ilustrasi bekerja di luar negeri (unsplash.com/wocintechchat)
Salah satu sektor yang sangat erat dengan perkembangan green jobs adalah energi terbarukan. Dunia membutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang mampu mengembangkan, memasang, mengoperasikan, dan merawat teknologi seperti panel surya, pembangkit listrik tenaga air, angin, panas bumi, baterai, hingga sistem jaringan listrik yang lebih modern.
Laporan International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa lapangan kerja sektor energi global tumbuh 2,2 persen pada 2024, hampir dua kali lipat pertumbuhan pekerjaan di ekonomi secara keseluruhan yang mencapai 1,3 persen. IEA juga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja energi akan terus meningkat, dengan sektor kelistrikan menjadi sumber utama pertumbuhan pekerjaan bersih.
"Pada tahun 2024, pertumbuhan lapangan kerja di sektor energi global melampaui pertumbuhan lapangan kerja di perekonomian secara keseluruhan untuk tahun ketiga berturut-turut. Investasi yang kuat dan berkelanjutan dalam infrastruktur energi mendukung perluasan lapangan kerja di sektor energi, meningkat sebesar 2,2 persen, hampir dua kali lipat dari tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sebesar 1,3 persen, sehingga total lapangan kerja di sektor energi mencapai 76 juta," demikian laporan IEA.
Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan kerja sama pembangunan dari Pemerintah Jerman, Australia, dan Bank Dunia meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam rangka Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025: Turning Vision Into Action. Pemerintah Indonesia bahkan menjalankan program Renewable Energy Skills Development untuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri energi terbarukan.
"Dukungan Pemerintah Jerman merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung Indonesia dalam memajukan transisi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan menuju ekonomi hijau. Memajukan keterampilan tenaga kerja Indonesia menuju hijau menjadi salah satu faktor kunci," jelas Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste Ina Lepel dalam laman resmi Bappenas.