Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Trik Loud Budgeting buat Nolak FOMO Pergaulan Anak Muda

5 Trik Loud Budgeting buat Nolak FOMO Pergaulan Anak Muda
ilustrasi trik loud budgeting yang bisa menghindarimu dari FOMO pergaulan (pexels.com/Yan Krukau)
Share Article

Sebenarnya ingin berhemat, namun kamu terpaksa mengiyakan ajakan hangout di kafe mahal cuma karena gak enak mau menolak? Rasanya ingin ikut kumpul bareng circle-mu, tapi di sisi lain, saldo rekening sudah menjerit minta tolong. Fenomena FOMO (fear of missing out) ini sering bikin finansial anak muda boncos sebelum akhir bulan tiba. Kalau dibiarkan terus-terusan, kebiasaan ini bisa bikin kamu terjebak dalam lingkaran setan financial anxiety, lho.

Nah, biar kamu selamat dari jebakan ini, tren loud budgeting hadir sebagai penyelamat. Intinya, tren ini melatih kamu untuk berani dan jujur menyuarakan kondisi keuanganmu tanpa perlu merasa malu. Yuk, simak lima trik loud budgeting berikut biar dompet kamu tetap aman!

1. Jujur sama sirkel pertemanan

Sekelompok teman muda sedang berbincang santai di dekat jendela, tampak tertawa dan menikmati waktu bersama di dalam ruangan.
ilustrasi ngobrol dengan teman (pexels.com/Yan Krukov)

Langkah pertama yang paling menantang tapi wajib dicoba adalah berani bilang gak punya budget ke teman-temanmu. Kamu gak perlu gengsi atau menyusun alasan rumit yang mengada-ada saat menolak ajakan nongkrong. Bilang saja secara kasual kalau kamu lagi fokus menghemat uang untuk tujuan jangka panjang yang lebih penting. 

Percayalah, teman yang dewasa dan tulus pasti bakal menghargai kejujuran serta prinsip finansialmu ini. Siapa tahu, aksi beranimu ini malah menginspirasi mereka buat ikut mengerem pengeluaran impulsifnya juga, kan?

2. Kasih alternatif nongkrong hemat

Tiga wanita muda tersenyum santai sambil duduk di sofa ruang tamu, menikmati waktu bersama di rumah dengan suasana hangat.
ilustrasi nongkrong bareng teman di rumah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menolak ajakan nongkrong mahal bukan berarti kamu harus memutus tali silaturahmi dan mengurung diri di kamar, kok. Kamu tetap bisa menjaga kehidupan sosial dengan cara menawarkan alternatif kegiatan yang jauh lebih ramah di kantong. Sebagai contoh, daripada makan malam di restoran estetik, ajak mereka buat deep talk sambil masak bareng di kosan atau rumah. 

Dengan begini, kamu tetap bisa dapat kualitas bersosialisasi tanpa perlu mengorbankan sisa saldo di rekening bankmu. Lagipula, esensi dari kumpul bareng itu obrolannya, bukan seberapa mahal harga croissant yang ada di atas mejamu, kan. Malahan, nongkrong santai di rumah atau taman sering bikin suasananya jauh lebih akrab tanpa bising musik kafe, lho.

3. Bikin alokasi tabungan otomatis

Seseorang memegang ponsel dan kartu bank di atas meja kayu, mengetik di layar untuk mengatur alokasi tabungan otomatis.
ilustrasi alokasi tabungan secara otomatis (pexels.com/Mikhail Nilov)

Biar prinsip loud budgeting kamu makin kokoh, kamu perlu memanfaatkan fitur auto-debet yang ada di aplikasi perbankan modern. Begitu gaji atau uang saku masuk, segera alokasikan dana tersebut secara otomatis ke pos tabungan atau investasi, ya. Metode ini secara psikologis bakal memaksa kamu untuk hanya membelanjakan sisa uang yang memang boleh dihabiskan. Kamu jadi punya alasan konkret dan valid saat harus menolak ajakan pengeluaran di luar rencana awal.

Jadi, pas teman mengajak nonton konser dadakan, kamu bisa langsung bilang kalau jatah mainmu bulan ini sudah habis terpakai. Nah, strategi menyembunyikan uang dari diri sendiri ini sangat ampuh buat kamu yang tangannya suka gatal ingin checkout barang diskonan. Anggap saja dana auto-debet itu sebagai uang hilang yang bakal menyelamatkan masa depanmu nanti, ya.

4. Normalisasi bawa bekal sendiri

Kotak bekal makan siang berisi berbagai hidangan Jepang berwarna-warni seperti sushi, sayuran, telur gulung, dan udang segar.
ilustrasi kotak bekal makan siang (unplash.com/Kouji Tsuru)

Membawa botol minum sendiri atau bekal makanan ke tempat beraktivitas sering dianggap kuno bagi sebagian orang. Padahal, kalau kamu kalkulasikan secara detail, biaya kopi kekinian dan camilan ojek online itu ramah banget buat bikin kantong jebol. Mulailah bangga menunjukkan kalau kamu sedang menerapkan gaya hidup hemat dengan membawa bekal buatan sendiri, ya.

Ingat, dompet yang tebal di akhir bulan jauh lebih menenangkan jiwa daripada pujian keren yang sifatnya cuma sementara. Malah sekarang banyak banget kotak bekal yang estetik, jadi kamu tetap bisa tampil modis sambil menyelamatkan bumi dan isi dompet, kok. Tunjukkan ke mereka kalau bawa bekal itu bukan karena gak mampu beli, tapi karena kamu punya kontrol penuh atas hidupmu.

5. Fokus pada target jangka panjang

Seseorang menulis rencana keuangan di buku catatan dengan koin dan celengan babi di atas meja kayu di bawah pencahayaan hangat.
ilustrasi membuat tujuan finansial jangka panjang (pexels.com/Dziana Hasanbekava)

Supaya kamu gak mudah goyah saat melihat story liburan teman di media sosial, kamu harus punya rem finansial yang kuat. Tentukan target finansial jangka panjang yang benar-benar ingin kamu capai, seperti biaya lanjut kuliah, modal bisnis, atau beli rumah. Setiap kali hasrat FOMO itu datang menyerang, ingat kembali target besarmu itu berhasil terwujud. 

Memiliki tujuan yang jelas terbukti ampuh meredam keinginan belanja impulsif yang dipicu oleh validasi sosial semu di internet, lho. Gak apa-apa sekarang kamu absen dulu dari event hits hura-hura yang cuma bikin kesenangan sesaat itu. Kelak, kamu bakal berterima kasih pada dirimu yang sekarang karena sudah kuat menahan godaan demi impian yang nyata! 

Menerapkan loud budgeting memang butuh keberanian ekstra di awal, tapi ini termasuk bentuk self-love terbaik untuk masa depanmu, lho. Jangan biarkan tekanan sosial merusak kedamaian finansial yang sedang kamu bangun dengan susah payah. Tetap semangat menjaga isi dompetmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

Tips Dapat Manfaat Optimal dari Olahraga Lari, Jangan Cuma FOMO

10 Jul 2026, 14:12 WIBNews
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More