ilustrasi lemari pakaian (unsplash.com/@poetsprins)
Setelah lemari bersih dan pakaian sudah kering, susun kembali barang-barang dengan memberikan sedikit ruang di antara pakaian. Hindari memenuhi setiap rak hingga terlalu padat karena kondisi tersebut bisa membuat udara sulit bergerak.
Kalau lemari memiliki banyak pakaian yang jarang digunakan, pertimbangkan untuk menyimpan sebagian di tempat lain agar ruang penyimpanan tidak terlalu sesak. Kamu juga bisa menggunakan bahan penyerap kelembapan seperti silica gel yang sesuai untuk penggunaan di lemari.
Letakkan produk pada area yang aman dan ikuti petunjuk penggunaannya. Jika ingin mencoba baking soda sebagai penyerap bau, gunakan wadah terbuka yang stabil dan jauhkan dari pakaian agar bubuknya tidak tumpah. Namun, bahan-bahan tersebut hanya menjadi pendukung, bukan pengganti pembersihan dan pengendalian kelembapan.
Biasakan membuka pintu lemari secara berkala, terutama ketika kamar sedang memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan pakaian basah, handuk lembap, sepatu yang belum kering, atau barang-barang yang berbau menyengat bersama pakaian bersih.
Jika bau apek tetap muncul, periksa kembali kemungkinan adanya kebocoran, dinding lembap, atau pertumbuhan jamur. Apabila ditemukan jamur yang cukup luas atau terus kembali setelah dibersihkan, pertimbangkan bantuan profesional.
Cara menghilangkan bau tidak sedap di lemari bukan sekadar membuatnya harum, melainkan memastikan tempat penyimpanan tetap bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pewangi boleh digunakan sebagai pelengkap, tetapi lemari yang terawat dan bebas kelembapan akan lebih membantu menjaga pakaian tetap segar tanpa harus terus-menerus menutupi bau yang muncul.