Pekerjaan rumah tangga sering terlihat sederhana jika dilihat satu per satu. Mencuci piring, menyapu lantai, memasak, menyortir pakaian, atau merapikan kamar mungkin hanya membutuhkan beberapa menit. Namun, ketika semuanya harus dilakukan setiap hari, ditambah mengurus anak, bekerja, dan memenuhi kebutuhan keluarga, pekerjaan tersebut bisa terasa seperti tidak ada habisnya.
Masalah muncul ketika sebagian besar tanggung jawab itu terus-menerus dikerjakan oleh satu orang, sementara anggota keluarga lainnya baru bergerak setelah diminta. Supaya rumah tetap terurus tanpa membuat satu orang kewalahan, pembagian tugas perlu dilakukan secara sadar, terbuka, dan realistis.
