Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alat Tulis Estetik Buat Annotating Buku, Bikin Baca Makin Seru!

5 Alat Tulis Estetik Buat Annotating Buku, Bikin Baca Makin Seru!
ilustrasi alat tulis estetik buat anotasi buku (pexels.com/Jilly Noble)
  • Sticky tabs warna pastel membantu menandai bab, adegan, atau kutipan penting tanpa membuat buku menggembung, sekaligus mendukung sistem kode warna berdasarkan emosi maupun topik.
  • Highlighter bertinta lembut dan pulpen gel hitam 0,3–0,5 mm direkomendasikan untuk menyorot kalimat serta menulis komentar rapi, dengan risiko tinta tembus atau luntur lebih kecil.
  • Sticky notes transparan memberi ruang untuk rangkuman dan catatan tanpa menutupi teks, sementara washi tape bermotif berfungsi sebagai dekorasi aman sekaligus pemisah bagian buku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lagi asyik-asyiknya baca novel atau buku pengembangan diri, tapi merasa ada yang kurang karena gak bisa membuat tanda pada quotes favoritmu? Rasanya gatal ingin corat-coret atau menempel sesuatu di halaman yang relatable sama kehidupanmu. Nah, momen kayak gini yang bikin kamu butuh banget rekomendasi alat tulis estetik buat annotating buku. Dijamin, pengalaman membaca kamu bakal berubah dari yang tadinya pasif jadi jauh lebih interaktif dan menyenangkan, deh.

Kalau masalah ini dibiarkan saja, kamu bakal sering kehilangan momen penting atau kutipan mind-blowing yang barusan kamu baca., lho Kamu juga berpotensi kena reading slump karena proses membaca terasa monoton dan gitu-gitu saja setiap harinya. Ujung-ujungnya, buku yang kamu beli mahal-mahal cuma berakhir jadi pajangan berdebu di rak tanpa benar-benar kamu pahami isinya.


  1. 1. Siapkan sticky tabs warna pastel

    ilustrasi sticky tabs warna pastel
    ilustrasi sticky tabs warna pastel (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

    Benda kecil yang satu ini jadi kunci utama buat kamu yang mau mulai hobi annotating tanpa merusak halaman buku. Sticky tabs atau penanda halaman berfungsi untuk menandai bab penting, adegan favorit, atau kutipan yang berkesan. Karena ukurannya kecil dan tipis, buku kamu gak bakal terlihat menggembung meski ditempel banyak penanda. Warnanya pun sekarang bervariasi, mulai dari earth tone yang kalem sampai pastel yang manis.

    Biar makin estetik, kamu bisa bikin sistem kode warna (color coding) sesuai sama emosi atau topik tertentu di dalam cerita. Contohnya, warna merah muda buat adegan romantis yang bikin senyum-senyum sendiri, dan warna biru buat kutipan sedih yang bikin nangis. Jadi, kamu bisa lebih mudah membaca kembali quotes yang kamu inginkan, kan?


  2. 2. Gunakan highlighter warna mild

    ilustrasi highlighter atau stabilo
    ilustrasi highlighter atau stabilo (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Kalau kamu tipe pembaca yang lebih berani mengekspresikan diri, memakai highlighter jadi langkah selanjutnya yang wajib dicoba. Berbeda dengan stabilo neon zaman sekolah yang bikin sakit mata, sekarang zudah banyak highlighter dengan tinta mild atau lembut. Tinta jenis ini gak bakal tembus ke halaman belakang, jadi buku kesayangan kamu tetap aman terkendali, kok. Jadi, kamu bisa dengan bebas menyoro kalimat-kalimat yang menurutmu punya nilai filosofis tinggi atau sekadar quotes galau.

    Salah satu contoh yang paling populer di kalangan bookstagrammer adalah pulpen highlighter yang punya puluhan warna aesthetic dan kalem. Kamu bisa pasangkan warna highlighter ini biar senada dengan warna cover buku yang lagi kamu baca, ya. Percaya, deh, melihat halaman buku yang sudah diwarnai rapi itu memberikan kepuasan batin tersendiri yang susah dijelaskan pakai kata-kata. 


  3. 3. Pilih pulpen tinta gel hitam yang lancar

    ilustrasi pulpen hitam
    ilustrasi pulpen hitam (pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ)

    Annotating rasanya belum lengkap kalau kamu belum menulis reaksi atau komentar pribadi langsung di pinggiran halaman buku. Buat urusan ini, pulpen tinta gel berwarna hitam dengan ujung pena yang kecil menjadi senjata yang paling bisa diandalkan. Ukuran ketebalan 0.3 mm atau 0.5 mm sangat direkomendasikan biar tulisan kamu tetap terlihat rapi dan gak bleber. 

    Selain itu, tinta gel hitam biasanya lebih cepat kering sehingga meminimalisir risiko kotor saat tanganmu tanpa sengaja bergeser, lho. Coba bayangkan, kamu lagi menulis reaksi kaget pas menemukan plot twist di buku thriller, eh, tintanya malah meluber ke mana-mana karena pulpennya macet. Kesal banget, kan?


  4. 4. Sediakan sticky notes transparan

    ilustrasi sticky notes transparan
    ilustrasi sticky notes transparan (youtube.com/@Freakinreviews)

    Ada kalanya margin atau ruang kosong di pinggir halaman buku terlalu sempit buat menampung semua pikiran cemerlangmu. Nah, di sinilah sticky notes transparan hadir sebagai penyelamat agar kamu tetap bisa menulis tanpa menutupi teks asli buku. Materialnya yang terbuat dari semacam plastik tipis bikin catatan ini menempel dengan kuat tapi gampang dilepas lagi. Kamu bisa menulis rangkuman bab, terjemahan kata sulit, atau sekadar menggambar doodle lucu di atasnya.

    Penggunaan kertas catatan tempel ini benar-benar memberikan ilusi seolah-olah kamu menulis langsung di atas teks tanpa rasa bersalah. Pastikan kamu nulis di atasnya pakai pulpen berbasis minyak atau spidol kecil, ya, karena pulpen gel biasa butuh waktu lama buat kering di permukaan plastiknya. Sekarang, dengan variasi transparan ini, estetika bukumu bakal tetap terjaga dan sesi annotating jadi makin profesional, deh.


  5. 5. Lengkapi dengan washi tape bermotif

    ilustrasi washi tape
    ilustrasi washi tape (unsplash.com/Phuong Tran)

    Buat kamu yang mau menambahkan sentuhan ekstra personal dan super estetik, washi tape menjadi barang wajib yang gak boleh di-skip. Selotip kertas bermotif asal Jepang ini punya fungsi ganda, yaitu sebagai dekorasi sekaligus alat untuk memisahkan bab-bab tertentu di dalam buku. Teksturnya yang terbuat dari kertas alami membuatnya sangat mudah dirobek pakai tangan tanpa perlu repot mencari gunting. Daya rekatnya juga aman buat kertas buku, jadi gak akan meninggalkan bekas lengket pas kamu copot.

    Kamu bisa menempelkan washi tape bermotif floral atau vintage di bagian atas halaman bab baru biar visual bukumu semakin cantik saat difoto. Banyak juga kreator konten buku yang pakai selotip ini buat menutup adegan yang triggering atau bikin kurang nyaman pas dibaca. Kadang emang butuh effort lebih buat mencocokan motif selotip sama suasana cerita, tapi percayalah, prosesnya itu terapeutik buat pikiran yang lagi mumet.

    Punya alat tulis estetik buat annotating buku emang terbukti bikin proses menyelami isi cerita jadi makin hidup dan bermakna. Jangan takut buku kamu jadi jelek, karena setiap coretan dan tempelan itu justru jadi jejak memori betapa berharganya buku tersebut buatmu. Yuk, mulai tata meja belajarmu dan siapkan amunisi terbaikmu biar hobi membacamu makin konsisten dan penuh kebahagiaan!


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More