perempuan menggunakan handphone
    ilustrasi perempuan menggunakan handphone (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Bekerja di depan layar seharian membuat otak terus menerima rangsangan visual dan informasi digital. Kamu mungkin berpindah dari dokumen pekerjaan ke email, rapat daring, lalu pesan instan tanpa jeda yang cukup. Aktivitas ini bisa menimbulkan digital fatigue yang membuat perhatian lebih mudah terpecah.

    Dampaknya gak selalu berupa mata lelah atau kepala terasa berat. Kamu juga bisa kesulitan memahami instruksi sederhana, membaca dokumen berulang kali, atau mempertahankan perhatian. Cobalah mengambil jeda singkat secara berkala dan mengalihkan pandangan dari layar agar pikiran punya waktu beristirahat.

  2. 2. Kebiasaan multitasking yang menguras konsentrasi

    ilustrasi perempuan multitasking
    ilustrasi perempuan multitasking (magnific.com/cookie_studio)

    Membalas pesan sambil menyusun laporan mungkin terasa seperti cara menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Padahal, otak harus berulang kali mengalihkan perhatian ketika kamu berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya. Perpindahan tersebut membutuhkan energi mental dan berisiko membuat pekerjaan lebih lambat.

    Kebiasaan ini juga meningkatkan kemungkinan kesalahan, terutama ketika kamu menangani tugas yang membutuhkan ketelitian. Alih-alih mengerjakan semuanya bersamaan, tentukan satu pekerjaan utama untuk diselesaikan terlebih dahulu. Setelah tugas itu mencapai target yang jelas, barulah beralih ke pekerjaan berikutnya.

  3. 3. Kurang tidur membuat pikiran sulit bekerja optimal

    ilustrasi perempuan mengantuk
    ilustrasi perempuan mengantuk (magnific.com/KamranAydinov)

    Kamu mungkin merasa masih sanggup bekerja setelah tidur larut malam, tetapi kemampuan berkonsentrasi belum tentu optimal. Kurang tidur dapat mengganggu perhatian, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, tugas sederhana terasa lebih rumit karena otak kesulitan memproses informasi secara efisien.

    Masalah ini sering muncul ketika pekerjaan menumpuk dan waktu istirahat terus dikorbankan. Padahal, menambah jam kerja belum tentu meningkatkan produktivitas jika tubuh kekurangan pemulihan. Usahakan menjaga jadwal tidur yang konsisten dan evaluasi kebiasaan malam yang membuatmu terus terjaga.

  4. 4. Kelelahan mental akibat tekanan pekerjaan

    ilustrasi laki-laki lelah
    ilustrasi laki-laki lelah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Beban kerja berlebihan, tenggat ketat, dan tuntutan untuk selalu siap bisa menguras energi secara mental. Saat pikiran dipenuhi kekhawatiran tentang tugas berikutnya, perhatianmu lebih sulit bertahan pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Kondisi ini dapat membuatmu merasa sibuk sepanjang hari, tetapi sedikit pekerjaan benar-benar selesai.

    Kelelahan mental juga bisa muncul ketika kamu terus memikirkan pekerjaan di luar jam kantor. Coba pecah tugas besar menjadi beberapa langkah kecil dengan target yang realistis. Jika beban terasa terus meningkat, komunikasikan prioritas kepada atasan daripada memaksakan diri menyelesaikan semuanya sekaligus.

  5. 5. Lingkungan kerja penuh distraksi

    ilustrasi orang bekerja
    ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Suara percakapan rekan kerja, notifikasi ponsel, dan orang yang berlalu-lalang bisa mengganggu konsentrasi. Bahkan, gangguan singkat dapat membuatmu membutuhkan waktu untuk kembali memahami bagian pekerjaan yang sebelumnya sedang dikerjakan. Situasi ini semakin menantang ketika kamu bekerja di ruang terbuka tanpa batas yang jelas.

    Kamu bisa mengurangi gangguan dengan menonaktifkan notifikasi yang gak mendesak selama waktu kerja mendalam. Jika memungkinkan, pilih tempat yang lebih tenang atau gunakan headphone untuk membantu membatasi suara sekitar. Mengatur lingkungan kerja bukan berarti antisosial, melainkan memberi perhatian kesempatan untuk bertahan lebih lama.

    Susah fokus saat bekerja bisa muncul karena beberapa faktor sekaligus, bukan satu kebiasaan buruk saja. Karena itu, amati pola harianmu sebelum menentukan perubahan yang paling dibutuhkan. Kamu gak harus langsung produktif sepanjang waktu, tetapi perlu memahami apa yang membuat konsentrasimu menurun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More