Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebiasaan yang Bikin Kulkas Boros Listrik dan Makanan Lebih Cepat Rusak

5 min read
Kebiasaan yang Bikin Kulkas Boros Listrik dan Makanan Lebih Cepat Rusak
ilustrasi kulkas (pexels.com/Lucie Liz)

Kulkas termasuk peralatan rumah tangga yang bekerja hampir sepanjang hari. Fungsinya bukan hanya menjaga minuman tetap dingin, tetapi juga membantu mempertahankan kesegaran bahan makanan agar bisa disimpan lebih lama. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari justru membuat kulkas bekerja lebih berat, konsumsi listrik meningkat, dan makanan di dalamnya lebih cepat kehilangan kualitas.

Mulai dari terlalu lama membuka pintu, memasukkan makanan panas, sampai memenuhi rak hingga sesak, kebiasaan kecil ini bisa memengaruhi kinerja pendinginan. Supaya tagihan listrik lebih terkendali dan bahan makanan tidak cepat terbuang, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai kamu perhatikan.

  1. 1. Terlalu lama membuka pintu kulkas

    Ilustrasi kulkas (Pixabay/Pexels)
    Ilustrasi kulkas (Pixabay/Pexels)

    Pernah membuka kulkas hanya untuk mengambil minuman, tetapi malah berdiri lama sambil memikirkan mau makan apa? Kebiasaan ini terlihat sepele, padahal setiap kali pintu terbuka, udara dingin keluar dan udara hangat dari luar masuk. Akibatnya, kulkas perlu bekerja kembali untuk mengembalikan suhu ke tingkat yang sesuai.

    Menurut ENERGY STAR, program efisiensi energi yang dikelola oleh U.S. Environmental Protection Agency dan U.S. Department of Energy, salah satu cara menghemat energi adalah meminimalkan waktu pintu kulkas terbuka. Prinsipnya sederhana: semakin sedikit udara dingin yang terbuang, semakin kecil pula kebutuhan kulkas untuk memulihkan suhu.

    Jika pintu sering dibiarkan terbuka dalam waktu lama, suhu di bagian dalam bisa meningkat, terutama jika kulkas sudah penuh atau kondisi ruangan panas. Untuk menghindarinya, tentukan terlebih dahulu bahan yang ingin diambil, susun makanan agar mudah ditemukan, dan segera tutup pintu setelah selesai. Kebiasaan kecil ini bisa membantu menjaga suhu tetap stabil sekaligus mengurangi pemborosan energi.

  2. 2. Memasukkan makanan panas langsung ke kulkas

    ilustrasi makanan panas (freepik.com/freepik)
    ilustrasi makanan panas (freepik.com/freepik)

    Setelah memasak, mungkin kamu terbiasa langsung memasukkan panci berisi sup atau lauk panas ke dalam kulkas supaya tidak basi. Padahal, makanan panas dalam jumlah besar dapat menaikkan suhu di sekitarnya dan membuat proses pendinginan lebih berat.

    Akibatnya, kulkas membutuhkan waktu untuk menurunkan suhu kembali, sementara makanan lain yang disimpan di dekatnya juga berpotensi ikut menghangat. Meski begitu, bukan berarti makanan harus dibiarkan berjam-jam di meja sampai benar-benar dingin.

    "Makanan panas dapat langsung didinginkan sebelum disimpan di lemari es. Tutup makanan agar kelembapannya tetap terjaga dan tidak menyerap aroma dari makanan lain," dikutip dari panduan U.S. Department of Agriculture (USDA) melalui Food Safety and Inspection Service.

    "Masakan dalam panci besar, seperti sup atau semur, sebaiknya dibagi ke dalam porsi-porsi kecil dan ditempatkan dalam wadah dangkal sebelum dimasukkan ke lemari es," sarannya.

    Jadi, cara yang lebih tepat adalah memindahkan makanan ke wadah bersih dengan porsi lebih kecil sebelum menyimpannya. Jangan menunggu terlalu lama hanya karena ingin menghindari makanan panas masuk ke kulkas. Pastikan wadah tertutup dengan baik setelah makanan disimpan sesuai prosedur pendinginan yang aman.

  3. 3. Mengisi kulkas terlalu penuh hingga sirkulasi udara terhambat

    ilustrasi kulkas yang tidak terlalu penuh (unsplash.com/Onur Burak Akın)
    ilustrasi kulkas yang tidak terlalu penuh (unsplash.com/Onur Burak Akın)

    Membeli banyak bahan makanan sekaligus memang bisa menghemat waktu belanja. Namun, jika semua bahan dimasukkan sampai rak penuh dan lubang ventilasi tertutup, udara dingin akan lebih sulit bersirkulasi. Akibatnya, beberapa bagian kulkas mungkin menjadi kurang dingin dibandingkan bagian lainnya, meskipun pengaturan suhunya terlihat normal.

    "Hindari mengisi kulkas terlalu penuh. Udara dingin harus dapat bersirkulasi di sekitar makanan agar suhunya tetap terjaga dengan baik," dikutip daro U.S. Food and Drug Administration (FDA) dalam panduan Refrigerator Thermometers—Cold Facts about Food Safety yang menyarankan agar kulkas tidak diisi secara berlebihan.

    Sirkulasi yang baik membantu kulkas mempertahankan suhu yang sesuai tanpa menghambat distribusi udara dingin. Supaya lebih efisien, sisakan ruang di antara wadah dan jangan menutupi ventilasi udara di dalam kulkas. Simpan bahan makanan dalam wadah yang ukurannya sesuai dan kelompokkan berdasarkan jenisnya agar mudah ditemukan.

  4. 4. Mengatur suhu kulkas terlalu hangat atau terlalu dingin

    Ilustrasi kulkas (pexels.com/Kindel Media)
    Ilustrasi kulkas (pexels.com/Kindel Media)

    Sebagian orang menaikkan pengaturan pendinginan ketika merasa kulkas kurang dingin, sedangkan yang lain membiarkan pengaturan pada posisi maksimum sepanjang waktu. Padahal, pengaturan yang tepat seharusnya mempertimbangkan suhu aktual di dalam kulkas, jumlah makanan, kondisi ruangan, dan petunjuk dari produsen.

    Pengaturan yang tidak sesuai bisa membuat penyimpanan makanan kurang optimal atau penggunaan energi menjadi tidak efisien. ENERGY STAR merekomendasikan suhu kulkas sekitar 35–38°F atau sekitar 1,7–3,3°C untuk membantu menjaga kesegaran makanan dengan penggunaan energi yang efisien.

    Sementara itu, USDA dan FDA menyarankan agar suhu kulkas untuk keamanan pangan dipertahankan pada 40°F atau sekitar 4,4°C atau lebih rendah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa suhu operasional yang ideal untuk efisiensi perlu tetap berada dalam batas aman penyimpanan makanan.

    Daripada hanya mengandalkan angka pada tombol pengaturan, gunakan termometer khusus kulkas untuk memeriksa suhu sebenarnya. Atur suhu sesuai rekomendasi buku manual, kemudian pantau apakah suhu tetap stabil. Perlu diingat, membuat kulkas semakin dingin tidak otomatis membuat semua makanan bertahan jauh lebih lama. Kesegaran juga dipengaruhi jenis bahan, kondisi awal makanan, kebersihan, dan lama penyimpanannya.

  5. 5. Mengabaikan karet pintu, kebersihan, dan posisi kulkas

    ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)
    ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

    Kulkas yang jarang dibersihkan atau memiliki karet pintu longgar bisa kehilangan efisiensinya tanpa disadari. Jika karet tidak menutup rapat, udara dingin dapat keluar dan udara hangat terus masuk. Kulkas pun perlu bekerja lebih sering untuk mempertahankan suhu, sehingga konsumsi listrik berpotensi meningkat.

    Sementara itu, tumpahan makanan dan cairan yang dibiarkan dapat menjadi sumber bau serta meningkatkan risiko kontaminasi silang. ENERGY STAR menyarankan agar pengguna memeriksa kerapatan segel pintu, memberi ruang sirkulasi di belakang kulkas, dan menjauhkan perangkat dari sumber panas seperti oven maupun sinar matahari langsung.

    Untuk model tertentu, membersihkan debu pada kumparan kondensor sesuai petunjuk produsen juga dapat membantu menjaga efisiensi.Jika pintu terasa tidak rapat atau karet sudah rusak, periksa apakah ada kotoran yang menghalangi dan pertimbangkan penggantian jika diperlukan.

    Biasakan membersihkan tumpahan sesegera mungkin, memeriksa kondisi bahan makanan secara berkala, dan mengatur posisi kulkas agar tidak terlalu dekat dengan sumber panas. Simpan makanan dalam wadah tertutup untuk mengurangi penyebaran bau dan membantu menjaga kualitasnya.

    Kulkas yang hemat listrik dan mampu menjaga makanan tetap segar tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi atau mereknya. Dengan perawatan yang konsisten, kamu bisa membantu mengendalikan konsumsi listrik, mengurangi makanan terbuang, dan membuat kegiatan di dapur lebih efisien.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More