"Bisakah pakaian wol dicuci dengan mesin cuci? Jawabannya adalah bisa. Mencuci pakaian wol sangatlah mudah, dan banyak pakaian berbahan wol yang memang dirancang untuk dicuci dengan mesin," dikutip dalam panduan The Woolmark Company, organisasi yang menangani standar dan sertifikasi produk wol.
"Jika label perawatan pada pakaian wol kamu menyatakan 'hand wash only' (hanya boleh dicuci dengan tangan), jangan khawatir. Mencuci pakaian wol dengan tangan sangatlah cepat dan mudah," tambahnya.
Cara Mencuci Sweater agar Tidak Melar, Berbulu, atau Berubah Bentuk

Sweater menjadi salah satu pakaian andalan saat cuaca dingin atau ketika ingin tampil kasual dengan gaya yang tetap stylish. Bahannya yang lembut dan hangat membuat sweater nyaman dipakai untuk berbagai aktivitas, mulai dari kuliah, bekerja, hingga sekadar nongkrong di kafe. Namun, ada satu masalah yang sering membuat pemiliknya kesal: sweater yang awalnya bagus perlahan berubah bentuk setelah dicuci.
Mulai dari bagian leher yang melar, lengan yang memanjang, permukaan kain yang dipenuhi bulu-bulu kecil, hingga bentuk yang menyusut setelah dikeringkan. Masalah ini bisa terjadi karena cara mencuci dan mengeringkan yang kurang tepat.
1. Periksa label pakaian sebelum mencuci

Ilustrasi mengecek label pakaian (generated image by ChatGPT/Robertus Ari) Sebelum memasukkan sweater ke mesin cuci atau merendamnya di dalam baskom, periksa terlebih dahulu label perawatan yang biasanya terletak di bagian dalam pakaian. Label ini memberikan informasi apakah sweater boleh dicuci dengan mesin, harus dicuci menggunakan tangan, atau hanya boleh dibersihkan dengan metode dry clean. Jangan langsung menganggap semua sweater memiliki aturan pencucian yang sama.
2. Gunakan air dingin dan deterjen yang lembut

ilustrasi mencuci pakaian (freepik.com/pressfoto) Jika sweater harus dicuci dengan tangan, isi baskom menggunakan air dingin atau suam-suam kuku sesuai petunjuk label. Tambahkan sedikit deterjen lembut yang dirancang untuk pakaian halus atau wol jika sesuai dengan bahannya.
Hindari penggunaan deterjen keras, pemutih, atau bahan pembersih yang tidak cocok untuk serat pakaian karena bisa memengaruhi kelembutan dan ketahanan kain. Woolmark merekomendasikan penggunaan deterjen ringan dengan formula netral untuk mencuci pakaian wol.
"Balik pakaian wol kamu (bagian dalam di luar), lalu cuci dengan tangan menggunakan air bersih sekitar 30°C dan deterjen yang lembut. Rendam selama 10 menit, kemudian bilas hingga bersih—pertama dengan air bersuhu sedang (tidak panas/dingin, suam-suam kuku), lalu akhiri dengan bilasan air dingin," jelasnya.
Saat mencuci, tekan sweater secara perlahan agar air sabun masuk ke sela-sela serat. Jangan mengucek, menarik, atau memelintir kain seperti saat mencuci kaus katun. Gerakan agresif dapat membuat rajutan berubah bentuk dan meningkatkan gesekan antarserat. Setelah itu, bilas dengan lembut sampai sisa deterjen hilang tanpa menarik bagian lengan atau leher.
3. Cegah sweater berbulu dengan mengurangi gesekan

ilustrasi sweater (freepik.com/Freepik) Pernah melihat bola-bola serat kecil muncul di permukaan sweater setelah beberapa kali dipakai? Kondisi ini dikenal sebagai pilling, yang terjadi ketika serat-serat kain bergesekan, kemudian membentuk gumpalan kecil di permukaan. Masalah ini cukup umum pada pakaian rajut, terutama di bagian yang sering bergesekan dengan tas, lengan, atau pakaian lain.
Menurut Woolmark dalam panduan What Is Pilling?, pilling atau bobbling merupakan pembentukan gumpalan serat kecil di permukaan pakaian wol yang dapat membuat tampilannya terlihat usang. Untuk membantu mencegahnya, Woolmark menyarankan agar pakaian wol dibalik sebelum dicuci dan gesekan saat pemakaian diminimalkan.
"Kemungkinan terbentuknya pilling umumnya lebih besar jika pemakainya lebih aktif, atau jika pakaian tersebut sering bersentuhan dengan permukaan lain yang dapat menyebabkan abrasi, seperti saat seseorang duduk dalam waktu lama di meja kerja," jelasnya.
"Cara mencegah pilling saat mengenakan pakaian berbahan wol. Balik pakaian wol kamu (bagian dalam di luar) sebelum dicuci. Hindari penggunaan pelembut pakaian. Berusahalah untuk meminimalkan gesekan saat mengenakan pakaian berbahan wol," tambahnya.
4. Jangan memeras atau menggantung sweater saat basah

ilustrasi sweater (freepik.com/Freepik) Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memeras sweater sekuat tenaga setelah selesai dicuci. Padahal, pakaian rajut yang basah dapat menjadi lebih berat dan rentan berubah bentuk ketika ditarik atau dipelintir. Bagian bahu, lengan, dan leher termasuk area yang perlu diperhatikan karena dapat mengalami peregangan jika menahan beban air terlalu lama.
Woolmark merekomendasikan agar sweater wol dikeringkan secara mendatar. Menurutnya, menggantung rajutan yang basah dapat membuat pakaian memanjang akibat berat air dan menimbulkan tonjolan pada bagian bahu. Karena itu, hindari menggantung sweater basah pada hanger, terutama hanger kawat yang tipis.
5. Keringkan dan simpan dengan cara yang benar

Sweater rajut (Pexels/Dom J) Proses pengeringan sama pentingnya dengan pencucian. Hindari menjemur sweater terlalu lama di bawah sinar matahari langsung atau meletakkannya di dekat sumber panas, seperti radiator dan pengering bersuhu tinggi, kecuali label pakaian secara khusus mengizinkannya.
Panas yang tidak sesuai dapat memicu penyusutan, perubahan tekstur, atau kerusakan pada serat tertentu. Woolmark menyarankan pengeringan sweater wol di tempat datar dan jauh dari sinar matahari langsung. Dalam panduannya, mereka juga merekomendasikan agar pakaian diletakkan di atas handuk bersih yang tidak mudah meninggalkan serat.
Setelah kering, simpan sweater dengan cara dilipat dan diletakkan di rak atau laci. Berbeda dengan kemeja atau jaket berbahan tenun yang umumnya bisa digantung, sweater rajut lebih aman disimpan dalam keadaan terlipat agar berat pakaian tidak menarik bagian bahu.
Merawat sweater sebenarnya tidak harus rumit, tetapi membutuhkan perhatian terhadap detail kecil. Dengan membaca label pakaian, menggunakan deterjen yang sesuai, mengurangi gesekan, serta mengeringkan sweater dalam posisi mendatar, kamu bisa membantu menjaga bentuk dan kelembutannya.























