Ilustrasi bermain media sosial (unsplash.com/Photo by Anton Tkachenko)
Langkah pertama adalah menentukan batas akun. Kamu bisa menggunakan akun profesional untuk portofolio, pencapaian pekerjaan, networking, atau konten industri, sementara akun personal digunakan untuk keluarga, teman, hobi, dan kehidupan sehari-hari. Tidak ada aturan bahwa seseorang wajib memiliki dua akun, tetapi pemisahan tersebut dapat membantu ketika batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mulai terasa terlalu kabur.
Langkah kedua adalah membuat kebiasaan berpikir dulu sebelum posting. Tidak perlu sampai mengalami overthinking setiap kali ingin mengunggah sesuatu. Cukup tanyakan beberapa hal: apakah informasi ini rahasia? Apakah ada orang lain yang terlihat atau disebut tanpa persetujuan? Apakah unggahan ini bisa disalahartikan jika tersebar di luar konteks? Apakah saya akan tetap nyaman jika unggahan ini dilihat rekan kerja enam bulan dari sekarang? Pertanyaan sederhana seperti ini bisa menjadi filter sebelum sesuatu masuk internet.
Menjadi profesional di internet bukan berarti harus terlihat sempurna setiap saat. Profesional berarti tahu kapan harus berbagi, kapan harus menjaga privasi, dan kapan harus menyadari bahwa sebuah unggahan bisa membawa konsekuensi lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Personal account tetap merupakan bagian dari kehidupan pribadi seseorang, tetapi internet membuat batas personal dan profesional kabur. Kamu tidak harus mengubah akun pribadi menjadi etalase perusahaan atau menghapus seluruh sisi personal hanya karena bekerja di sebuah organisasi. Yang lebih penting adalah memahami bahwa kebebasan berekspresi berjalan bersama tanggung jawab, terutama ketika unggahan menyangkut orang lain, informasi pekerjaan, atau reputasi profesional.