Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Langkah Mudah Memulai Loud Budgeting bagi Pemula yang Masih Gengsian

5 Langkah Mudah Memulai Loud Budgeting bagi Pemula yang Masih Gengsian
ilustrasi perempuan yang hobi menabung (magnific.com/drobotdean)
Share Article

Belakangan ini, istilah loud budgeting semakin populer di media sosial sebagai cara baru dalam mengelola keuangan. Berbeda dengan kebiasaan berpura-pura mampu mengikuti gaya hidup orang lain, loud budgeting justru mendorong seseorang untuk secara terbuka mengatakan bahwa mereka sedang menghemat atau memilih tidak mengeluarkan uang demi menjaga kondisi finansial.

Bagi sebagian orang, terutama yang masih sering merasa gengsi menolak ajakan nongkrong atau membeli barang yang sedang tren, menerapkan loud budgeting memang tidak mudah. Namun, kebiasaan ini bisa membantu mengurangi tekanan sosial sekaligus membuat kondisi keuangan lebih sehat. Nah, berikut ini lima langkah mudah memulai loud budgeting bagi pemula yang masih suka gengsian.

1. Berani berkata jujur soal kondisi keuangan

Dua wanita berdiri berdampingan, satu tampak serius dengan tangan di pinggang sementara yang lain berbicara dengan ekspresi menjelaskan.
ilustrasi berkata jujur soal kondisi keuangan (freepik.com/cookiestudio)

Langkah pertama adalah membiasakan diri untuk mengatakan bahwa kamu sedang mengatur pengeluaran. Tidak perlu membuat alasan yang rumit ketika menolak ajakan makan di restoran mahal atau membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kejujuran justru dapat mengurangi tekanan untuk selalu terlihat mampu di depan orang lain.

Semakin sering kamu melakukannya, rasa gengsi biasanya akan berkurang dengan sendirinya. Orang-orang terdekat juga akan lebih memahami prioritas keuanganmu. Bahkan, tidak sedikit yang justru akan menghargai keputusan tersebut karena dianggap bertanggung jawab.

2. Tentukan tujuan keuangan yang jelas

Seorang wanita duduk di meja kerja sambil menulis di buku catatan dengan laptop terbuka di sampingnya di ruang tamu yang terang.
ilustrasi mencatat keuangan pribadi (freepik.com/senivpetro)

Akan lebih mudah menolak pengeluaran yang tidak penting jika kamu memiliki tujuan keuangan yang spesifik. Misalnya, ingin membangun dana darurat, membeli laptop baru, melunasi utang, atau menabung untuk liburan. Tujuan yang jelas membuat setiap keputusan finansial terasa lebih bermakna.

Cobalah menuliskan target tersebut dan letakkan di tempat yang mudah dilihat. Cara sederhana ini dapat menjadi pengingat ketika muncul godaan untuk mengikuti gaya hidup yang sebenarnya di luar kemampuan. Dengan begitu, kamu lebih termotivasi mempertahankan kebiasaan berhemat.

3. Pilih aktivitas yang tetap seru tetapi lebih hemat

Sekelompok teman duduk santai di atas tikar sambil menikmati piknik di taman yang rindang dengan pepohonan hijau di siang hari.
ilustrasi piknik di taman (unsplash.com/Ramneek Singh)

Menerapkan loud budgeting bukan berarti harus berhenti bersosialisasi. Kamu tetap bisa menghabiskan waktu bersama teman dengan memilih aktivitas yang biayanya lebih terjangkau. Kalian bisa melakukan aktifitas seperti piknik di taman, memasak bersama, atau menikmati kopi di rumah.

Jika ada ajakan yang terlalu mahal, jangan ragu mengusulkan alternatif yang lebih sesuai dengan anggaranmu. Teman yang baik biasanya akan menghargai usulan tersebut. Bahkan, bisa saja mereka juga sedang mencari cara untuk mengurangi pengeluaran.

4. Kurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain

Wanita berambut panjang mengenakan kaus bergaris hitam putih tampak cemas dan menutupi wajah dengan tangan di latar abu-abu.
ilustrasi wanita yang tidak percaya diri (freepik.com/benzoix)

Media sosial sering membuat seseorang merasa harus mengikuti gaya hidup tertentu agar terlihat sukses. Padahal, apa yang ditampilkan di internet belum tentu mencerminkan kondisi keuangan seseorang secara keseluruhan. Terlalu sering membandingkan diri hanya akan memicu keinginan belanja yang tidak perlu.

Fokuslah pada perjalanan finansialmu sendiri. Ingat bahwa setiap orang memiliki pendapatan, tanggungan, dan prioritas yang berbeda. Dengan pola pikir seperti ini, kamu akan lebih mudah mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, bukan tekanan sosial.

5. Rayakan setiap pencapaian kecil

Perempuan muda berambut kepang memegang toples berisi uang kertas dengan latar abu-abu, menggambarkan kebiasaan menabung.
ilustrasi perempuan yang hobi menabung (magnific.com/drobotdean)

Setiap kali berhasil menolak pengeluaran impulsif atau mencapai target menabung, berikan apresiasi kepada diri sendiri. Penghargaan tersebut tidak harus berupa belanja mahal, tetapi bisa berupa menikmati waktu istirahat, menonton film favorit, atau membeli camilan kesukaan sesuai anggaran.

Merayakan pencapaian kecil dapat membantu menjaga motivasi agar tetap konsisten menjalani loud budgeting. Seiring waktu, kamu akan menyadari bahwa rasa bangga karena kondisi keuangan yang semakin sehat jauh lebih memuaskan dibandingkan sekadar mengikuti gengsi sesaat.

Loud budgeting bukan tentang pelit atau menolak semua bentuk kesenangan, melainkan berani menetapkan batas sesuai kemampuan finansialmu. Dengan membiasakan diri jujur mengenai kondisi keuangan, menentukan prioritas, dan mengurangi rasa gengsi, kamu bisa membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

7 Cara Memadukan Loud Budgeting dan Quiet Luxury agar Finansial Sehat

12 Jul 2026, 19:07 WIBLife
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More