Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Peralatan Pelindung dari Gunung Meletus yang Estetis dan Fungsi

4 Peralatan Pelindung dari Gunung Meletus yang Estetis dan Fungsi
ilustrasi peralatan pelindung dari gunung meletus yang estetis dan fungsional (pexels.com/Mikhail Nilov)
Share Article

Indonesia itu ibarat surga tropis yang kebetulan berdiri tegak di atas Cincin Api Pasifik, bikin kamu harus selalu standby dengan segala kemungkinan alam. Kadang, berita soal erupsi mendadak bikin panik dan buru-buru mencari perlengkapan darurat yang bentuknya kaku serta kurang nyaman dipakai. Padahal, sekarang sudah banyak pilihan peralatan pelindung dari gunung meletus yang estetis dan fungsional buat masuk ke dalam emergency kit andalanmu, lho. 

Kalau kamu abai dan gak menyiapkan barang-barang ini dari sekarang, momen darurat bisa jadi mimpi buruk yang bikin kamu makin stres. Bayangkan saja, saat abu vulkanik mulai turun dari langit, kamu malah sibuk cari masker asal-asalan yang sesak atau kacamata yang bikin pandangan buram. Selain membahayakan saluran pernapasan dan mata, ketidaksiapan ini bisa bikin kamu panik serta kehilangan arah di tengah situasi yang butuh kepala dingin. Makanya, upgrade tas siaga bencana kamu pakai barang yang nyaman itu wajib banget, biar kamu bisa fokus menyelamatkan diri dengan tenang dan terarah.

  1. 1. Pilih masker respirator yang colorfull

    Ilustrasi beberapa masker KN95 berwarna mencolok dengan variasi warna cerah tersusun di atas latar polos.
    ilustrasi masker KN95 dengan warna yang mencolok (pexels.com/Santiago Sauceda González)

    Menjaga saluran pernapasan adalah aturan nomor satu saat abu vulkanik mulai bertebaran di udara sekitar tempat tinggalmu. Partikel abu ini beda dengan debu jalanan biasa, karena ukurannya super mikroskopis dan punya tekstur setajam serpihan kaca kalau dilihat pakai mikroskop. Makanya, masker kain biasa atau masker bedah tipis gak akan pernah cukup buat menahan laju abu berbahaya masuk ke paru-paru kamu. Kamu butuh respirator dengan standar minimal N95 atau KN95 yang dirancang khusus untuk menyaring hingga 95 persen partikel udara berbahan silika tersebut.

    Asyiknya, sekarang sudah banyak brand lokal yang merilis masker respirator dengan pilihan warna-warna yang sedap dipandang, kok. Jangan sampai momen evakuasi malah bikin kamu makin sesak napas gara-gara pakai masker medis kaku yang talinya bikin bagian belakang telinga lecet, ya. Modal sedikit buat beli masker kece bersilikon lembut ini bakal kerasa banget manfaatnya saat kamu bisa bernapas lega di tengah lebatnya hujan abu, kok.

  2. 2. Kenakan kacamata pelindung bergaya sporty

    Ilustrasi kacamata olahraga bergaya sporty dengan tampilan estetis sebagai aksesori untuk aktivitas aktif.
    ilustrasi sporty googles yang estetis (pexels.com/Ex Route Adventures)

    Selain paru-paru, mata kamu adalah organ yang paling rentan terkena iritasi serius akibat guyuran hujan abu vulkanik saat erupsi terjadi. Kalau serpihan abu panas ini sampai masuk ke mata, efeknya bisa bikin kornea tergores dan menimbulkan rasa perih yang luar biasa mengganggu, lho. Oleh sebab itu, kacamata pelindung atau safety goggles yang rapat di semua sisi pinggirnya wajib banget ada di dalam tas siagamu mulai sekarang. Kacamata minus harian atau kacamata hitam gaya-gayaan jelas gak bisa ngasih perlindungan maksimal karena abu masih gampang menyelinap dari celah samping.

    Untungnya, saat ini goggles pelindung sudah banyak yang mengadopsi gaya sporty ala anak sepeda BMX atau snowboard yang keren abis. Cari model yang punya fitur anti-fog atau anti-kabut biar pandangan kamu gak tertutup embun napas sendiri pas lagi panik berjalan cepat menyusuri rute evakuasi, ya.

  3. 3. Bawa jaket penahan angin berbahan ringan

    Ilustrasi jaket penahan dingin berbahan tebal untuk melindungi tubuh saat menghadapi cuaca dingin.
    ilustrasi jaket penahan dingin (pexels.com/Labskiii)

    Saat evakuasi darurat berlangsung, cuaca di sekitar area gunung berapi biasanya jadi susah diprediksi dan bisa tiba-tiba turun hujan lebat. Kondisi air hujan yang bercampur material abu vulkanik ini sangat berbahaya karena bisa menempel tebal di baju dan bikin suhu tubuh kamu turun drastis, guys. Buat mencegah risiko hipotermia atau iritasi kulit gatal-gatal, kamu butuh lapisan pelindung tubuh bagian luar yang beneran tangguh menghadapi cuaca. Jaket windbreaker dengan fitur tahan air atau water-resistant jadi jawaban paling cerdas buat melindungi kulit kamu dari paparan langsung material vulkanik.

    Mulai detik ini, tinggalkan jas hujan plastik transparan seribuan yang gampang banget robek kalau gak sengaja tersangkut ranting pohon di pinggir jalan. Sekarang sudah bertebaran jaket outdoor bergaya gorpcore yang warnanya cakep-cakep, kok. Kalau dipakai menembus cuaca buruk, jaket ini gak cuma bikin tubuh tetap hangat dan kering, tapi juga memberikan statement mode yang asyik banget kalau terpotret.

  4. 4. Siapkan ransel taktis dengan banyak saku

    Ilustrasi tactical backpack dengan desain fungsional, sejumlah kompartemen, serta tali untuk membawa perlengkapan.
    ilustrasi tactical backpack (pexels.com/Deybson Mallony)

    Semua peralatan tempur buat menghadapi erupsi bakal berantakan kalau kamu gak punya wadah yang tepat untuk menyimpannya. Tas selempang kecil atau tote bag kanvas kesayangan kamu jelas bukan pilihan bijak untuk dipakai berlari atau naik motor berdesakan saat evakuasi. Kamu butuh backpack atau ransel yang desainnya ergonomis biar beban di punggung terbagi rata dan pergerakan kedua tangan kamu tetap bebas sepenuhnya. Material tas juga wajib diinspeksi sejak awal untuk memastikan jahitannya kuat, bahannya tebal, dan sebisa mungkin anti-air biar isinya gak rusak kemasukan debu, lho.

    Biar tetap sejalan sama selera kekinian, pilih tactical backpack bergaya minimalis ala anak traveler urban yang punya segudang kompartemen rahasia. Ruang simpan yang banyak ini membantu banget memisahkan barang higienis kayak botol minum dengan baju kotor atau dokumen penting biar tetap rapi.

    Mempunyai peralatan pelindung dari gunung meletus yang estetis dan fungsional bukan sekadar buat gaya-gayaan, melainkan bentuk self-love nyata di tengah kondisi darurat. Jangan menunggu sampai sirene peringatan berbunyi nyaring, mending cicil barang-barang penting ini dari sekarang buat mengisi tas siaga bencanamu di sudut kamar, ya. Tetap stay safe, jaga kewaspadaan tanpa perlu panik berlebih, dan yakinlah kalau kamu pasti tangguh melewati situasi sesulit apa pun!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More