"Mengelola ritme kerja ini bisa menjadi tantangan bagi seseorang yang baru memasuki dunia kerja profesional. Kesalahan terbesar yang dilakukan orang adalah tidak meminta bantuan dari manajer langsung mereka untuk memprioritaskan tugas hariannya," terangnya dikutip dari laman The Creative Store.
5 Tantangan Umum Fresh Graduate saat Awal Membangun Karier

Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya menjadi fase penting sekaligus menantang bagi fresh graduate. Setelah bertahun-tahun berkutat dengan teori dan tugas akademik, kini mereka dihadapkan pada tuntutan profesional yang nyata, ritme kerja yang cepat, serta ekspektasi dari atasan dan rekan kerja.
Peralihan dari dunia kampus ke dunia kerja sering kali memunculkan rasa canggung, tidak percaya diri, hingga kebingungan dalam menempatkan diri. Tantangan umum fresh graduate saat awal membangun karier bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan sikap kerja.
1. Banyak keraguan yang dirasakan saat awal bekerja

Hari-hari pertama sering terasa membingungkan. Kamu mencoba memahami banyak hal baru sekaligus, sampai akhirnya muncul pertanyaan di kepala seperti, “Kenapa aku susah mengingat cara pakai software ini?” atau “Apa aku kebanyakan bertanya?”. Tenang, perasaan seperti ini sangat wajar dan dialami banyak orang.
Di dunia kerja yang serba cepat, ada tekanan untuk langsung terlihat mampu dan memberi hasil. Banyak orang ingin segera membuktikan diri sejak awal, padahal semua orang pernah berada di posisi sebagai orang baru, termasuk para profesional berpengalaman yang sekarang terlihat sangat percaya diri.
Jadi, beri dirimu waktu untuk beradaptasi. Kepercayaan diri tidak datang seketika, tapi tumbuh pelan-pelan seiring proses belajar. Merasa bingung di awal bukan tanda kegagalan, melainkan bagian alami dari sebuah awal yang baru.
2. Merasa bisa bekerja sendiri dan tidak meminta bantuan

Orang-orang yang baru memasuki dunia kerja biasanya sangat ingin membuktikan diri. Alih-alih mencari mana yang menjadi prioritas, kamu justru terjebak fokus untuk menyelesaikan semua tugas dalam daftar secepat mungkin tanpa meminta bantuan.
Menurut Kay Lindsay, wakil presiden pengembangan bisnis di perusahaan pemasaran makanan dan minuman Bullfrog + Baum, di dunia agensi umumnya karyawan baru menerima banyak informasi setiap hari. Sangat penting untuk selalu memenuhi tenggat waktu, tetapi jangan sampai kamu terlalu terburu-buru sehingga tidak fokus pada kualitas.
3. Sulit beradaptasi dan tidak sabar dengan proses awal

Di awal karier, jangan berharap langsung mendapatkan tugas-tugas terbaik. Meski kamu direkrut karena kemampuan, kecerdasan, dan potensi yang dimiliki, semua itu belum tentu bisa langsung mengalahkan rekan kerja yang sudah lebih berpengalaman, punya sudut pandang lebih luas, dan terlatih dalam berkomunikasi serta bersikap di dunia kerja.
"Lulusan baru sangat cerdas dan pintar. Namun tantangan terbesar bagi mereka adalah beradaptasi dengan karier di dunia nyata dan memahami bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu," terang Jessica Welch, asisten sumber daya manusia di BBDO, Atlanta.
"Ketika saya bertanya kepada seseorang mengapa mereka meninggalkan pekerjaan lamanya, sebagian besar alasannya bukanlah budaya perusahaan; melainkan karena segala sesuatu membutuhkan waktu terlalu lama untuk terjadi di dunia yang serba instan ini,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan Jessica Randazza, kepala pemasaran di Danone. Ia melihat bahwa lulusan baru sering mengabaikan nilai dasar-dasar dan fundamental. Terkadang mereka melupakan atau tidak terpikirkan hal ini.
“Akibatnya, mereka tidak memanfaatkan kesempatan untuk membangun relasi di dalam organisasi—untuk mencari bimbingan di luar manajer mereka, untuk membantu mempelajari beberapa keterampilan yang diperlukan,” katanya.
4. Kamu tidak menyadari bahwa harus menjaga profesionalisme

Di dunia kampus dan media sosial, mengekspresikan diri secara bebas adalah hal yang wajar. Namun, saat kebiasaan ini terbawa ke tempat kerja, sikap “tanpa filter” justru bisa menjadi masalah. Datang terlambat dengan alasan gaya hidup mungkin masih dianggap lucu di kampus, tetapi di dunia kerja hal itu dinilai tidak profesional.
Hal yang sama berlaku untuk cara berpakaian dan sikap di kantor. Aturan berpakaian atau kebiasaan tidak tertulis di tempat kerja sering dianggap kuno, padahal penting untuk dipahami sejak awal. Sebelum terlalu menonjolkan gaya pribadi, ada baiknya mengenali dulu budaya kantor. Setelah kamu paham suasananya, barulah menyesuaikan diri. Bersikap lebih rapi dan konservatif di awal justru langkah yang aman.
"Sangat mudah untuk menemukan informasi. Jika ada informasi yang dipublikasikan di media sosial, mereka perlu memastikan bahwa informasi tersebut profesional dan benar-benar mencerminkan diri mereka dan siapa mereka sebenarnya," ujar Jessica.
Jadi pastikan apa yang terlihat di media sosial mencerminkan sikap profesional dan dirimu yang sebenarnya. Kesalahan kecil di awal karier bisa berdampak panjang pada reputasi. Menjadi diri sendiri itu penting, tetapi bersikap profesional sejak awal akan membuat rekan kerja lebih menghargai dan ingin mengenalmu lebih jauh.
5. Nikmati saja semua proses yang berjalan di awal karier

Mari bersikap realistis. Tidak ada siapa pun yang memulai pekerjaan baru dengan pemahaman yang langsung lengkap. Itu hal yang sangat manusiawi. Daripada menahan diri untuk bertanya, anggap pertanyaan sebagai bagian penting dari proses belajar. Setiap pertanyaan membantu kamu memahami lebih jauh dan perlahan membangun rasa percaya diri.
Untuk melewati masa-masa awal yang penuh penyesuaian dan keraguan, lakukan semuanya dengan santai dan perlahan. Kamu tidak dituntut untuk langsung bisa segalanya, jadi beri dirimu waktu. Jangan takut bertanya, meski terasa sepele, karena itu menunjukkan keinginan untuk belajar.
Cobalah juga membangun hubungan dengan rekan kerja, karena dari obrolan dan interaksi sederhana, kamu bisa belajar banyak hal. Pengalaman menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang terbuka membuat pertanyaan justru dihargai. Rekan kerja umumnya ingin melihatmu berkembang dan sering kali dengan senang hati berbagi cerita tentang masa awal mereka yang juga penuh ketidakpastian.
Berbagai tantangan umum fresh graduate saat awal membangun karier sebetulnya merupakan bagian alami dari proses pertumbuhan. Kesalahan, kebingungan, dan rasa tidak yakin sering muncul, tetapi justru dari situlah pengalaman dan kedewasaan profesional terbentuk.


















