Pernah merasa sulit fokus saat bekerja karena terlalu banyak hal yang masuk bersamaan? Notifikasi, suara di sekitar, pesan masuk, dan pekerjaan yang datang silih berganti bisa membuat kepala terasa penuh meski hari kerja belum selesai.
5 Tips agar Tidak Overstimulated saat Kerja, biar Bisa Fokus

- Notifikasi, suara sekitar, pesan, dan tugas yang datang bersamaan dapat memecah fokus serta membuat kerja terasa lebih melelahkan.
- Kurangi gangguan dengan mematikan notifikasi nonmendesak, memilih satu tugas prioritas, mencari area lebih tenang, atau memakai headphone.
- Ambil jeda singkat sebelum kewalahan, lalu catat dan urutkan pekerjaan agar pikiran tidak menanggung semua tugas sekaligus.
Saat berbagai gangguan datang bersamaan, fokus pun jadi lebih mudah buyar dan pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya. Kondisi inilah yang kerap disebut sebagai overstimulated. Kalau kamu mulai sering mengalami hal seperti ini, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa dijadikan tips agar tidak overstimulated saat kerja dan membuat konsentrasi lebih terjaga.
1. Matikan notifikasi yang tidak perlu

ilustrasi tumpukan notifikasi (pexels.com/Andrey Matveev) Notifikasi menjadi salah satu gangguan kecil yang sering dianggap sepele saat bekerja. Satu pesan masuk mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk dilihat, tetapi perhatian yang sudah teralihkan belum tentu langsung kembali ke pekerjaan sebelumnya. Kalau hal tersebut terjadi berkali-kali sepanjang hari, waktu kerja bisa terasa lebih melelahkan karena pikiran terus berpindah dari satu hal ke hal lain.
Coba mulai dengan mematikan notifikasi yang memang tidak mendesak selama jam kerja. Kamu tidak harus mematikan semuanya, terutama jika ada aplikasi yang memang berkaitan dengan pekerjaan. Pilih notifikasi yang benar-benar perlu diketahui saat itu dan sisanya bisa diperiksa pada waktu tertentu, misalnya setelah menyelesaikan satu pekerjaan.
2. Jangan membuka banyak pekerjaan sekaligus

ilustrasi pekerjaan menumpuk (pexels.com/Andrea Piacquadio) Ada kalanya membuka banyak pekerjaan sekaligus terasa seperti cara supaya semuanya cepat selesai. Dokumen dibuka, email diperiksa, pesan dibalas, lalu pekerjaan lain ikut dikerjakan karena tiba-tiba teringat. Padahal, terlalu sering berpindah perhatian justru bisa membuat satu pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk selesai.
Supaya tidak cepat kewalahan, tentukan satu pekerjaan yang menjadi prioritas dan selesaikan bagian pentingnya terlebih dahulu. Kalau ada pekerjaan lain yang belum mendesak, cukup dicatat supaya tidak lupa tanpa harus langsung mengerjakannya. Cara sederhana ini membuat perhatian tidak terus dipaksa untuk mengikuti banyak hal dalam waktu bersamaan.
3. Kurangi suara dan gangguan di sekitar

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Yan Krukau) Tempat kerja yang ramai juga bisa membuat konsentrasi lebih cepat terkuras, lho. Terutama ketika kamu sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ketelitian atau fokus. Percakapan antarteman kerja, suara telepon, musik, orang berlalu-lalang, atau suara kendaraan dari luar ruangan bisa menjadi gangguan meskipun kamu tidak benar-benar memperhatikannya.
Kalau memungkinkan, cari tempat yang lebih tenang ketika harus menyelesaikan pekerjaan penting. Kamu juga bisa menggunakan headphone untuk mengurangi suara sekitar atau merapikan meja agar tidak terlalu banyak benda yang menarik perhatian. Tidak perlu membuat tempat kerja benar-benar sunyi, cukup kurangi gangguan yang paling sering membuat perhatian teralihkan.
4. Beri jeda sebelum mulai merasa kewalahan

ilustrasi minum kopi (pexels.com/Mike Jones) Bekerja terus-menerus tanpa jeda bukan berarti pekerjaan akan selesai lebih cepat. Setelah terlalu lama menatap layar dan memikirkan pekerjaan, konsentrasi bisa menurun sehingga tugas sederhana pun mulai terasa berat. Kondisi tersebut sering membuat seseorang justru membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.
Karena itu, beri jeda singkat sebelum kepala benar-benar terasa penuh. Berdiri dari kursi, mengambil minum, berjalan sebentar, atau menjauh dari layar selama beberapa menit sudah cukup untuk memberi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat. Setelah itu, kamu bisa kembali bekerja dengan perhatian yang lebih siap daripada memaksakan diri untuk terus duduk di depan laptop.
5. Jangan biarkan semua pekerjaan ada di kepala

ilustrasi stres (pexels.com/Andrea Piacquadio) Saat banyak pekerjaan belum selesai, semuanya sering kamu pikirkan pada waktu yang sama. Baru mengerjakan satu tugas, kamu sudah teringat email yang belum dibalas, laporan yang harus dikirim, atau pekerjaan lain yang batas waktunya semakin dekat. Akhirnya, pekerjaan yang sedang dikerjakan pun sulit mendapat perhatian penuh karena pikiran terus mengingat tugas berikutnya.
Supaya tidak semakin penuh, catat pekerjaan yang belum dikerjakan daripada terus mengingatnya di kepala. Setelah itu, tentukan mana yang memang perlu diselesaikan lebih dulu dan kerjakan satu per satu sesuai urutan tersebut. Cara ini membuat kamu tidak perlu terus memikirkan semua pekerjaan sekaligus, sehingga perhatian bisa tetap tertuju pada tugas yang sedang dikerjakan.
Merasa overstimulated saat bekerja bukan berarti kamu gak bisa fokus. Kamu hanya kewalahan dan hal ini wajar terjadi pada beberapa orang. Oleh sebab itu, tips agar tidak overstimulated saat kerja bisa kamu terapkan. Mulailah dengan mengurangi satu gangguan yang paling sering mengacaukan konsentrasi. Kemudian, upayakan untuk bekerja tanpa terlalu banyak hal yang harus diperhatikan dalam waktu bersamaan. Dengan begitu, kamu jadi lebih tenang dan tak lagi merasa overstimulated.




















