Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanaman Pengusir Hama Alami di Kebun Sayur Rumahan
ilustrasi kebun sayur rumahan (pexels.com/ Yan Krukau)
  • Marigold, kemangi, rosemary, mint, dan serai dapat dijadikan tanaman pendamping untuk membantu mengurangi ketertarikan sebagian hama melalui aroma atau senyawa alaminya.
  • Efektivitas tiap tanaman berbeda menurut jenis hama, kondisi kebun, dan penempatan, sehingga tidak menjamin kebun bebas serangga atau menggantikan pengendalian hama menyeluruh.
  • Perawatan tetap mencakup penempatan sesuai kebutuhan cahaya dan drainase, pengendalian pertumbuhan mint, serta pemeriksaan rutin daun dan bagian tanaman yang terserang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menanam sayuran sendiri di rumah memang menyenangkan, tetapi kehadiran ulat, kutu daun, lalat putih, dan berbagai serangga lain bisa bikin tanaman cepat rusak. Penggunaan tanaman tertentu di sekitar kebun dapat menjadi salah satu cara yang lebih alami untuk membantu mengurangi gangguan hama tanpa langsung bergantung pada pestisida.

Meski begitu, gak semua tanaman punya kemampuan yang sama terhadap setiap jenis hama. Efeknya juga bisa berbeda tergantung jenis serangga, kondisi kebun, dan cara penempatannya. Karena itu, tanaman berikut lebih tepat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan hama secara menyeluruh, bukan sebagai satu-satunya cara untuk melindungi sayuran.

1. Marigold

ilustrasi marigold (commons.wikimedia.org/ Joydeep)

Marigold atau bunga Tagetes sering ditanam di sekitar kebun sayur karena aromanya dapat mengganggu sebagian serangga. Beberapa jenis marigold juga mengandung senyawa yang diketahui dapat berperan dalam mengurangi gangguan nematoda tertentu di tanah. Tanaman ini cukup mudah dirawat dan bisa ditanam di pot maupun langsung di tanah.

Kamu bisa menempatkan marigold di antara atau di sekitar tanaman sayuran, tetapi jangan menganggap keberadaannya otomatis membuat semua hama pergi. Pilih lokasi yang mendapatkan cukup sinar matahari dan beri jarak agar tanaman sayur tetap memperoleh ruang tumbuh. Bunga yang mekar juga dapat menarik serangga tertentu yang bermanfaat bagi ekosistem kebun.

2. Kemangi

ilustrasi kemangi (commons.wikimedia.org/ Vitaium)

Kemangi punya aroma khas yang berasal dari berbagai senyawa volatil pada daunnya. Aroma tersebut membuat kemangi sering dimanfaatkan dalam kebun sebagai tanaman pendamping, terutama untuk membantu mengurangi keberadaan beberapa serangga di sekitar tanaman. Namun, efeknya gak bisa dianggap sebagai pengusir semua jenis hama.

Tanaman ini cocok ditempatkan di dekat sayuran yang memiliki kebutuhan cahaya serupa. Kemangi juga relatif mudah ditanam dalam pot sehingga bisa menjadi pilihan buat kebun rumahan dengan lahan terbatas. Pangkas bagian pucuk secara rutin agar tanaman tetap rimbun dan gak cepat berbunga.

3. Rosemary

ilustrasi rosemary (commons.wikimedia.org/ Daniel VILLAFRUELA)

Rosemary memiliki aroma kuat yang berasal dari minyak atsiri dan senyawa aromatik di dalam daunnya. Karakter tersebut membuat tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman pendamping di kebun untuk membantu mengganggu sebagian serangga. Rosemary juga cukup tahan terhadap kondisi kering setelah tumbuh dengan baik, sehingga cocok untuk area yang mendapatkan banyak sinar matahari.

Letakkan rosemary di bagian kebun yang memiliki drainase baik karena tanaman ini gak menyukai media yang terus-menerus basah. Kalau ditanam dalam pot, pastikan wadah memiliki lubang drainase yang cukup. Tanaman yang sehat akan lebih mudah dipelihara dan bisa dipangkas sesuai kebutuhan tanpa mengganggu pertumbuhannya.

4. Mint

ilustrasi mint (commons.wikimedia.org/ Humoyun Mehridinov)

Mint memiliki aroma yang sangat kuat karena kandungan minyak atsiri pada daunnya. Bau tersebut dapat mengganggu atau mengurangi ketertarikan beberapa jenis serangga, sehingga mint kerap digunakan sebagai salah satu tanaman pendamping di area kebun. Meski begitu, keberadaan mint tetap gak menjamin kebun bebas dari hama.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhannya yang cepat. Kalau ditanam langsung di tanah, mint dapat menyebar melalui batang bawah tanah dan sulit dikendalikan. Untuk kebun sayur rumahan, menanamnya di dalam pot biasanya lebih praktis supaya pertumbuhannya gak mengambil terlalu banyak ruang dari tanaman lain.

5. Serai

ilustrasi serai (commons.wikimedia.org/ Frank Vincentz)

Serai mempunyai aroma khas yang berasal dari senyawa volatil, termasuk sitral yang juga menjadi karakter penting pada minyak serai. Tanaman ini bisa ditanam di sekitar area kebun dan cukup mudah dirawat selama mendapatkan sinar matahari serta media yang memiliki drainase baik. Aromanya dapat membantu mengurangi ketertarikan beberapa serangga, tetapi tingkat pengaruhnya bergantung pada kondisi dan jenis hama yang ada.

Serai juga cukup cocok untuk kebun rumahan karena dapat ditanam dalam pot berukuran besar atau langsung di tanah. Berikan ruang yang cukup karena rumpunnya bisa semakin besar seiring waktu. Kalau digunakan sebagai bagian dari pengelolaan hama, tetap periksa tanaman sayur secara rutin agar keberadaan telur, larva, atau serangga dewasa bisa segera ditangani.

Kehadiran tanaman aromatik dan berbunga di kebun sayur bukan cuma soal mengurangi gangguan serangga. Kebun yang ditanami beragam jenis tanaman juga cenderung memiliki lingkungan yang lebih beragam sehingga dapat mendukung keberadaan serangga yang bermanfaat.

Untuk menjaga sayuran tetap sehat, perawatan rutin tetap diperlukan, mulai dari mengecek bagian bawah daun sampai membuang bagian tanaman yang sudah terserang parah. Dengan begitu, kebun rumahan gak hanya mengandalkan satu metode ketika menghadapi masalah hama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article