Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Suka Duka Bekerja sebagai Agen Asuransi, Penghasilannya Banyak!

ilustrasi agen asuransi sedang menjelaskan produk
ilustrasi agen asuransi sedang menjelaskan produk (pexels.com/antonishkrabastudio)

Menjadi agen asuransi sering dianggap sebagai pekerjaan yang fleksibel dan berpeluang besar untuk mendapatkan banyak penghasilan. Namun, di balik itu, profesi ini juga menuntut ketekunan, komunikasi yang baik, dan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai jenis karakter orang. Tak jarang agen asuransi harus menghadapi penolakan berkali-kali sebelum bisa menutup satu polis.

Meski begitu, banyak orang tetap setia menekuni pekerjaan ini karena imbal balik yang setara dengan usaha. Untuk kamu yang tertarik terjun ke dunia asuransi atau penasaran seperti apa rasanya bekerja sebagai agen, berikut ini enam suka duka bekerja sebagai agen asuransi yang perlu kamu ketahui. Keep scrolling!

1. Potensi penghasilan tak terbatas

ilustrasi seorang perempuan memegang uang
ilustrasi seorang perempuan memegang uang (freepik.com/freepik)

Salah satu daya tarik terbesar menjadi agen asuransi adalah peluang penghasilan yang tidak dibatasi gaji tetap. Semakin banyak nasabah yang berhasil kamu bantu dan polis yang kamu tutup, semakin besar pula komisi yang akan kamu terima.

Tak hanya komisi dari penjualan, agen juga bisa mendapat insentif tambahan seperti bonus bulanan, tahunan, hingga hadiah seperti perjalanan ke luar negeri atau penghargaan dari perusahaan. Sistem kerja berbasis performa ini sangat cocok untuk kamu yang punya jiwa kompetitif dan semangat tinggi dalam mencapai target.

2. Penghasilan tidak pasti dan tergantung hasil

ilustrasi karyawan yang tidak mencapai target
ilustrasi karyawan yang tidak mencapai target (freepik.com/freepik)

Namun di balik potensi penghasilan tinggi, ada risiko ketidakpastian. Karena pendapatan agen asuransi sangat tergantung pada hasil penjualan, ada masa-masa ketika kamu bisa mendapatkan penghasilan besar, namun ada juga saat-saat di mana penghasilan bisa sangat minim.

Hal ini bisa cukup menantang, terutama bagi pemula atau mereka yang belum memiliki jaringan luas. Dibutuhkan ketekunan dan strategi jangka panjang agar profesi ini bisa memberikan penghasilan yang stabil dan berkelanjutan.

3. Fleksibilitas waktu dan lokasi kerja

ilustrasi agen asuransi
ilustrasi agen asuransi

Menjadi agen asuransi memberi kamu kebebasan dalam mengatur waktu kerja. Kamu bisa menentukan sendiri kapan bertemu klien, kapan mengerjakan administrasi, bahkan bisa bekerja dari mana saja, baik itu dari rumah, kafe, atau coworking space.

Fleksibilitas ini sangat cocok bagi kamu yang ingin memiliki work-life balance, menjalani pekerjaan sampingan lain, atau ingin lebih banyak waktu dengan keluarga. Selama kamu tetap produktif dan mencapai target, sistem kerja agen memberi keleluasaan yang sulit ditemukan di profesi kantoran.

4. Harus selalu siap di luar jam kerja normal

ilustrasi disiplin waktu
ilustrasi disiplin waktu (freepik.com/diana.grytsku)

Meskipun waktu kerja fleksibel, bukan berarti bebas dari tekanan. Agen asuransi sering kali harus melayani klien di luar jam kerja standar, seperti malam hari atau akhir pekan. Ini karena tidak semua orang bisa diajak bicara soal asuransi saat jam kerja biasa.

Terkadang kamu juga harus menghadapi nasabah yang berubah-ubah jadwal, membatalkan janji, atau meminta konsultasi mendadak. Dibutuhkan kesabaran, komitmen, dan manajemen waktu yang baik agar fleksibilitas ini tidak malah menjadi beban.

5. Membantu orang merencanakan masa depan

ilustrasi agen asuransi sedang menjelaskan produk
ilustrasi agen asuransi sedang menjelaskan produk (pexels.com/antonishkrabastudio)

Salah satu kepuasan batin yang sering dirasakan agen asuransi adalah ketika mereka tahu bahwa pekerjaan mereka benar-benar bermanfaat. Memberi edukasi tentang pentingnya perlindungan finansial, membantu orang menyiapkan dana pendidikan anak, atau menjamin keamanan keluarga saat terjadi risiko, semua itu membuat profesi ini terasa bermakna.

Banyak agen merasa bangga ketika melihat nasabahnya terbantu oleh polis yang pernah mereka tawarkan, terutama dalam masa sulit seperti kecelakaan, sakit, atau kehilangan pencari nafkah. Ada rasa puas karena telah menjalankan peran yang berdampak.

6. Sering dipandang negatif atau diabaikan

ilustrasi dua orang sedang berbisik
ilustrasi dua orang sedang berbisik (pexels.com/felicitytai)

Sayangnya, agen asuransi sering mendapat stigma negatif dari masyarakat. Banyak orang menganggap profesi ini hanya berorientasi pada penjualan, atau bahkan mengganggu karena dianggap memaksa orang membeli. Tak jarang, saat menghubungi calon klien, agen justru diabaikan atau ditolak mentah-mentah.

Penolakan semacam ini bisa berdampak pada kepercayaan diri, terutama bagi agen baru. Butuh mental yang kuat dan sikap profesional agar tidak terlarut dalam penolakan. Edukasi terus-menerus kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi menjadi tantangan tersendiri yang harus dijalani setiap hari.

Bekerja sebagai agen asuransi bukan hanya soal menjual produk, tapi juga soal membangun kepercayaan dan memberi solusi finansial jangka panjang bagi banyak orang. Di balik fleksibilitas dan potensi penghasilan yang tinggi, profesi ini juga menuntut kesabaran, ketekunan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Gimana, tertarik jadi agen asuransi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us