Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Sisi Enak Kerja Kantoran, Jangan Buru-buru Resign!

6 Sisi Enak Kerja Kantoran, Jangan Buru-buru Resign!
ilustrasi karyawan kantor (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Pekerja kantoran menikmati gaji tetap, bonus, serta fasilitas seperti asuransi, pensiun, dan cek kesehatan yang membantu kestabilan finansial dan kesejahteraan.
  • Hubungan sosial di kantor memberi dukungan mental melalui interaksi harian dengan rekan kerja yang bisa saling memotivasi dan mengurangi stres.
  • Status karyawan tetap memudahkan pengajuan kredit, memberikan kejelasan identitas profesional, serta menghadirkan rutinitas hidup yang lebih teratur dan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lagi capek dan bosan dengan pekerjaan di kantor? Mungkin karena kesibukan sangat tinggi atau bos yang cuma suka memerintah dan mengomel tanpa memahami situasi di lapangan. Bekerja di kantor memang kadang capek.

Banyak aturan dan SOP ketat yang kudu dipatuhi. Juga target yang mesti dicapai. Bahkan sekadar perjalanan pergi dan pulang ke kantor saja telah membuatmu lelah. Setiap hari dirimu kudu berlomba dengan waktu. Jangan sampai kamu terlambat tiba di kantor atau kena sanksi.

Namun, bila dirimu sedang ingin mundur dari pekerjaan kantoran, sebaiknya dipikirkan ulang beberapa kali. Ada banyak hal positif dari menjadi karyawan yang tak diperoleh dari bekerja lepas atau bikin usaha sendiri. Jangan sampai rasa silau terhadap pekerjaan non-kantoran membuatmu abai terhadap enam sisi enak kerja kantoran yang selama ini telah didapatkan olehmu.

1. Gaji tetap masih ditambah bonus ini itu

karyawan kantor
ilustrasi karyawan kantor (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Terlepas dari berapa pun nominal gajimu, pendapatan tetap yang diterima setiap bulan berpengaruh besar pada ketenangan batin. Kamu tahu bulan depan masih akan gajian. Dirimu terhindar dari perasaan ketar-ketir sepanjang waktu.

Pengelolaan keuangan pun lebih gampang. Tinggal gaji bulan ini dicukupkan untuk setiap pos pengeluaran. Seandainya pekerjaanmu sebagai freelancer, mental yang belum kuat malah dapat membuatmu stres berat.

Aliran uang gak selancar karyawan kantor. Walau satu proyek bisa memberikan uang sampai puluhan juta rupiah, kalau lagi sepi ya sepi. Pengaturan finansial pribadi tidak dapat sesederhana karyawan kantoran. Hidupnya harus selalu penuh dengan langkah antisipasi terhadap ketidakpastian di masa depan.

2. Juga fasilitas asuransi, pensiun, cek kesehatan berkala, dan sebagainya

karyawan kantor
ilustrasi karyawan kantor (pexels.com/cottonbro studio)

Memang di banyak kantor sebenarnya sebagian fasilitas yang didapat dipotong dari gaji karyawan sendiri. Bisa 100 persen atau patungan dengan perusahaan. Namun, tetap saja gajimu yang ditransfer tiap bulan masih cukup banyak, kan? Kamu dibantu kantor untuk memakai uang dengan bijak.

Sebagian fasilitas lagi sepenuhnya dibiayai oleh perusahaan. Misalnya, fasilitas cek kesehatan gratis. Coba saja dirimu cek kesehatan sendiri di rumah sakit. Pasti biayanya tidak sedikit. Begitu pula fasilitas kendaraan yang dapat dibawa pulang.

Boleh jadi juga ada jatah bahan bakarnya per minggu. Bandingkan dengan kamu membeli mobil serta sepenuhnya mengisi bahan bakar dari kocek pribadi. Ratusan juta rupiah baru untuk membeli mobilnya. Ketika mobil kantor mengalami kendala, dirimu tinggal melapor supaya kendaraan segera diperbaiki tanpa kamu mengeluarkan uang sepeser pun. Tentu selama bukan karena kesalahan pemakaian.

3. Punya teman kerja yang ditemui setiap hari

teman-teman di kantor
ilustrasi teman-teman di kantor (pexels.com/RDNE Stock project)

Orang yang bekerja lepas pasti juga memiliki teman kerja. Akan tetapi, umumnya gak sebanyak kawanmu di kantor. Pun boleh jadi mereka hanya terhubung melalui media sosial. Bukan seperti kamu dan teman-teman yang bertemu setiap hari.

Memiliki teman baik dalam konteks pekerjaan atau hubungan-hubungan lain sangat membantu menjaga kesehatan mentalmu. Kalian dapat mengobrol, bercanda, saling memotivasi, mengajari hal-hal baru, dan sebagainya. Hidup cenderung lebih rileks berkat pertemanan.

Kamu gak terkurung dalam cara berpikir sendiri yang kadang kurang pas dan cuma bikin tegang terus. Kawan kerja dapat membantu menenangkan dirimu saat dirimu mulai overthinking karena berbagai hal. Tingkat stres bisa menurun hanya karena ada teman di sisimu.

4. Lebih mudah mengajukan kredit

karyawan kantor
ilustrasi karyawan kantor (pexels.com/Thirdman)

Tentu hal paling menentukan pengajuan kreditmu akan diterima atau ditolak tergantung pada rekam jejak keuanganmu selama ini. Apabila kamu terjerat kredit macet di mana-mana, pastinya bakal susah saat kembali mengajukan pinjaman. Bahkan bila kali ini kredit yang diajukan buat modal usaha.

Akan tetapi, dirimu berstatus karyawan tetap di sebuah kantor yang cukup ternama biasanya meningkatkan kepercayaan calon pemberi kredit. Kamu juga punya slip gaji yang jelas. Tidak seperti pekerja lepas yang kondisi keuangannya lebih sulit dipastikan sehat atau tidak.

Umumnya, freelancer dinilai lebih berisiko apabila diberikan pinjaman. Pun tak jarang kantor bekerja sama dengan bank serta pengembang perumahan atau leasing untuk memfasilitasi karyawan yang hendak membeli rumah dan kendaraan. Jika kamu hendak melepas status karyawan kantoran, siapkan mental buat menabung dulu tiap ingin membeli sesuatu.

5. Kejelasan status memudahkan jawaban ketika ditanya orang

ilustrasi bekerja di kantor
ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/Anna Tarazevich)

Terlihat sepele, tetapi ketidakmampuan memberikan jawaban yang memuaskan orang lain juga bisa membuatmu stres sendiri. Terlebih kamu tipe orang yang perasa. Seandainya dirimu bekerja lepas, orang yang bertanya soal pekerjaan kadang lantas seperti kurang menghargaimu.

Kamu dianggap sama dengan pengangguran yang masih harus mencari pekerjaan tetap. Atau, muncul pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang penuh selidik. Misal, tentang nominal penghasilan.

Sementara itu, status karyawan di sebuah kantor cenderung gak menimbulkan banyak pertanyaan lanjutan. Paling orang malah ingin tahu apakah di kantormu sedang dibuka lowongan kerja atau tidak. Mereka atau saudaranya ingin mencoba melamar.

6. Hidup dalam keteraturan

karyawan kantor
ilustrasi karyawan kantor (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kamu berangkat dan pulang kerja pada jam yang sama. Kalaupun sesekali ada lembur, waktu pulang juga masih dapat diperkirakan. Contohnya, maksimal jam 21.00. Jika pun dirimu bekerja dengan sistem shift, ada jadwal shift pagi, siang, atau malam.

Di luar waktu-waktu tersebut, kamu bebas melakukan aktivitas lainnya. Dirimu juga mengikuti hari libur yang pasti. Kamu bebas dari ancaman bekerja setiap hari tanpa libur. Bahkan waktu istirahat siang pun ada sendiri.

Semua keteraturan di atas tanpa sadar membuat hidupmu lebih nyaman. Kamu terhindar dari rasa stres akibat ketidakteraturan. Seperti yang dialami kebanyakan pekerja lepas. Mereka dapat bekerja nyaris sepanjang waktu, bahkan dari bangun hingga tidur lagi, serta ketika kalender merah sekalipun.

Setiap pekerjaan tentu akan membuat lelah setelah dijalani dengan sungguh-sungguh sekian hari dalam sepekan. Apalagi selepas masa kerja bertahun-tahun. Namun, melepas statusmu sebagai karyawan boleh jadi bukan keputusan tepat. Kamu bakal kehilangan enam sisi enak kerja kantoran seperti yang dijelaskan di artikel ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More