Ilustrasi mahasiswa ngerjain tugas (pexels.com/George Pak)
Salah satu kemampuan yang paling penting untuk fresh graduate sebenarnya bukan satu software atau satu teknologi tertentu, melainkan kemampuan belajar. Teknologi yang populer ketika kamu lulus bisa saja berubah beberapa tahun kemudian. Karena itu, terlalu fokus mengejar satu tools AI dapat membuat kemampuanmu cepat ketinggalan.
WEF menyebut curiosity and lifelong learning sebagai salah satu keterampilan yang diperkirakan semakin penting hingga 2030. Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa jika dunia kerja terdiri dari 100 orang, sekitar 59 orang akan membutuhkan pelatihan atau peningkatan keterampilan sebelum 2030.
"Melengkapi keterampilan terkait teknologi tersebut, pemikiran kreatif, ketangguhan, fleksibilitas, dan kelincahan-serta curiosity and lifelong learning-juga diperkirakan akan semakin penting selama periode 2025–2030," demikian laporan WEF.
Karena itu, fresh graduate sebaiknya memiliki kebiasaan upskilling yang realistis. Tidak perlu mempelajari semuanya sekaligus. Pilih satu skill yang berkaitan dengan pekerjaanmu, pelajari secara rutin, praktikkan dalam proyek kecil, lalu tambahkan kemampuan baru setelahnya.
Pekerjaan pertama di era AI memang akan terasa berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun, tujuan fresh graduate bukan menjadi manusia yang mampu melakukan semua pekerjaan yang dilakukan AI, melainkan menjadi pekerja yang tahu kapan harus menggunakan AI, bagaimana memeriksa hasilnya, dan bagian mana yang tetap membutuhkan penilaian manusia.